Mantan Kepala Stasiun CIA Moskow Bongkar Ambisi Iran Ingin Jadi ‘Penjaga Pusat Gravitasi Konflik’: Selat Hormuz

Senin, 10 Agu 2026, 00:00 WIB

WASHINGTON DC - Iran ingin keluar dari negosiasi mengenai Selat Hormuz dengan kendali yang lebih besar atas jalur air penting tersebut, kata mantan kepala stasiun CIA Dan Hoffman pada hari Sabtu (8/8).

Hoffman yang kenyang bertugas di Timur Tengah, dan juga sempat menkabat kepala stasiun CIA (Central Intelligence Agency)

Ket. Foto: Hoffman juga berpendapat bahwa Iran ingin negosiasi mengenai program nuklirnya dikesampingkan sementara pembicaraan tetap fokus pada Selat Hormuz — Sumber: Istimewa

di Irak dan Moskow menjadi seorang kontributor mengatakan kepada "Fox Report" bahwa dia tidak mengharapkan AS untuk menyerahkan kendali lalu lintas melalui selat tersebut kepada Teheran, tetapi mengatakan Iran sedang berupaya mendapatkan pengaruh atas jalur air tersebut seiring berlanjutnya negosiasi.

“Saya pikir Iran ingin itu menjadi korban perang bagi Amerika Serikat. Iran ingin menjadi penjaga gerbang Selat Hormuz sekarang, apakah itu melibatkan penerimaan pendapatan, pengenaan bea—itu pertanyaan lain,” katanya.

Hoffman mengatakan tuntutan Teheran agar AS mencabut blokade, mencairkan dana Iran yang dibekukan, dan menarik pasukan militer Amerika dari kawasan itu adalah "tuntutan yang sangat maksimalis" yang mencerminkan upaya untuk mendapatkan daya tawar dalam negosiasi.

Ia juga berpendapat bahwa Iran ingin negosiasi mengenai program nuklirnya dikesampingkan sementara pembicaraan tetap fokus pada Selat Hormuz, yang ia gambarkan sebagai "pusat gravitasi" dalam konflik tersebut.

Hoffman mengatakan Iran telah memperkeras posisi negosiasinya meskipun menderita kerusakan militer yang luas selama perang, dan menunjuk pada pengaruh kelompok garis keras di dalam pemerintahan Iran.

Komentar tersebut disampaikan ketika Wakil Presiden JD Vance mengatakan pada hari Sabtu bahwa negosiasi difokuskan pada pembentukan sistem lalu lintas yang aman melalui Selat, termasuk membersihkan ranjau di jalur air dan mengamankan komitmen dari Iran untuk tidak menyerang kapal-kapal komersial.

  • Blokade Selat Hormuz

Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

Berita Terbaru

Prestasi Terpuruk, PSSI Segera Evaluasi Total Kegagalan Piala AFF 2026

Meningkat Signifikan, 278 Peserta Ikuti Lomba Pacuan Kuda Bupati Cup di Sumbawa

Kabar Gembira, Destinasi Wisata di Sekitar Gunung Bromo Masih Aman Dikunjungi Wisatawan

Semoga Makin Banyak Dikunjungin Wisatawan, Festival Bunga Jadi Wadah Promosi Pariwisata

Terobosan dalam Pelayanan, Imigrasi Tarakan Beri Layanan Pembuatan Paspor Keliling

PKB Bantul Targetkan 9-10 Kursi DPRD pada Pemilu 2029, Ini Strategi untuk Mewujudkannya

Perkuat Kolaborasi Atasi Kebakaran, Penanganan Karhutla Taman Nasional Bromo Butuh Keterlibatan Banyak Pihak

Penguatan Kewirausahaan Harus Terus Digencarkan, 59 Persen Tenaga Kerja Indonesia Masuk Sektor Informal

Semoga Bencana Serupa Tidak Terulang, Basarnas Akhiri Monitoring KMP Mutiara Sentosa II yang Terbakar

Perkuat Kolaborasi, Upaya Membumikan Nilai-nilai Pancasila di Sekolah Harus Terus Digencarkan

Perkuat Upaya Pelestarian Seni, Pembangunan Taman Budaya Bantul Tahap I Selesai Desember

Membanggakan, 38 Atlet Indonesia Raih Medali dari Kejuaraan Taekwondo Asia

Usut Tuntas, Bea Cukai Jayapura Catat Lima Penindakan Narkotika Semester I Tahun 2026

Pelestarian Budaya, 1.685 Layangan Meriahkan Mel Tanjung Kite Festival di Sanur Bali

Sabalenka Tersandung di Toronto Masters, Alexandrova Melaju ke Perempat Final

Tingkatkan Daya Saing UMKM, BI Catat Minat Investasi Capai Rp73 Triliun di Pamor Borneo 2026

Lumayan Hasil Ini, Pembalap Indonesia Veda Ega Finis Posisi Sembilan pada Moto3 Inggris 2026

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.