Budaya Mitigasi Bencana Dimulai dari Masyarakat
Kamis, 06 Agu 2026, 22:37 WIBMataram - Bupati Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB) Syarafuddin Jarot mendorong budaya mitigasi bencana agar dimulai dari masyarakat.
"Pengurangan risiko bencana bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah maupun relawan, tetapi merupakan tanggung jawab seluruh masyarakat," kata dia pada Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Sumbawa melalui keterangan resmi di Mataram, Kamis.
Menurutnya, budaya mitigasi harus menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari dengan segera menangani setiap potensi bencana yang ditemukan di lingkungan sekitar.
"Jangan menunggu bencana terjadi baru kita bergerak. Ketika melihat potensi bahaya, segera lakukan tindakan. Itulah budaya mitigasi yang harus kita bangun bersama," katanya.
Sebagai langkah konkret, Bupati Jarot menginstruksikan seluruh pemerintah desa di Kabupaten Sumbawa melaksanakan gotong royong pembersihan lingkungan sebagai upaya pencegahan dini terhadap potensi bencana.
Ia menjelaskan Kabupaten Sumbawa memiliki bentang alam yang kaya sekaligus menyimpan potensi berbagai bencana.
Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Sumbawa terus menguatkan implementasi program Sumbawa Hijau Lestari sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan yang mengintegrasikan pelestarian lingkungan dengan keselamatan masyarakat.
Menurutnya, Sumbawa Hijau Lestari bukan sekadar gerakan menanam pohon, tetapi gerakan membangun kesadaran bersama untuk menjaga kelestarian alam.
"Menanam pohon berarti menjaga sumber mata air, melindungi hutan berarti mengurangi ancaman longsor, mengelola sampah berarti menekan risiko banjir, dan menjaga mangrove berarti melindungi kawasan pesisir dari abrasi," kata dia.
Ia menambahkan pemerintah daerah juga terus memperkuat pengawasan terhadap praktik pembalakan liar melalui pembentukan Satgas Hutan.
Untuk itu, ia mengajak seluruh perangkat daerah, camat, kepala desa, dunia usaha, perguruan tinggi, organisasi masyarakat, serta Forum Pengurangan Risiko Bencana untuk terus memperkuat kolaborasi dalam menjaga lingkungan dan membangun budaya kesiapsiagaan.
Ia mengatakan pembangunan hanya akan berkelanjutan apabila dilaksanakan seiring dengan upaya pengurangan risiko bencana.
"Saya percaya, dengan kolaborasi yang semakin kuat, Sumbawa akan menjadi daerah yang semakin tangguh menghadapi bencana, lingkungannya semakin lestari, dan masyarakatnya semakin sejahtera," katanya.
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Dukung Anak Aktif, B&B Hadirkan Produk Personal Care dengan Wangi Tahan Lama
-
Kabar Duka, Putri Sulung Jenderal Hoegeng Reniyanti Meninggal Dunia di Usia 78 Tahun, Sempat Jalani Perawatan Jantung
-
Kesiapsiagaan Bencana Jadi Kunci Lindungi Kelompok Rentan
-
Warga Perlu Diedukasi Hadapi Bencana
-
Pemkab Sumedang Perkuat Mitigasi Dini Potensi Bencana di Musim Hujan
-
RSUD Lebong Bengkulu Tangani 96 Kasus DBD Sepanjang 2026
-
Review Google Pixel 11: Standar Baru Ponsel Flagship dengan Kamera 5x, AI Proaktif, dan Baterai 54 Jam - Penantang Serius Galaxy S26
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.