Pemkot Bogor Berkomitmen Perkuat Akses Pendidikan Lewat Beasiswa dan PKBM

Jumat, 31 Jul 2026, 16:58 WIB

BOGOR - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor terus memperkuat komitmennya dalam memastikan seluruh warga mendapatkan hak pendidikan, termasuk melalui berbagai program intervensi, mulai dari beasiswa pendidikan hingga penguatan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor, Herry Karnadi, mengatakan pada tahun ajaran 2026-2027 terdapat sekitar 13 ribu lulusan SD yang melanjutkan ke jenjang SMP. Sementara kapasitas SMP negeri di Kota Bogor berada di kisaran 7 ribu peserta didik.

Ket. Foto: — Sumber: kotabogor.go.id

Ada sekitar 6 ribu siswa yang melanjutkan melalui jalur lain. Herry menuturkan bahwa angka tersebut tidak bisa langsung diartikan sebagai anak putus sekolah.

"Karena sebagian melanjutkan ke sekolah swasta dan sebagian masuk dalam program intervensi pemerintah,” ujar Herry di Balai Kota Bogor, Kamis (30/7).

Ia menjelaskan, Pemkot Bogor telah menyiapkan berbagai skema agar keterbatasan daya tampung sekolah negeri tidak menjadi hambatan bagi masyarakat untuk mendapatkan pendidikan.

Sekitar 2 ribu siswa mendapatkan dukungan melalui program beasiswa pendidikan di sekolah swasta bagi warga yang memiliki keterbatasan ekonomi. Sementara sekitar 4 ribu siswa lainnya telah melanjutkan pendidikan melalui sekolah swasta.

Selain jalur pendidikan formal, Pemkot Bogor juga memperkuat pendidikan nonformal melalui program PKBM sebagai bagian dari upaya memperluas layanan pendidikan.

“Di sinilah peran pemerintah hadir. PKBM menjadi salah satu instrumen untuk menjangkau anak-anak yang memiliki hambatan melanjutkan pendidikan, baik karena faktor ekonomi maupun faktor lainnya,” tutur dia.

Melalui akselerasi program PKBM di enam kecamatan, sebanyak 848 warga belajar tercatat mengikuti pendidikan gratis untuk Tahun Ajaran 2026/2027.

Capaian tersebut melanjutkan keberhasilan tahun ajaran sebelumnya, di mana sebanyak 3.423 peserta didik PKBM berhasil menyelesaikan pendidikan dan menerima ijazah. Mereka terdiri dari lulusan Paket A setara SD, Paket B setara SMP, dan Paket C setara SMA.

Herry menilai capaian itu menunjukkan bahwa kolaborasi pemerintah, masyarakat, dan lembaga pendidikan mampu menghadirkan solusi bagi warga yang membutuhkan layanan pendidikan alternatif.

“Program pendidikan kesetaraan ini menjadi bukti bahwa pemerintah hadir  memastikan tidak ada warga yang kehilangan kesempatan untuk belajar,” kata dia.

Ia menambahkan, persoalan keterbatasan daya tampung sekolah negeri dibandingkan jumlah lulusan SD merupakan tantangan yang juga dihadapi banyak daerah. Karena itu, pemerintah perlu menghadirkan berbagai pilihan layanan pendidikan agar seluruh anak tetap memperoleh haknya.

Dengan penguatan sekolah formal, dukungan sekolah swasta, program beasiswa, serta PKBM, Pemkot Bogor terus mendorong terwujudnya visi Bogor Cerdas melalui pemerataan akses pendidikan bagi seluruh masyarakat. ils/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Ilham Sudrajat

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.