• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • James Gunn Dikabarkan Teta...

James Gunn Dikabarkan Tetap Pimpin DC Studios di Tengah Merger Warner Bros. dan Paramount Skydance

Minggu, 04 Okt 2026, 01:30 WIB

Jakarta - Sosok sineas James Gunn tampaknya tetap bertahan di rumah produksi DC Studios di tengah ramainya merger Warner Bros. Discovery oleh raksasa hiburan lainnya Paramount Skydance.

Kabar ini berasal dari sumber internal berdasarkan laporan The Hollywood Reporter, Jumat (2/10) waktu setempat, yang menyebut bahwa James Gunn bersama petinggi DC Studios lainnya Peter Safran telah melakukan pertemuan dengan petinggi Skydance David Ellison pada Kamis (1/10).

Ket. Foto: James Gunn saat mengarahkan aktor di set film "Superman" (2025). — Sumber: Antara

Pertemuan itu tampaknya berlangsung positif dan kedua petinggi DC Studios diminta untuk tetap bertahan di rumah produksi itu dan "terus melakukan apa yang sedang kalian lakukan," menurut salah satu sumber.

DC Studios tampaknya memiliki peranan penting dalam susunan Skydance yang baru setelah WBD masuk menjadi bagian dari perusahaan hiburan tersebut.

Dalam video perkenalan Skydance yang baru, terdapat logo-logo mereka usaha yang tampaknya penting. Selain terlihat logo gunung ciri khas Paramount, perisai ciri khas Warner Bros, ternyata logo bundar DC Studios turut masuk ke dalamnya.

Kehadiran DC dalam konstelasi tersebut merupakan sinyal kuat yang menunjukkan betapa pentingnya DC, baik studio maupun penerbitnya, bagi perusahaan baru ini.

Belum jelas bagaimana kedua pimpinan tersebut, dan DC secara umum, masuk ke dalam struktur organisasi Skydance.

Tidak diketahui kepada siapa Gunn dan Safran akan melapor, apakah langsung kepada Ellison selaku Pendiri dan CEO Skydance Media atau kepada Josh Greensteindan Dana Goldberg sebagai Pimpinan di Paramount.

Meski begitu satu hal yang pasti, pemilik Skydance Media mendukung sepenuhnya posisi James Gunn dan Peter Safran sebagi pimpinan dalam rumah produksi DC Studios.

Konsensus umum adalah mereka setidaknya harus menyelesaikan perilisan film-film yang sudah selesai atau dalam tahap pasca-produksi, yaitu film thriller horor mendatang Clayface (23 Oktober), dan terutama Man of Tomorrow , sekuel Superman beranggaran besar yang akan tayang Juli 2027.

Sebagai bentuk dukungan, Ellison mengunjungi lokasi syuting film tersebut di Atlanta selama musim panas.

Tidak ada yang menginginkan terulangnya situasi yang terjadi pada perilisan The Flash dan Aquaman and the Lost Kingdom pada 2023, dua film yang dibuat oleh satu studio dan dirilis oleh studio lain, dan yang akhirnya terlantar begitu saja. Kedua film tersebut berkinerja buruk di box office.

Namun demikian, nasib para eksekutif bisa berubah dengan cepat. Petinggi Warner Bros. Pam Abdy dan Michael DeLuca adalah contohnya. Padahal sebelumnya, kedua orang itu juga sempat bertemu David Ellison di musim panas 2026 dan sempat diyakini tetap bertahan meski merger dilakukan.

Namun setelah itu, kondisi di lapangan tampaknya berubah dan membuat mereka harus tersingkir di tengah peleburan perusahaan.

Terlepas dari itu, kemunculan logo DC juga merupakan kabar baik bagi DC Comics, yang dalam dua tahun terakhir telah mengalami perubahan haluan di mana penerbit tersebut telah melampaui penjualan dan pangsa pasar dari pesaingnya, Marvel Comics, untuk pertama kalinya dalam beberapa dekade.

Hal itu berkat Absolute Universe yang baru dan fokus pada pembangunan kembali hubungan dengan para kreator.

Sebelum terjadinya merger dengan Skydance, dalam beberapa tahun terakhir, sempat muncul rumor bahwa Warner Bros. Discovery di bawah kepemimpinan David Zaslav ingin menjual DC Studios. Namun kemungkinan hal itu terjadi kini semakin kecil. “Ini adalah penghasil IP,” kata seorang sumber yang mengetahui seluk-beluk DC dan dunia komik.

  • DC Studios

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.