Mossad Pecat Dua Pejabat Senior karena Gagal dalam Misi Gulingkan Kepemimpinan Iran

Jumat, 07 Agu 2026, 10:51 WIB

TEL AVIV - Direktur baru badan intelijen Israel, Mossad, Roman Gofman, melakukan perombakan besar di tubuh organisasinya dengan mencopot dua pejabat senior. Langkah tersebut disebut berkaitan dengan evaluasi terhadap operasi intelijen yang bertujuan menggoyang bahkan menjatuhkan kepemimpinan Iran, namun dinilai tidak mencapai hasil yang diharapkan. 

Dari The Jerusalem Post, salah satu pejabat yang diberhentikan adalah wakil direktur Mossad yang selama ini hanya dikenal dengan inisial "A". Ia telah mengabdi selama lebih dari dua dekade dan sebelumnya disebut-sebut sebagai kandidat kuat penerus mantan Kepala Mossad David Barnea. Namun, setelah Gofman resmi mengambil alih kepemimpinan, posisi tersebut justru digantikan sebagai bagian dari restrukturisasi jajaran elite lembaga intelijen Israel. 

Ket. Foto: Pergantian pejabat senior semacam ini bukan hal baru di Mossad, tetapi kali ini dilakukan di tengah sorotan atas kegagalan mewujudkan ambisi Israel untuk mengguncang kepemimpinan Iran melalui operasi intelijen berskala besar. — Sumber: Istimewa

Menurut sejumlah laporan media Israel, pejabat yang dicopot itu memimpin sebuah program bernilai sekitar satu miliar shekel yang berfokus pada upaya melemahkan hingga mendorong perubahan rezim di Iran. Program tersebut melibatkan operasi intelijen, perang psikologis, serta dukungan terhadap kelompok oposisi di dalam negeri Iran. Namun, berbagai sumber menyebut hasil yang dicapai jauh dari target yang diharapkan. 

Meski Israel berhasil menewaskan sejumlah tokoh penting Iran dalam konflik beberapa bulan terakhir, tujuan strategis berupa runtuhnya pemerintahan Teheran tidak terwujud. Struktur kekuasaan Iran tetap bertahan dan mampu melakukan konsolidasi setelah kehilangan sejumlah pemimpin utamanya. 

Pihak Mossad sendiri tidak secara terbuka mengaitkan pencopotan dua pejabat itu dengan kegagalan operasi terhadap Iran. Dalam pernyataan resminya, lembaga tersebut menyebut pergantian merupakan bagian dari pembentukan tim kepemimpinan baru yang akan mendampingi Roman Gofman menghadapi tantangan keamanan di masa mendatang. 

Meski demikian, sejumlah analis menilai langkah Gofman mencerminkan keinginannya membangun struktur komando yang sepenuhnya berada di bawah kendalinya. Pergantian pejabat senior semacam ini bukan hal baru di Mossad, tetapi kali ini dilakukan di tengah sorotan atas kegagalan mewujudkan ambisi Israel untuk mengguncang kepemimpinan Iran melalui operasi intelijen berskala besar. 

  • mossad

Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.