Disparekraf NTB Bidik Seni Pertunjukan Jadi Penggerak Ekraf Daerah

Jumat, 25 Sep 2026, 05:52 WIB

MATARAM - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat membidik seni pertunjukan sebagai motor ekonomi kreatif guna mendongkrak kunjungan wisatawan ke wilayah itu.

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) NTB, Ahmad Nur Aulia, mengatakan seni pertunjukan menjadi salah satu subsektor ekonomi kreatif yang terus didorong untuk berkembang di NTB.

Ket. Foto: Dua Pepadu saling pukul dengan gunakan rotan pada pertunjukan Peresean di kawasan objek wisata Desa Labuapi, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. — Sumber: Antara/Sugiharto Purnama

“Ekonomi kreatif tidak hanya berbicara tentang kuliner, kriya, dan fesyen,” ujarnya di Mataram, Kamis (24/9).

Menurutnya, seni pertunjukan juga memiliki potensi yang besar, baik sebagai ruang kreativitas maupun sebagai bagian dari pengembangan pariwisata.

“Yang kita butuhkan saat ini adalah bagaimana kita bersama-sama merumuskan ekosistem ekonomi kreatif, khususnya seni pertunjukan, agar para pelaku memiliki ruang untuk berkembang dan berkarya,” kata Aulia.

Ia mengaku sudah bertemu dengan berbagai komunitas mulai dari pelaku musik tradisional, cilokak, sanggar tari, komunitas teater, hingga komunitas seni lainnya yang selama ini aktif menggelar kegiatan secara mandiri. Salah satu hal yang banyak dibahas adalah kebutuhan ruang tampil dan ruang kreatif.

“Para pelaku juga berharap dapat memiliki lebih banyak kesempatan untuk terlibat dalam berbagai event pemerintah maupun kegiatan pariwisata di NTB,” terangnya.

Aulia mengatakan, sejumlah komunitas ternyata sudah memiliki agenda dan program rutin yang menjadi ruang bagi para pelaku seni untuk tampil, belajar, dan berkolaborasi. Hal ini, menunjukkan geliat seni pertunjukan di NTB terus tumbuh dari komunitas.

Oleh karena itu, ke depan pihaknya akan menindaklanjuti berbagai masukan dari berbagai komunitas melalui konsep pengembangan yang lebih terarah. Salah satunya dengan mengoptimalkan ruang kreatif dan teras kreatif sebagai tempat berkarya sekaligus ruang pertunjukan bagi pelaku ekonomi kreatif.

“Kita tidak bisa berjalan sendiri. Pemerintah membutuhkan pelaku ekraf, begitu juga sebaliknya. Pertemuan ini menjadi awal untuk mengenal lebih dekat potensi dan kebutuhan para pelaku, kemudian kita rumuskan bersama apa yang bisa dilakukan ke depan,” kata Aulia.

Ia berharap pengembangan seni pertunjukan dapat berjalan beriringan dengan berbagai agenda pariwisata dan event daerah. Dengan begitu, karya para pelaku seni tidak hanya menjadi bagian dari pelestarian budaya, tetapi juga memiliki ruang untuk tampil, dikenal lebih luas, sekaligus membuka peluang ekonomi.

“Berbagai masukan yang ada akan menjadi bahan untuk menyusun langkah pengembangan seni pertunjukan NTB ke depan agar semakin aktif berkarya dan berkolaborasi,” katanya.

Berdasarkan data BPS, sektor pariwisata NTB menunjukkan tren yang menggembirakan. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang pada Juni 2026 mencapai 44,86 persen, meningkat 3,80 poin dibandingkan bulan sebelumnya dan naik 3,76 poin dibandingkan Juni 2025.

Jumlah tamu yang menginap di hotel berbintang tercatat sebanyak 122.516 orang, terdiri atas 77.213 wisatawan domestik dan 45.303 wisatawan mancanegara. Rata-rata lama menginap juga meningkat menjadi 1,88 hari, mencerminkan aktivitas wisata yang tetap terjaga.

Di sisi lain, pergerakan wisatawan nusantara terus mengalami pertumbuhan. Pada Juni 2026 jumlah perjalanan wisatawan nusantara mencapai 1.368.707 orang, meningkat 2,73 persen dibandingkan Mei 2026 dan tumbuh 5,71 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan tersebut dipengaruhi momentum libur sekolah. Ant

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Opik

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.