City Sukses Manfaatkan Ketersandungan Arsenal

Selasa, 22 Sep 2026, 06:52 WIB

LONDON – Manchester City memasuki jeda internasional dengan posisi yang berubah. Kemenangan dramatis atas Sunderland membawa City ke puncak klasemen Liga Inggris. Sedangkan di Spanyol, Real Madrid, justru harus menata ulang langkah setelah kalah dalam derbi Madrid.

Dua hasil berbeda itu membuat pekan berikutnya menjadi momentum penting bagi kedua klub untuk mempertahankan sekaligus memperbaiki posisi di papan atas. City berhasil memanfaatkan kekalahan Arsenal dengan cara yang tidak mudah. Menjamu Sunderland di Etihad Stadium, Senin (21/9) dini hari WIB, tim asuhan Enzo Maresca menang 5-3 dalam pertandingan yang berlangsung terbuka dan penuh tekanan.

Ket. Foto: Gelandang Sunderland Daniel Ballard (kiri), berduel dengan penyerang Manchester City Erling Haaland, dalam pertandingan Liga Premier Inggris antara Manchester City lawan Sunderland di Stadion Etihad, Manchester pada 20 September 2026. — Sumber: PETER POWELL / AFP

Sebelumnya, Arsenal secara mengejutkan menyerah 0-3 di markas Brighton. Hasil tersebut membuka jalan bagi City untuk mengambil alih posisi teratas. Namun, Sunderland hampir menggagalkan kesempatan itu setelah mampu memberikan perlawanan sengit sepanjang pertandingan.

Enzo Fernandez membuka keunggulan City melalui tendangan bebas yang mengecoh Robin Roefs. Sunderland kemudian bangkit lewat Brian Brobbey yang mencetak dua gol. Di antara dua gol tersebut, Rayan Cherki sempat membawa City kembali unggul.

Antoine Semenyo kemudian menjadi pembeda dengan mencetak dua gol, masing-masing menjelang turun minum dan pada awal babak kedua. Sunderland tidak menyerah. Brobbey melengkapi hat-trick setelah memanfaatkan umpan Nilson Angulo dan membuat City kembali berada dalam tekanan.

Erling Haaland akhirnya memastikan kemenangan City pada fase akhir pertandingan. Gol tersebut sekaligus menegaskan catatan Haaland sebagai pemain yang telah mencetak gol ke gawang seluruh lawan yang pernah dihadapinya di Liga Inggris.

Bagi City, tiga poin jauh lebih penting daripada cara mereka mendapatkannya. Maresca bahkan mengakui dirinya tentu lebih memilih kemenangan sederhana 1-0 daripada pertandingan penuh ketegangan seperti menghadapi Sunderland. Namun, hasil tersebut tetap membawa City ke puncak pada saat yang tepat.

Kini tantangan berikutnya adalah mempertahankan posisi tersebut setelah jeda internasional. City harus menunjukkan bahwa keberhasilan menyalip Arsenal bukan sekadar keuntungan sesaat akibat rivalnya kehilangan poin. Konsistensi akan menjadi kunci ketika persaingan kembali berlangsung.

Situasi berbeda dialami Real Madrid. Kekalahan 1-2 dari Atletico Madrid membuat Madrid turun ke posisi keempat dan tertinggal enam poin dari Barcelona yang masih berada di puncak. Atletico kini menempati posisi kedua dengan 16 poin, sedangkan Real Betis berada di peringkat ketiga.

Derby Madrid berubah setelah Dean Huijsen menerima kartu merah pada awal babak kedua. Bek Madrid itu dinilai sebagai pemain terakhir yang menjatuhkan Giuliano Simeone di kotak penalti. Alejandro Grimaldo kemudian mengeksekusi penalti dan membawa Atletico unggul.

Enam menit kemudian, Jonathan David menggandakan keunggulan tuan rumah setelah menyelesaikan umpan silang mendatar Giuliano Simeone. Madrid hanya mampu membalas melalui sundulan Antonio Rudiger pada fase akhir pertandingan.

Vinicius Junior, Kylian Mbappe, dan Jude Bellingham yang menjadi tumpuan Madrid tidak mampu memberikan perubahan besar. Kekalahan tersebut sekaligus menjadi pekerjaan rumah bagi tim asuhan Jose Mourinho sebelum kompetisi kembali bergulir.

Pertandingan juga meninggalkan kontroversi. Jose Mourinho mempertanyakan sejumlah keputusan wasit Miguel Angel Ortiz Arias. Mourinho menyoroti dua insiden pada babak pertama yang menurutnya layak menghasilkan kartu merah bagi pemain Atletico. Ia bahkan membawa gambar kedua kejadian tersebut dalam konferensi pers.

Mourinho juga menyoroti tekel terhadap Federico Valverde yang kemudian diketahui mengalami trauma serius pada pergelangan kaki kirinya. Namun, Diego Simeone memilih tidak memperpanjang polemik. Pelatih Atletico itu minta semua pihak menjaga batas dalam memberikan komentar dan tetap menghormati wasit serta lawan.

“Kami harus tahu bagaimana menghormati orang lain, wasit dan rekan-rekan,” kata Simeone. Bagi Real Madrid, jeda internasional menjadi kesempatan untuk melakukan evaluasi. Posisi keempat bukanlah gambaran ideal setelah awal musim yang menjanjikan. Madrid harus segera menemukan kembali stabilitas permainan jika ingin mengejar Barcelona dan menghadapi tekanan dari Atletico serta Betis. ben/AFP/G-1

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.