Influenza H3N2 Subclade K Disebut Masuk Sulsel, Dinkes Siapkan Respons.
Kamis, 24 Sep 2026, 12:26 WIBDinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan merespons cepat serangan penyakit untuk varian Influenza A subtipe H3N2 subclade K dikenal sebagai Super Flu dikabarkan terdeteksi masuk ke wilayahnya.
"Nanti saya cek dulu datanya (suspek)," kata Kepala Dinas Kesehatan Sulsel Evy Mustikawati Arifin di sela menghadiri kegiatan Tasbih JKN diselenggarakan BPJS Kesehatan di  Makassar, Rabu (23/9).
Evy menuturkan, sejauh ini belum ada laporan masuk terkait suspek yang dimaksud, baik dari Dinkes Provinsi maupun Dinkes Kabupaten/Kota di Sulsel. Kendati demikian, pihaknya telah menyiapkan langkah antisipasi. Â
"Nanti pasti ada laporan-laporan dari layanan fasilitas pelayanan kesehatan, atau aduan masyarakat kepada fasilitas kesehatan masyarakat. Tentu (jika ada laporan) kita menindaklanjuti," paparnya.
Terkait dengan langkah antisipasi penularan virus tersebut, mantan Direktur RSUD Haji ini menyatakan, tim kesehatan telah disiagakan termasuk melaporkan perkembangan terbaru ditemukan di lapangan.Â
"Adapun apa yang kita lakukan nanti, tentunya penanganan. Kita lihat dari data yang masuk," ucap Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin asal kelahiran Kabupaten Luwu, Sulsel itu.Â
Sebelumnya, virus varian baru influenza A atau super flu pertama kali teridentifikasi di Amerika Serikat setelah dilaporkan oleh Centers for Disease Control and Prevention (CDC) pada Agustus 2025. Selanjutnya, dikabarkan menyebar ke berbagai negara termasuk di Indonesia.Â
Kemenkes RI mencatat, hingga akhir Desember 2025, ditemukan sebanyak 62 kasus super flu tersebar di delapan provinsi. Jumlah terbanyak di Provinsi Jawa Timur, Kalimantan Selatan dan Jawa Barat. Kendati demikian, sejauh ini kondisi masih terkendali. Â
Dari data yang dikumpulkan Kemenkes pada 13 Balai Besar atau Balai Laboratorium Kesehatan Masyarakat (B/BLKM), serta sembilan rumah sakit dan Laboratorium Biologi Kesehatan di Indonesia (Minggu epidemiologi ke-37) datanya masih bersifat sementara atau dapat berubah-ubah.Â
Sedangkan data (Minggu epidemiologi ke-36) dari 185 spesimen diperiksa, sebanyak 86 spesimen positif influenza. Dari jumlah itu, tercatat 76 spesimen influenza A (H1N1pdm09), delapan influenza A (H3N2), dan dua influenza B (Victoria).
Untuk influenza A (H3N2) subclade K disebut 'Super Flu' sudah terdeteksi di 13 provinsi. Data kumulatif pada Januari 2026, kasus terbanyak di Jawa Timur serta Kalimantan Selatan, masing-masing 18 kasus.Â
Disusul Jawa Barat 12 kasus, DKI Jakarta 11 kasus, Sumatera Selatan 5 kasus, Sumatera Utara 3 kasus, Bali dan Nusa Tenggara Timur masing-masing dua kasus. Penularan virus Super Flu tersebut mulai terdeteksi sejak Januari sampai September 2026.Â
Serangan Super Flu tersebut didominasi anak-anak. Ciri khasnya adalah gejalanya datang mendadak. Jika seseorang waktu pagi merasa sehat, saat sore menjelang malam tiba-tiba demam tinggi disertai badan lemas.Â
Mengalami nyeri otot pada punggung, paha, lengan, kelelahan ekstrim, sakit kepala intens dan gangguan pernapasan disertai batuk, sakit tenggorokan, sampai hidung berair atau tersumbat. Gejala biasanya muncul satu sampai empat hari setelah terinfeksi.Â
- Influenza H3N2
Redaktur: Yebdi Trismar
Penulis: Yebdi Trismar
Berita Terkait:
-
Demi Kenyamanan dan Keindahan, Pemkot Bandung Segera Tertibkan Reklame Ilegal
-
Universitas Pattimura Dukung Hilirisasi Sagu, Angkat Martabat Pangan Lokal Maluku
-
Kolaborasi Lanud Iswahjudi dan BBWS Bengawan Solo Bersihkan Sungai
-
Pemkab Pasaman Terima DBH Rp155,4 Juta untuk JKK-JKM Pekerja Sawit
-
Sudah Seminggu Tujuh Penambang Masih Terjebak di Tambang Freeport Papua
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.