• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Cegah DBD dengan 3M+, Gera...

Cegah DBD dengan 3M+, Gerakan Sederhana yang jadi Kunci Pencegahan

Jumat, 31 Jul 2026, 18:10 WIB

JAKARTA - Untuk mendukung upaya promotif dan preventif Pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) di Indonesia, Soffell dari Enesis Group kembali bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Dinas Kesehatan DKI Jakarta dan Dinas Pendidikan Jakarta, dalam program CSR “Asean Dengue Day 2026”.

Melalui kolaborasi ini, Enesis Group hadir dalam rangkaian kegiatan roadshow edukasi di SDN 03 & 05 Tanah Tinggi, SDN 20 Utan Kayu Selatan, dan SDN 02 Mampang Prapatan.

Ket. Foto: — Sumber: Dok. Istimewa

Direktorat Penyakit Menular Kementerian Kesehatan, Agus Handito menekankan bahwa membangun kebiasaan 3M+ membutuhkan kesadaran kolektif. Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Indonesia masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat.

Data Kementerian Kesehatan mencatat, sepanjang tahun 2025 terdapat 161.752 kasus dengan 673 kematian. Hingga pertengahan 2026, tercatat 39.672 kasus dengan 105 kematian. Kelompok usia 5-14 tahun menyumbang 41% dari total kematian.

“Keberhasilan penanggulangan dengue tidak dapat dilakukan oleh sektor kesehatan saja. Dibutuhkan keterlibatan aktif pemerintah daerah, dunia pendidikan, sektor komunikasi publik, organisasi profesi, akademisi, masyarakat sipil, dan seluruh mitra pembangunan. Pendekatan kolaboratif berbasis bukti harus menjadi landasan dalam setiap implementasi program menuju target Indonesia Zero Kematian Akibat Dengue pada tahun 2030,” ujar Agus dalam keterangan tertulisnya, Jumat (31/7).

Padahal, pencegahan DBD dapat dilakukan dengan langkah sederhana melalui Gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M+ yang terdiri dari Menguras, Menutup, Mendaur Ulang. Tanpa biaya besar dan teknologi canggih, setiap keluarga dapat melakukannya. Namun, tantangannya adalah menjadikannya kebiasaan yang dilakukan secara konsisten.

Sementara itu, Head of Human Resources, Services and Public Relations Enesis Group, RM Ardiantara menekankan bahwa 3M+ harus menjadi bagian dari gaya hidup, bukan sekadar kegiatan sesaat.

Enesis Group bersama Kementerian Kesehatan RI mengajak masyarakat untuk menjadikan 3M+ sebagai kebiasaan harian. Dalam program “ASEAN Dengue Day 2026”, perusahaan melakukan roadshow edukasi ke empat sekolah dasar di Jakarta untuk menanamkan kesadaran sejak dini.

“Kami berharap Gerakan 3M+ tidak hanya menjadi jargon, tetapi menjadi kebiasaan yang diterapkan di sekolah, di rumah, dan di lingkungan masyarakat,” ujarnya.

Ardiantara juga menambahkan bahwa perlindungan diri dari gigitan nyamuk juga menjadi langkah penting yang melengkapi 3M+. Kombinasi antara lingkungan bersih dan perlindungan tubuh yang optimal akan menciptakan pertahanan ganda yang efektif.

“Sebagai perusahaan Indonesia yang juga hadir di sejumlah negara ASEAN, kami berharap semangat Gerakan Bebas Dengue yang dimulai dari Indonesia dapat menginspirasi lahirnya inisiatif serupa di negara-negara ASEAN lainnya,” tambahnya.

Seperti yang diketahui 3M+ bukanlah gerakan baru. Pemerintah telah lama menggaungkannya melalui berbagai program. Namun, tantangan utama adalah mengubah gerakan ini menjadi kebiasaan harian masyarakat.

Melalui kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat, target Indonesia Zero Dengue Death 2030 diharapkan dapat tercapai. Enesis Group berkomitmen untuk terus mendukung upaya promotif dan preventif pencegahan DBD melalui edukasi dan kolaborasi yang berkelanjutan.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Mohammad Zaki Alatas

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.