Bukan Sekadar Jualan: Begini Cara Virtue Diagnostics Bangun Kemandirian Alat Kesehatan RI
Jumat, 07 Agu 2026, 16:41 WIBJAKARTA â Di tengah tekanan industri alat kesehatan nasional, PT Virtue Diagnostics Indonesia menegaskan komitmennya untuk memperkuat ekosistem manufaktur In Vitro Diagnostics (IVD) di dalam negeri. Komitmen itu disampaikan pada Industrial Symposium di ajang INDOHEALTHCARE GAKESLAB Expo 2026.
Perusahaan menilai kolaborasi antara investasi global dan kapabilitas manufaktur lokal menjadi kunci dalam menjaga ketahanan sistem kesehatan Indonesia.
Manufaktur Lokal Jawaban Akses Diagnostik
Mr. Johnson Zhang, Founder & Global CEO Virtue Diagnostics, menyampaikan alasan perusahaan memilih membangun pabrik di Indonesia.Â
"Indonesia adalah negara dengan tantangan geografis yang sangat unik. Ribuan pulau, populasi yang besar, dan masih terbatasnya akses layanan diagnostik di berbagai daerah membutuhkan solusi yang tidak hanya inovatif, tetapi juga diproduksi secara lokal. Karena itu, kami memilih untuk membangun manufaktur di Indonesia, bukan sekadar menjual produk ke Indonesia," kata Johnson Zhang dalam Industrial Symposium at INDOHEALTHCARE GAKESLAB Expo 2026 di Jakarta International Expo (JIEXPO) Kemayoran, Jakarta, Jumat (7/8)
Mengusung prinsip "In the Region, for the Region", Virtue Diagnostics mengoperasikan fasilitas manufaktur modern seluas 12.200 m2 di Cikarang. Pabrik yang diresmikan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin pada 2024 itu memiliki kapasitas produksi lebih dari 1.000 unit instrumen diagnostik per tahun dan 6.000 liter reagen per hari.
Tahun ini perusahaan menambah investasi dengan mengembangkan lini diagnostik molekuler dan meluncurkan teknologi cartridge-based immunology untuk melengkapi portofolio yang sudah ada.
Hingga saat ini Virtue Diagnostics telah mengantongi izin edar untuk 193 produk diagnostik di Indonesia. Platform unggulan perusahaan di bidang Imunologi, Biokimia, Hematologi, dan Diagnostik Molekuler juga telah mencapai Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) lebih dari 40%.
Produk-produk tersebut telah mendukung program prioritas pemerintah seperti Program Cek Kesehatan Gratis (CKG), target eliminasi TBC 2030, dan skrining kanker serviks melalui pemeriksaan HPV.
Butuh Ekosistem dan Kebijakan Jangka Panjang
Johnson Zhang menekankan investasi teknologi diagnostik adalah investasi jangka panjang yang membutuhkan kepastian ekosistem.
"Kami percaya Indonesia memiliki potensi besar menjadi pusat manufaktur IVD di Kawasan Asia Tenggara. Untuk mewujudkan hal tersebut, dibutuhkan sinergi antara pemerintah dan industri melalui kebijakan yang mendukung investasi jangka panjang, pengadaan berbasis nilai, perlindungan terhadap produk dengan TKDN tinggi, kontrak pengadaan multi-tahun, serta komunikasi yang lebih erat sebelum implementasi kebijakan baru," ujarnya.
Tumbuh Lewat Strategi Diversifikasi Pasar
Dr. Kurniasari Endah, M.M., Associate Commercial Director PT Virtue Diagnostics Indonesia, mengakui industri IVD nasional menghadapi tantangan berat pada 2024-2025 akibat kondisi ekonomi global, perubahan pasar, dan penurunan belanja pemerintah untuk alat kesehatan.
"Kami menyadari bahwa memasuki pasar Indonesia pada tahun 2024 bukanlah perjalanan yang mudah. Selain menghadapi kondisi pasar yang menantang, kami juga harus membangun kepercayaan terhadap produk IVD lokal di tengah dominasi merek-merek global yang telah hadir selama puluhan tahun," jelas Dr. Kurniasari.
Untuk menjawab tantangan itu, perusahaan melakukan diversifikasi dengan memperkuat penetrasi ke sektor swasta, termasuk rumah sakit, laboratorium klinik, dan faskes lainnya. Fokus utama adalah kualitas produk, inovasi berkelanjutan, dan layanan purna jual yang konsisten.
Strategi tersebut mulai membuahkan hasil. Hingga pertengahan 2026, Virtue Diagnostics telah memproduksi lebih dari 150 unit instrumen diagnostik dan 31.000 kit reagen yang digunakan di berbagai rumah sakit dan laboratorium di Indonesia.
"Pencapaian ini menjadi bukti bahwa produk IVD hasil manufaktur Indonesia mampu bersaing dari sisi kualitas, performa, maupun keandalannya. Kami bangga karena semakin banyak tenaga kesehatan yang mempercayakan pelayanan diagnostiknya kepada produk buatan dalam negeri," kata Dr. Kurniasari.
Komitmen mutu juga diperkuat dengan sertifikasi ISO 13485 untuk Sistem Manajemen Mutu Alat Kesehatan, yang menjamin seluruh proses produksi sesuai standar internasional.
Mulai Ekspor ke Pasar Global
Tidak hanya di domestik, Virtue Diagnostics juga mulai mengekspor reagen merek VIRTUEDX dan instrumen diagnostik VERCENTRA ke Filipina. Ekspansi ini menjadi bukti daya saing produk diagnostik buatan Indonesia di pasar global.
Ke depan, perusahaan akan terus meningkatkan investasi di R&D, menambah kapasitas manufaktur, menghadirkan inovasi baru, serta memperluas jaringan distribusi di dalam dan luar negeri.
PT Virtue Diagnostics Indonesia berharap dukungan kebijakan yang lebih kondusif bagi industri alat kesehatan nasional agar ekosistem manufaktur IVD semakin kuat, daya saing meningkat, dan ketergantungan impor berkurang.
"Kami optimistis, dengan menggabungkan kekuatan investasi global, kemampuan manufaktur lokal, inovasi teknologi, dan SDM Indonesia, kita dapat mewujudkan kemandirian alat kesehatan nasional serta menyediakan solusi diagnostik berkualitas bagi seluruh masyarakat Indonesia," tutup kedua pimpinan Virtue Diagnostics.
- Industri Nasional
- Alat Kesehatan
- Industri Kesehatan
- Industri Manufaktur
- Farmasi Indonesia
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini
Berita Terkait:
-
HKI: Investor RI Nggak Kurang, yang Kurang Kepastian! Ini Tuntutan ke Pemerintah
-
GIAMM: Tembus 100 Negara & USD 7 Miliar! Industri Komponen Otomotif RI Makin Kokoh di Rantai Pasok Global
-
Pemerintah Pangkas Harga LNG, Harapan Baru bagi Industri Nasional
-
Naik 30,1%! Industri Pengolahan Kakao RI Tumbuh Cepat, Kuasai 49% Pasar Asia
-
Menperin Lepas 2.361 Lulusan SMK Serentak, Mayoritas Terserap di Industri dan Berwirausaha
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.