Bukan Sekadar Minuman, Industri Kopi Jadi Senjata Baru Perluas Akses Pasar UMKM

Jumat, 31 Jul 2026, 19:20 WIB

MEDAN – Industri kopi memiliki peran strategis sebagai penggerak ekonomi yang menghubungkan sektor pertanian, pengolahan, hingga perdagangan dan pariwisata.

Meningkatnya permintaan terhadap kopi berkualitas membuka peluang bagi petani dan pelaku usaha untuk meningkatkan nilai tambah melalui pengolahan, branding, dan perluasan pasar.

Ket. Foto: Ilustrasi-Para pelaku usaha kopi saat berkumpul di Kota Cirebon, Jawa Barat. — Sumber: ANTARA/ Fathnur Rohman.

Namun, daya saing industri kopi juga bergantung pada konsistensi kualitas, keberlanjutan budidaya, serta kemampuan beradaptasi dengan perubahan tren konsumsi dan dinamika pasar global.

Asisten Deputi Perluasan Pasar Usaha Menengah Kementerian UMKM, Harun Adama Sume mengatakan industri kopi menjadi salah satu sektor strategis yang mampu menciptakan lapangan usaha sekaligus memperluas akses pasar bagi pelaku UMKM.

"Melalui fasilitasi keikutsertaan dalam pameran ini, Kementerian UMKM mendorong para pengusaha untuk kembali terhubung dengan pasar, memperluas jejaring usaha, membangun kemitraan bisnis, serta meningkatkan daya saing produknya," katanya di saat membuka Indonesia Coffee Expo (ICX) Medan 2026 di Medan, Jumat (31/7).

Kehadiran Kementerian UMKM pada Indonesia Coffee Expo (ICX) 2026 merupakan bagian dari implementasi Program UMKM Bangkit yang diarahkan untuk mempercepat pemulihan akses pasar bagi pengusaha sektor kopi yang terdampak bencana di wilayah Sumatera pada tahun 2025.

"Industri kopi menjadi salah satu sektor yang mampu menciptakan banyak peluang usaha bagi UMKM. Melalui ICX, kami berharap semakin banyak pengusaha kopi yang dapat memperluas jaringan usaha, meningkatkan kualitas produknya, serta membuka peluang pasar yang lebih luas," katanya.

SEVP Digital Business PT Bank Tabungan Negara (BTN) Thomas Wahyudi mengatakan penguatan industri kopi perlu diimbangi dengan sistem keuangan yang mampu mempercepat transformasi digital UMKM.

Menurut dia, dukungan terhadap ekosistem digital menjadi salah satu faktor penting untuk meningkatkan daya saing pelaku usaha.

"Pertumbuhan industri kopi perlu didukung oleh ekosistem yang semakin kuat, termasuk dari sisi layanan keuangan dan transaksi digital. Kehadiran BTN di ICX menjadi bagian dari upaya mendukung digitalisasi transaksi sekaligus memperkuat daya saing UMKM," ujarnya.

Pameran ini berlangsung hingga 2 Agustus 2026 dengan menghadirkan 54 peserta pameran yang terdiri dari pelaku UMKM, petani kopi, roastery, coffee shop, penyedia mesin dan peralatan kopi, hingga berbagai industri pendukung.

Mengusung tema "Brewing Business, Shaping Lifestyle, and Coffee Excellence", ICX Medan menjadi wadah kolaborasi bagi seluruh pelaku industri kopi dari hulu hingga hilir.

Tidak hanya menjadi ajang promosi produk, pameran ini juga membuka peluang bisnis, memperluas jaringan perdagangan, serta memperkuat posisi kopi Indonesia di pasar domestik maupun internasional.

Selama tiga hari penyelenggaraan, pengunjung dapat mengeksplorasi beragam produk, teknologi, inovasi, dan tren terbaru industri kopi, sekaligus mengenal kekayaan kopi Nusantara melalui kehadiran berbagai origin unggulan seperti Kopi Sidikalang, Kopi Karo, Kopi Minang, Mandailing, hingga berbagai kopi khas Sumatra lainnya.

  • Industri Kopi

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.