Selangkah Lagi! Airlangga Ungkap IEU-CEPA Tinggal Menanti Persetujuan Dewan UE

Sabtu, 04 Jul 2026, 07:30 WIB

JAKARTA – Kesepakatan Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) bisa menjadi pintu masuk yang lebih lebar bagi produk-produk Indonesia untuk menembus pasar Eropa.

Dengan hambatan perdagangan yang semakin berkurang, pelaku usaha dalam negeri berpeluang meningkatkan ekspor, memperluas pasar, sekaligus menarik lebih banyak investasi dari kawasan Eropa.

Ket. Foto: Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Jakarta. — Sumber: ANTARA/HO-Kementerian Koordinator Bidang Perekonom

Namun, peluang besar ini juga datang dengan tantangan. Industri nasional perlu terus meningkatkan kualitas produk, memenuhi standar lingkungan dan keberlanjutan, serta memperkuat daya saing agar mampu bersaing di pasar internasional.

Jika dimanfaatkan secara optimal, IEU-CEPA tidak hanya akan mendorong pertumbuhan ekspor, tetapi juga mempercepat transformasi industri Indonesia menuju pasar global yang lebih kompetitif.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan, proses Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) memasuki tahap krusial setelah Komisi Eropa mengajukan usulan penandatanganan dan pengesahan (conclusion) IEU-CEPA beserta Investment Protection Agreement (IPA) kepada Dewan Uni Eropa (Council of the European Union).

Menurut dia, langkah tersebut menjadi tonggak penting menuju penyelesaian perjanjian dagang yang telah dirundingkan Indonesia dan Uni Eropa selama bertahun-tahun.

"Presiden RI Prabowo Subianto berharap hal ini dapat menjadi game changer bagi pasar global. Ketika Indonesia dan Uni Eropa bekerja sama mengembangkan pasar, saya yakin kita dapat membawa skala pertumbuhan yang signifikan ke Uni Eropa dan ke kawasan Indo-Pasifik, di mana Indonesia merupakan ekonomi terbesar di ASEAN," kata Airlangga dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.

Setelah diajukan ke Dewan Uni Eropa, IEU-CEPA dan IPA akan dibahas untuk memperoleh persetujuan.

Apabila disetujui, kedua perjanjian tersebut selanjutnya akan diajukan kepada Parlemen Eropa untuk mendapatkan persetujuan akhir sebelum resmi disahkan dan mulai berlaku.

Di sisi lain, Pemerintah Indonesia juga terus menjalankan proses ratifikasi sesuai mekanisme nasional agar implementasi IEU-CEPA bisa berjalan sesuai target.

Airlangga mengatakan pemerintah menargetkan proses ratifikasi dapat diselesaikan pada semester II 2026 sehingga implementasi perjanjian dapat dimulai pada awal 2027.

"Kami menargetkan proses ratifikasi IEU-CEPA dapat diselesaikan pada semester II 2026 sehingga implementasinya dapat dimulai pada awal 2027," ujarnya.

Bagi Uni Eropa, IEU-CEPA dan IPA merupakan bagian dari strategi untuk mendiversifikasi kemitraan ekonomi, memperkuat hubungan perdagangan dan investasi dengan mitra strategis, membuka peluang ekspor baru, serta meningkatkan ketahanan rantai pasok energi dan bahan baku.

Sementara bagi Indonesia, implementasi IEU-CEPA diharapkan memperluas akses pasar ekspor ke Uni Eropa, meningkatkan daya saing produk nasional, menarik investasi berkualitas, serta memperkuat posisi Indonesia dalam rantai nilai global.

Melalui perjanjian tersebut, Uni Eropa juga akan menghapus bea masuk terhadap 98,5 persen pos tarif, menyederhanakan prosedur ekspor berbagai produk ke Indonesia, membuka peluang investasi di sektor strategis seperti kendaraan listrik, elektronik, dan farmasi, serta memperkuat perlindungan hak kekayaan intelektual dan ketahanan rantai pasok.

Airlangga menilai, implementasi IEU-CEPA akan menjadi katalis bagi peningkatan produktivitas industri nasional, penciptaan lapangan kerja, dan pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif serta berkelanjutan.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Polisi Ungkap Pencurian Emas Rp350 Juta di Pacitan

3 Jembatan Garuda Perintis Merah Putih Diresmikan di Bima, Akses Warga Kini Makin Mudah

120 Calon Bintara TNI AD Berebut Lolos di Manado, Pangdam Ungkap Syarat Pentingnya

Asep Minta Politik Bekasi Tak Sekadar Adu Kepentingan, Kemajuan Daerah Harus Jadi Tujuan

Gebrakan Pemkot Banjarmasin! Pemuda Didorong Jadi Penggerak Pembangunan Daerah

Bukan Sekadar Final! Grand Final IPL Jadi Panggung Uji Asian Games 2026

Strategi Baru Apriyani! Ubah Pola demi Adaptasi di Ganda Campuran

Ambisi Besar Teofimo Lopez: Kuasai Welter WBA, Kini Kejar Gelar Juara Sejati

Anthony Gordon Siap Main sebagai Nomor 9, Ketajamannya Bakal Diuji!

Robert Pattinson Disebut Akan Main dalam Film Horor Pertama Christopher Nolan

Transfer Besar Segera Terwujud! Manchester City Sepakat Datangkan Allan Elias

Transfer Nico Gonzalez ke Newcastle United Kian Nyata, Tinggal Tunggu Ini!

Kabar Baik untuk Warga Banten, Legalitas Tanah Kini Ditargetkan Selesai 10 Hari

Kabar Mengejutkan dari AS, Biaya Visa Kerja H-1B Bisa Tembus Rp1,82 Miliar

Hampir Separuh Warga Terjangkau! Cakupan Cek Kesehatan Gratis di Lebak Capai 47,52 Persen

Polwan Masuk Sekolah! Pelajar Didorong Lebih Disiplin dan Tak Takut Berbicara

Asap Karhutla Makin Meluas, Sejumlah Wilayah Perbatasan Sumbar Terdampak

Resmi Diresmikan! Tiga Jembatan Garuda Perintis Merah Putih Jadi Ikon Baru Kota Bima

Jangan Nekat Bakar Lahan! BPBD Sulteng Ingatkan Ada Ancaman Sanksi Pidana

Warga Rusia Korban TPPO Myanmar Akhirnya Ditangani Thailand, Ini Kondisinya

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.