Bukan Sekadar Konsumsi, Ekspedisi Patriot Undip Dorong Warga Senggi Olah Pangan Lokal
Jumat, 25 Sep 2026, 17:30 WIBJAKARTA â Tim Ekspedisi Patriot Universitas Diponegoro (TEP Undip) mengedukasi dan mengajak masyarakat Kawasan Transmigrasi Senggi, Kabupaten Keerom, Papua, mengolah pangan lokal untuk mendukung pemenuhan gizi dan pencegahan tengkes atau stunting.
Kementerian Transmigrasi menjelaskan bahwa melalui program "Sagu Sapa atau Sajian Gizi Unggul, Lestarikan Pangan Lokal", tim melibatkan kader kesehatan dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk mengembangkan pisang, keladi, petatas, hingga sagu menjadi produk yang bernilai tambah.
âPara kader diharapkan dapat menjadi penggerak yang meneruskan pengetahuan dan keterampilan ini kepada keluarga dan masyarakat, sementara pelaku UMKM dapat mengambil peran dalam mengembangkan inovasi pangan lokal menjadi produk yang layak dipasarkan,â kata Ketua Tim 4 TEP Undip Diana Nur Afifah dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat (25/9).
Diana mengatakan program tersebut dirancang agar manfaat pelatihan dapat terus diterapkan setelah kegiatan selesai, baik melalui edukasi gizi oleh kader kesehatan maupun pengembangan produk pangan lokal oleh pelaku UMKM.
Pelatihan yang digelar di Aula UPTD Puskesmas Senggi itu diikuti 21 peserta yang terdiri atas kader Posyandu, Posbindu, malaria, serta pelaku UMKM.
Para peserta dibagi menjadi lima kelompok untuk mempraktikkan pengolahan bahan pangan yang tersedia di sekitar Senggi.
Pangan lokal tersebut diolah menjadi empat jenis produk, yakni bolu keladi, brownies pisang, kukis petatas, serta kukis berbahan sagu dan gula merah.
Melalui praktik tersebut, masyarakat diperkenalkan pada alternatif pengolahan pangan lokal agar bahan yang sebelumnya banyak diolah secara sederhana dapat dikembangkan menjadi produk yang lebih beragam sekaligus memiliki potensi nilai ekonomi.
Salah seorang kader Posyandu Kampung Woslay SP 2, Mery, mengatakan pelatihan tersebut memberikan pengetahuan baru mengenai pengolahan bahan pangan yang tersedia di wilayahnya.
âMungkin selama ini kami mengolahnya seadanya saja. Kami sangat bersyukur dengan adanya kegiatan ini karena bisa menambah ilmu baru. Mudah-mudahan apa yang kami dapat bisa kami bagikan lagi kepada saudara atau teman-teman yang juga berminat,â ungkap Mery.
Keterlibatan kader kesehatan diharapkan memperluas penerapan pengetahuan mengenai pemanfaatan pangan lokal di tingkat keluarga, sedangkan keterlibatan pelaku UMKM diarahkan untuk membuka peluang pengembangan produk yang memiliki nilai tambah.
Program tersebut juga diarahkan agar ketersediaan pangan lokal di Senggi dapat dimanfaatkan secara lebih optimal untuk mendukung kebutuhan gizi masyarakat sekaligus memperkuat kemandirian pangan dan membuka peluang ekonomi.
Pemanfaatan pangan lokal sebagai bagian dari perbaikan gizi sejalan dengan kebijakan Kementerian Kesehatan yang menempatkan pangan lokal sebagai salah satu strategi pemenuhan gizi seimbang.
Berdasarkan dokumen Dinas Kesehatan Provinsi Papua yang menggunakan data Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi tahun 2025 mencatat prevalensi stunting balita di Kabupaten Keerom sebesar 15,21 persen.
Dinas Kesehatan Provinsi Papua
Pemerintah Provinsi Papua pada April 2026 menargetkan prevalensi stunting turun menjadi 18 persen pada 2026 dari sekitar 23 persen pada 2025.
Upaya penurunan dilakukan melalui intervensi lintas sektor, termasuk kesehatan, ketahanan pangan, pendidikan, sanitasi, dan pemberdayaan masyarakat
Kemenkes juga memiliki petunjuk teknis pemberian makanan tambahan berbahan pangan lokal bagi ibu hamil dan balita bermasalah gizi sebagai bagian dari upaya pencegahan stunting.
TEP Undip di Kawasan Transmigrasi Senggi merupakan bagian dari kegiatan Ekspedisi Patriot 2026 yang melibatkan perguruan tinggi untuk menghasilkan rekomendasi dan praktik pembangunan sesuai kondisi sosial, ekonomi, dan lingkungan kawasan transmigrasi.
- Ekspedisi Patriot
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
PKK Kabupaten Barito Utara Dorong Petani Kembangkan Golden Melon
-
Era Baru Pertanian Dimulai! UGM Sebut Inovasi Digital Penentu Ketahanan Pangan Nasional!
-
Barantin dan Satgas Musnahkan 5,7 Ton Udang Terpapar Cs-137 demi Keamanan Pangan
-
Kementerian Perindustrian Perkuat Pengembangan Teknologi Pengelolaan Kopi Lokal
-
Job Fair Kendal Jawa Tengah Hadirkan Beragam Lowongan dari Berbagai Perusahaan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.