Melestarikan Peradaban Dayak Lewat Pameran Temporer

Kamis, 18 Jun 2026, 22:45 WIB

Banjarbaru - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi (Disdikbud) Kalimantan Selatan mendorong pelestarian peradaban suku Dayak melalui Pameran Temporer I di Museum Lambung Mangkurat di Banjarbaru guna mengedukasi publik tentang perjalanan masyarakat Dayak di daerah tersebut.

Pameran yang mengusung tema “Merawat yang Ada, Menjaga yang Tersisa” itu menampilkan narasi perjalanan sejarah, perkembangan kebudayaan, serta eksistensi masyarakat Dayak di Kalimantan Selatan sebagai bagian dari warisan budaya yang perlu terus dilestarikan di tengah perkembangan zaman.

Ket. Foto: Tarian suku Dayak pada pembukaan acara Pameran Temporer I Peradaban Suku Dayak di Museum Lambung Mangkurat, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Kamis (18/6/2026). — Sumber: Antara

Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kalsel Eddy Suwanto di Banjarbaru, Kamis, mengatakan, selain menjadi ruang pelestarian budaya, kegiatan tersebut juga sebagai sarana edukasi bagi generasi muda, agar lebih mengenal identitas, nilai-nilai tradisi, serta kontribusi masyarakat Dayak dalam pembentukan peradaban daerah di Kalimantan Selatan.

“Kami mengapresiasi UPTD Museum Lambung Mangkurat atas terselenggaranya pameran tersebut karena ini sejalan dengan arah pembangunan kebudayaan daerah dan penguatan identitas lokal di Kalimantan Selatan,” ujarnya.

Menurut dia, kegiatan ini merupakan inisiatif yang baik dari UPTD Museum Lambung Mangkurat yang sekaligus menjawab visi dan misi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), terutama dalam penguatan dan pengangkatan kembali tradisi budaya Banjar dan Dayak di Kalimantan Selatan.

“Kegiatan ini tema yang pertama. Ini inisiatif yang luar biasa dari Kepala Museum, menjawab dari visi-misi RPJMD, terutama misi satu yaitu mengangkat lagi tradisi budaya Banjar dan Dayak,” katanya.

Ia berharap Museum Lambung Mangkurat tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan koleksi benda bersejarah, tetapi juga mampu menjadi ruang hidup kebudayaan yang mengintegrasikan nilai-nilai budaya ke berbagai dimensi kehidupan masyarakat.

Dia menyampaikan penguatan peran museum perlu diarahkan pada aspek pendidikan, ekspresi budaya, serta potensi ekonomi berbasis kebudayaan agar keberadaan museum memberikan manfaat yang lebih luas dan berkelanjutan bagi masyarakat.

“Museum ini kan bukan hanya tempat warisan ya, bukan tempat koleksi sebenarnya, tapi lebih kepada bagaimana nanti warisan ini diturunkan kepada generasi selanjutnya,” ujar Eddy Suwanto.

Disdikbud Kalsel berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pelestarian budaya lokal semakin meningkat, sekaligus memperkuat posisi Kalimantan Selatan sebagai daerah yang kaya akan warisan peradaban dan identitas budaya yang terus hidup lintas generasi.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.