Sulap Tebing 90 Meter Jadi Destinasi Dunia, Dosen ULM Petakan Wisata Ekstrem di Nateh

Kamis, 24 Sep 2026, 01:40 WIB

BANJARMASIN - Dosen Pendidikan Komputer FKIP Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Nuruddin Wiranda mendorong pemetaan wilayah berbasis teknologi untuk mengoptimalkan potensi wisata panjat tebing di Desa Nateh, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan. 

"Ke depan mengembangkan pemetaan wilayah panjat tebing berbasis teknologi untuk menarik para wisatawan dalam maupun luar negeri," kata Nuruddin yang akrab disapa Wira di Banjarmasin, Rabu (23/9).

Ket. Foto: Dosen Jurusan Pendidikan Komputer FKIP Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Nuruddin Wiranda (paling kanan) mengikuti pembukaan dua jalur baru panjat tebing di Tebing Batu Sawar, Desa Nateh, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan, pada 18–20 September 2026. — Sumber: ANTARA/Firman

Upaya tersebut merupakan tindak lanjut keterlibatannya dalam pembukaan dua jalur baru panjat tebing di Tebing Batu Sawar, Desa Nateh, pada 18–20 September 2026 sebagai bagian dari pengembangan potensi wisata olahraga di Kalimantan Selatan.

Dua jalur tersebut terdiri atas jalur panjat petualangan (adventure climbing) setinggi 90 meter dan jalur panjat rekreasi (fun climbing) setinggi 20 meter.

Pembukaan jalur tersebut melibatkan sejumlah organisasi dan komunitas, antara lain Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kalimantan Selatan, FPTI Hulu Sungai Tengah, Vertical Rescue Kalsel, TRM, Skasaba Rescue, Gambah Training Center (GTC), LEO Outdoor HST, Murakata Outdoor Service, Sispala Tunas Banua, Mapala Uniska, Ranix Climbing Club, HST Sport Climbing, Pemanjat Kalcer, BPK Rama, pengelola Wisata Goa Sawar, serta masyarakat Desa Nateh.

Melalui kolaborasi tersebut, Tebing Batu Sawar diharapkan berkembang sebagai destinasi panjat tebing dan wisata petualangan dengan tetap mengedepankan keselamatan, kelestarian lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat setempat.

Wira mengatakan keterlibatannya dalam pengembangan jalur panjat tersebut berawal dari diskusi dengan Muhammad Mukhlis dari Bidang Tebing Alam FPTI Kalimantan Selatan dan Eddy Supriyatna dari Badan Vertical Rescue FPTI Kalimantan Selatan.

Menurut dia, bentang alam Desa Nateh yang memiliki pegunungan, sungai berbatu, gua, dan kawasan Pegunungan Meratus memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata petualangan.

Pengembangan wisata panjat tebing tersebut juga diharapkan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat melalui jasa pemanduan, penyediaan perlengkapan, transportasi, konsumsi, penginapan, dan berbagai usaha lokal pendukung wisata.

Selain itu, Wira mendorong pengembangan aktivitas wisata petualangan yang ramah lingkungan dengan pemanfaatan ekosistem alam secara bertanggung jawab.

Keterlibatan dosen dalam kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat berbasis partisipasi dan kolaborasi.

Kegiatan tersebut juga membuka peluang penguatan kemitraan ULM dengan organisasi profesi, komunitas, pengelola wisata, dan masyarakat lokal dalam pengembangan potensi daerah.

  • panjat tebing desa nateh
  • tebing batu sawar
  • ulm
  • fpti kalsel

Redaktur: alfred

Penulis: Alfred, Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.