Motorola Razr 60: Ponsel Lipat Stylish dengan Cover Screen Fungsional
Jumat, 31 Jul 2026, 16:43 WIBMotorola Razr 60 hadir sebagai smartphone lipat jenis clamshell. Model ini menawarkan kombinasi desain bergaya, layar eksternal berukuran besar, serta harga yang relatif lebih terjangkau dibandingkan sejumlah ponsel lipat flagship.
Di pasar Amerika Utara, perangkat ini dipasarkan dengan nama Motorola Razr 2025, sedangkan di pasar internasional termasuk Indonesia menggunakan nama Razr 60. Media teknologi internasional seperti GSMArena, Tech Advisor, Expert Reviews, dan Notebookcheck telah menguji perangkat ini dan memberikan gambaran yang cukup jelas mengenai kelebihan serta kekurangannya.
Mereka menyimpilkan ponsel ini cukup menarik untuk dimiliki. Razr 60 merupakan ponsel lipat yang menyenangkan digunakan, tetapi peningkatannya dibandingkan Razr 50 tergolong terbatas.
Desain Jadi Salah Satu Kekuatan Utama
Secara desain, Razr 60 masih mempertahankan konsep clamshell khas keluarga Razr. Ketika ditutup, ukurannya menjadi sangat ringkas sehingga mudah dimasukkan ke dalam saku. Ketika dibuka, pengguna mendapatkan layar utama berukuran 6,9 inci. Motorola juga memberikan sejumlah peningkatan pada konstruksi perangkat, termasuk sertifikasi IP48.
Tech Advisor, dalam reviewnya pada Oktober 2025, memasukkan desain dengan sertifikasi IP48 sebagai salah satu kelebihan utama Razr 60. Namun, media tersebut juga menilai bahwa secara keseluruhan desain dan pengalaman penggunaan Razr 60 masih sangat mirip dengan Razr 50.
Sementara itu, Notebookcheck menilai Razr 60 sebagai ponsel flip yang menarik bagi pengguna yang mengutamakan desain. Media tersebut menyoroti pilihan warna Pantone dan material bodi sebagai salah satu daya tarik perangkat.
Namun, Notebookcheck juga menyimpulkan bahwa peningkatan dibandingkan Razr 50 relatif kecil. Dengan kata lain, Motorola tidak melakukan perubahan desain yang revolusioner. Namun, desain Razr 60 memang sudah cukup matang sehingga tidak terlalu membutuhkan perubahan besar.
Layar Utama: Salah Satu yang Paling Menarik
Razr 60 menggunakan layar utama pOLED berukuran 6,9 inci dengan resolusi FHD+ dan refresh rate hingga 120Hz. Layar ini menjadi salah satu bagian yang mendapatkan penilaian positif dari media internasional.
GSMArena menyebut layar internal Razr 60 yang nyaris tidak terlihat lipatannya sebagai salah satu keunggulan perangkat. Media tersebut juga menilai kualitas layar dan layar eksternal Razr 60 setidaknya mampu bersaing dengan perangkat foldable lain di kelasnya.
Lipatan pada layar memang masih dapat dirasakan ketika jari melewatinya, tetapi secara visual tidak terlalu mengganggu. Untuk menonton YouTube, Netflix, membaca berita, membuka media sosial, hingga bermain gim, layar 6,9 inci memberikan pengalaman yang cukup luas.
Cover Screen Menjadi Keunggulan Penting
Salah satu alasan Razr 60 menarik adalah layar eksternalnya. Motorola membekali perangkat ini dengan layar pOLED 3,6 inci beresolusi 1.056 x 1.066 piksel dan refresh rate 90Hz.
Yang membuatnya berbeda adalah layar tersebut tidak sekadar digunakan untuk melihat jam dan notifikasi.
Tech Advisor memberikan perhatian khusus terhadap cover screen Razr 60. Menurut media tersebut, layar eksternal Motorola lebih fungsional dibandingkan layar eksternal pada sejumlah pesaing. Pengguna bahkan dapat menjalankan banyak aplikasi ketika perangkat masih dalam kondisi tertutup yang membuat Razr 60 terasa lebih praktis.
Pengguna bisa membaca pesan, mengontrol musik, melihat informasi tertentu atau melakukan aktivitas sederhana tanpa harus membuka ponsel. Bagi sebuah ponsel lipat, fungsi semacam ini penting karena salah satu tujuan utama smartphone clamshell adalah mengurangi kebutuhan untuk terus membuka perangkat.
GSMArena juga menempatkan cover screen berukuran besar dan fungsional sebagai salah satu keunggulan Razr 60.
Di sektor performa, Motorola menggunakan chipset MediaTek Dimensity 7400X. Chipset ini sebenarnya merupakan peningkatan dari Dimensity 7300X yang digunakan Razr 50. Namun, peningkatannya tidak terlalu besar. Hal tersebut menjadi salah satu kritik paling konsisten dari media internasional.
Tech Advisor menyebut performa sebagai titik lemah utama Razr 60. Media tersebut menilai Dimensity 7400X bukan peningkatan generasional yang berarti dibandingkan Dimensity 7300X. Dengan RAM 8 GB, Tech Advisor bahkan menemukan adanya beberapa jeda atau lag ketika menggunakan sistem operasi dan membuka aplikasi.
Penilaian tersebut sejalan dengan GSMArena. Dalam review-nya, laman itu menyebut chipset Razr 60 masih kurang bertenaga dan tidak mengalami peningkatan berarti dibandingkan generasi sebelumnya. Artinya, Razr 60 bukan pilihan utama bagi pengguna yang mengejar performa.
Untuk penggunaan sehari-hari seperti WhatsApp, Instagram, TikTok, YouTube, browsing, navigasi dan aplikasi pekerjaan, performanya masih mencukupi. Namun, jika pengguna menginginkan ponsel lipat untuk bermain gim berat atau menjalankan aplikasi yang membutuhkan performa tinggi, perangkat ini bukan yang paling ideal.
Sektor Kamera Cukup Baik
Razr 60 memiliki kamera utama 50 MP dengan OIS dan kamera ultrawide 13 MP. Kamera depan menggunakan sensor 32 MP. Di atas kertas, konfigurasi tersebut terlihat cukup menjanjikan. Namun, lagi-lagi media internasional memberikan catatan.
GSMArena menilai pemrosesan kamera Razr 60 belum mengalami peningkatan berarti. Bahkan, media tersebut menyebut kualitas pemrosesan gambar masih menjadi salah satu kelemahan perangkat.
Notebookcheck juga memiliki penilaian serupa. Dalam review-nya, media tersebut menyebut kemampuan kamera Razr 60 masih tergolong biasa-biasa saja dan tidak memberikan peningkatan besar dibandingkan pendahulunya.
Namun, ada satu kemampuan kamera yang menarik. Karena memiliki cover screen besar, kamera utama dapat digunakan untuk mengambil foto selfie dengan kualitas lebih tinggi. Pengguna dapat melihat preview melalui layar eksternal sebelum mengambil gambar. Untuk pengguna yang sering membuat konten media sosial, fitur ini cukup berguna.
Kapasitas Baterai Bertambah
Motorola meningkatkan kapasitas baterai Razr 60 menjadi 4.500 mAh. Secara teori, peningkatan kapasitas tersebut seharusnya memberikan daya tahan yang lebih baik dibandingkan Razr 50. Namun, hasil pengujian media internasional tidak sepenuhnya menunjukkan hal tersebut.
GSMArena justru menemukan daya tahan baterai yang kurang mengesankan pada unit pengujian mereka, meskipun kapasitas baterainya meningkat. Hal ini menunjukkan bahwa kapasitas baterai bukan satu-satunya faktor penentu daya tahan. Layar 120Hz, konektivitas 5G, penggunaan kamera dan karakter chipset juga berpengaruh terhadap konsumsi daya.
Untuk penggunaan normal, baterai Razr 60 masih tergolong memadai untuk aktivitas sehari-hari. Namun, jangan membeli perangkat ini hanya karena melihat angka 4.500 mAh.
Software: Hello UI dan Moto AI
Razr 60 menjalankan Android 15 dengan antarmuka Hello UI. Salah satu karakter Motorola adalah antarmuka yang relatif dekat dengan Android standar. Pengguna tidak mendapatkan tampilan yang terlalu berat dengan banyak modifikasi.
GSMArena memberikan penilaian positif terhadap pengalaman software Razr 60. Media tersebut menilai Moto software dan Hello UI menjadi salah satu kekuatan perangkat, termasuk fitur AI serta fleksibilitas penggunaan cover screen.
Motorola juga menghadirkan berbagai fitur Moto AI yang dirancang untuk membantu aktivitas pengguna. Namun, dukungan software menjadi aspek yang perlu dipertimbangkan jika perangkat akan digunakan dalam jangka panjang.
Razr 60 sudah menggunakan speaker stereo. Namun, Tech Advisor menilai kualitas suara yang dihasilkan masih kurang mengesankan. Output audio dinilai cukup tipis sehingga pengguna yang menginginkan kualitas suara lebih baik akan lebih puas menggunakan earphone atau speaker eksternal.
Hal ini sebenarnya bukan masalah besar untuk penggunaan sehari-hari, tetapi menjadi catatan jika perangkat digunakan untuk menonton film atau mendengarkan musik tanpa headphone.
Performa
Pertanyaan ini menjadi menarik karena Razr 60 tidak menawarkan lompatan spesifikasi besar dibandingkan Razr 50. Notebookcheck menyimpulkan bahwa Razr 60 hanya mengambil langkah kecil dibandingkan pendahulunya.
Media tersebut mencatat adanya peningkatan pada performa, kapasitas baterai, tingkat kecerahan layar dan Wi-Fi, tetapi tidak menemukan alasan yang benar-benar kuat bagi pemilik Razr 50 untuk melakukan upgrade.
GSMArena juga memberikan kesimpulan yang hampir sama. Media tersebut memberikan skor 80 persen, dengan apresiasi terhadap layar, cover screen dan software, tetapi mengkritik chipset, kamera serta daya tahan baterai. Sementara itu, Notebookcheck memberikan skor 78 persen.
Penilaian tersebut memperlihatkan posisi Razr 60 dengan cukup jelas. Perangkat ini bukan smartphone yang unggul karena spesifikasinya. Ia lebih unggul karena pengalaman penggunaan yang ditawarkan.
Motorola Razr 60 tampil menawan dengan desain stylish dan bentuk yang terasa sangat compact ketika dilipat. Pengalaman visual pada layar utamanya tergolong memuaskan berkat panel 6,9 inci berkecepatan refresh 120Hz dengan lipatan layar yang relatif tidak mengganggu.
Daya tarik utamanya makin terasa lewat keberadaan cover screen 3,6 inci yang sangat fungsional, tidak hanya untuk navigasi cepat tetapi juga untuk memanfaatkan kamera utama ber-OIS sebagai kamera selfie.
Daya tahan fisiknya pun sudah dibekali sertifikasi IP48, sementara dari segi sistem, penggunaan Hello UI yang relatif bersih berpadu harmonis dengan hadirnya fitur cerdas Moto AI. Baterainya yang berkapasitas 4.500 mAh juga sudah mendukung kemudahan wireless charging.
Namun, ponsel lipat ini bukannya tanpa keterbatasan. Performa dapur pacu dari Dimensity 7400X masih berada di bawah standar ponsel flagship, dengan peningkatan yang tergolong sangat terbatas jika dibandingkan dengan Razr 50. Sektor kamera juga belum mengalami lompatan berarti; hasil tangkapan di kondisi minim cahaya masih terasa biasa saja dan belum dilengkapi sensor telefoto.
Selain itu, daya tahan baterainya bukan yang terbaik di kelasnya, ditambah pengisian daya 30W serta kualitas speaker stereo yang ditawarkan terbilang biasa-biasa saja. Kompromi-kompromi tersebut membuat Motorola Razr 60 terasa kurang begitu menarik bagi pengguna yang mencari peningkatan signifikan dari generasi sebelumnya.
Di tanah air perangkat mulai dipasarkan pada 27 Juli 2026 dengan harga special launch Rp10.999.000. Konsumen juga berkesempatan memperoleh manfaat tambahan dengan nilai hingga Rp2 juta melalui sejumlah mitra, termasuk XL Axiata, Vision+, Mister Aladin, DMS+, dan MotionPay.
- Motorola
- ponsel lipat
- Smartphone Lipat
- Motorola Razr 60
- HP Lipat
- Motorola Razr 2025
- Razr 60
- Review Motorola Razr 60
- Review HP
- Smartphone 5G
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Haryo Brono
Berita Terkait:
-
Menbud Berharap Ajang FFI 2026 Lahirkan Talenta Baru Perfilman Indonesia
-
Pemerintah Didesak Percepat Migrasi ke Kompor Listrik
-
Tiga Calon Haji NTB Kloter 4 Kabupaten Bima Tidak Laik Terbang
-
Biaya Produksi Industri Semakin Meningkat
-
Demi Pulihkan Kelistrikan Aceh, PLN Icon Plus Aktivasi Jaringan Komunikasi
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.