Bank Digital Makin Menjamur, Ipsos Ungkap Satu Hal yang Paling Dicari Pengguna

Jumat, 25 Sep 2026, 18:15 WIB

JAKARTA – Survei Ipsos Indonesia menunjukkan bahwa kemudahan dan efisiensi menjadi faktor penting dalam mendorong penggunaan layanan bank digital, di mana sebanyak 71 persen responden menyebut proses transaksi yang mudah dan cepat sebagai salah satu faktor utama.

Managing Director Ipsos Indonesia Hansal Savla mengatakan bahwa pengalaman menggunakan aplikasi bank digital semakin mencakup berbagai aspek, mulai dari kecepatan transaksi dan stabilitas sistem hingga kemudahan interface dan kelancaran proses bagi pengguna sehari-hari.

Ket. Foto: Ilustrasi-Bank Raya (PT Bank Raya Indonesia Tbk) adalah anak usaha BRI yang berfokus sebagai bank digital. — Sumber: Istimewa.

"Performa aplikasi dan kemudahan penggunaan menjadi bagian penting dalam membentuk pengalaman pengguna terhadap sebuah layanan bank digital,” ujar Hansal dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (25/9).

Dari data yang ada, pertumbuhan transaksi digital di Indonesia terus menunjukkan kuatnya adopsi masyarakat terhadap layanan keuangan digital.

Bank Indonesia mencatat volume transaksi pembayaran digital mencapai 5,50 miliar transaksi pada Juli 2026, tumbuh 28,69 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Pertumbuhan juga tercatat pada transaksi melalui internet dan aplikasi mobile, masing-masing sebesar 9,39 persen dan 24,25 persen (yoy).

Sedangkan transaksi QRIS melesat 82,42 persen (yoy), didukung oleh peningkatan jumlah pengguna dan merchant. Perkembangan tersebut mencerminkan semakin terintegrasinya transaksi digital dalam aktivitas finansial sehari-hari masyarakat Indonesia.

Dia mengatakan dari hasil survei Ipsos Indonesia menunjukkan bahwa kemudahan dan efisiensi menjadi faktor penting dalam mendorong penggunaan layanan bank digital, di mana sebanyak 71 responden menyebut proses transaksi yang mudah dan cepat sebagai salah satu faktor utama.

Kemudian diikuti oleh 66 persen yang mempertimbangkan kelengkapan produk dan fitur transaksi, serta 61 persen yang menilai pentingnya aplikasi yang mudah digunakan. Selanjutnya, 57 persen menyebut proses pembukaan rekening yang sederhana sebagai salah satu faktor yang mendorong penggunaan aplikasi bank digital.

"Seiring semakin terintegrasinya bank digital dengan aktivitas finansial sehari-hari, pengguna bank digital tidak hanya membutuhkan akses terhadap layanan perbankan secara digital, tetapi juga pengalaman yang mudah, cepat, stabil, dan dapat diandalkan," ujar Hansal.

Ia menambahkan bahwa hasil survey Ipsos Indonesia menunjukkan bahwa persepsi terhadap performa dan keandalan aplikasi menjadi salah satu aspek yang diperhatikan konsumen.

Untuk atribut kelancaran dan kecepatan respons aplikasi dalam pemrosesan transaksi, tiga bank dengan persepsi positif tertinggi adalah SeaBank (67 persen), Bank Jago (54 persen), dan Neobank (42 persen).

Sementara itu, pada atribut stabilitas aplikasi dengan minim gangguan atau error, SeaBank (66 persen), Bank Jago (51 persen), dan Superbank (47 persen) menjadi bank digital dengan posisi tiga teratas.

Posisi berikutnya pada kedua atribut ini ditempati oleh Superbank (39 persen) dan Allo Bank (29 persen) untuk performa transaksi, serta Neobank (43 persen) dan Allo Bank (26 persen) untuk stabilitas aplikasi.

Temuan itu menunjukkan bahwa performa aplikasi menjadi bagian penting dari pengalaman transaksi sehari-hari, di luar sekadar ketersediaan fitur.

Selain performa teknis, kemudahan penggunaan sehari-hari turut membentuk pengalaman yang pada akhirnya membentuk loyalitas pengguna bank digital. Pada atribut kemudahan dan kesederhanaan memahami interface, tiga posisi teratas diisi oleh SeaBank (56 persen), Allo Bank (52 persen), dan Bank Jago (50 persen), diikuti oleh Superbank (47 persen) dan Neobank (43 persen).

Sementara dalam hal kemudahan membuka rekening, Neobank dan SeaBank sama-sama mencatatkan 54 persen, diikuti oleh Superbank (46 persen), Allo Bank (45 persen), dan Bank Jago (41 persen). Hal itu menunjukkan bahwa proses onboarding yang ringkas dan kemudahan navigasi kini menjadi bagian dari pengalaman yang dirasakan dan dinilai oleh pengguna bank digital.

"Preferensi konsumen terhadap bank digital terus berkembang seiring semakin beragamnya kebutuhan transaksi sehari-hari. Ketika aplikasi menjadi bagian dari aktivitas finansial yang semakin rutin, pengalaman yang mudah, cepat, stabil, dan dapat diandalkan menjadi semakin relevan dalam membangun pengalaman konsumen terhadap layanan digital banking," katanya menambahkan.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.