Kabar Duka, Putri Sulung Jenderal Hoegeng Reniyanti Meninggal Dunia di Usia 78 Tahun, Sempat Jalani Perawatan Jantung
Selasa, 08 Sep 2026, 13:27 WIBBandung - Putri sulung mantan Kapolri Jenderal Hoegeng Iman Santoso, Reni Soerjanti atau Reniyanti Hoegeng, meninggal dunia pada Selasa (8/9) dalam usia 78 tahun.
Berdasarkan keterangan keluarga besar, Reniyanti meninggal dunia pada pukul 00.44 WIB di Eka Hospital Depok.
Keluarga tidak mengungkapkan penyebab pasti meninggalnya almarhumah. Namun, kondisi kesehatan Reniyanti disebut menurun dalam beberapa waktu terakhir. Sekitar dua pekan lalu, ia sempat menjalani perawatan terkait kondisi jantung dan kemudian diperbolehkan kembali ke rumah.
Jenazah Reniyanti akan disemayamkan di rumah duka di kawasan Pesona Khayangan, Depok. Rencananya, jenazah akan dimakamkan di Pemakaman Giri Tama, Tonjong.
Jenazah almarhumah dijadwalkan diberangkatkan menuju rumah duka pada Selasa selepas waktu zuhur.
Reniyanti merupakan anak pertama dari tiga bersaudara putra-putri Jenderal Hoegeng. Dua adiknya adalah Aditya Soetanto Hoegeng dan Sri Pamujining Rahayu.
Reniyanti juga diketahui pernah menjadi pasangan aktor senior Rudy Wowor, aktor keturunan Manado-Belanda, pada 1975 hingga 2003. Dari hubungan tersebut, keduanya dikaruniai dua anak, yakni Siti Madinah dan Michael Ben Syura Sondia Wowor.
Selain itu, Reniyanti dikenal memiliki hubungan persahabatan dengan Megawati Soekarnoputri, mantan Presiden RI sekaligus putri Presiden pertama RI Soekarno. Keduanya diketahui pernah menempuh pendidikan di Perguruan Cikini.
Sosok Jenderal Hoegeng
Reniyanti merupakan putri dari Jenderal Hoegeng Iman Santoso, sosok yang hingga kini dikenang sebagai salah satu figur teladan dalam sejarah Kepolisian Negara Republik Indonesia.
Hoegeng menjabat sebagai Kapolri pada 1968â1971. Selama menjalankan tugas, ia dikenal memiliki gaya hidup sederhana, tegas dalam menjalankan aturan, serta memegang teguh integritas dan kejujuran.
Nama Hoegeng kerap dikenang karena sikapnya yang tidak mudah tergoda oleh fasilitas maupun kepentingan pribadi. Ia dikenal berani menindak pelanggaran tanpa memandang latar belakang pelakunya.
Kesederhanaan Hoegeng juga menjadi bagian penting dari citranya sebagai pejabat negara. Ia memilih menjalankan kehidupan secara sederhana meski menduduki jabatan tinggi.
Ketegasan, keberanian, dan sikap antikorupsi tersebut membuat nama Hoegeng tetap dikenang bahkan setelah puluhan tahun meninggalkan institusi kepolisian.
Sosoknya kemudian menjadi simbol integritas bagi banyak kalangan dan sering dijadikan contoh bahwa jabatan publik harus dijalankan dengan kejujuran, tanggung jawab, serta keberpihakan pada kepentingan masyarakat.
- Mantan Kapolri, Jenderal (Purn) Hoegeng
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: Antara
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.