- Home
-
- Luar Negeri
-
- Gempa Jepang dan Gempa Kol...
Gempa Jepang dan Gempa Kolombia
Selasa, 11 Agu 2026, 12:02 WIBOSAKA â Tidak kurang dari 22.000 rumah mengalami kerusakan akibat gempa bumi bermagnitudo 7,1 yang melanda Prefektur Kumamoto, Jepang, pekan lalu.
Secara khusus, sebanyak 21.800 rumah telah hancur, baik sebagian maupun seluruhnya, hingga saat ini; sementara 34.000 rumah tangga masih mengalami kekurangan air dan 6.100 orang terus tinggal di 97 tempat pengungsian, demikian disampaikan pihak berwenang pada Senin (10/8).
Penilaian terhadap skala kerusakan akibat gempa tersebut belum final, karena pemeriksaan terhadap bangunan-bangunan itu masih berlangsung. Pada 28 Juli lalu, gempa bumi bermagnitudo 7,1 melanda lepas pantai Kumamoto, hingga memicu peringatan tsunami di Teluk Ariake dan Teluk Yatsushiro.
Gempa susulan bermagnitudo 6,1Â terjadi dalam waktu kurang dari satu jam setelahnya. Menurut laporan terbaru, 39 orang tewas akibat bencana alam tersebut.
Gempa Kolombia
Sementara itu, terkait gempa Kolombia, Ahli kegempaan dari Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI), Daryono menyatakan fenomena seismotektonik pada gempa bumi magnitudo 7,4 di Kolombia memberikan pemahaman komprehensif mengenai mekanisme lempeng penunjam serta risikonya terhadap kegagalan struktur bangunan di kawasan perkotaan. Â
Dalam keterangan di Jakarta, Selasa, dia mengatakan bahwa guncangan gelombang seismik dari dalam lempeng (intraslab) tersebut memicu Puncak Percepatan Tanah (PGA) tinggi yang berdampak fatal pada bangunan bertingkat di area perkotaan.Â
"Gaya inersia mendadak ini bekerja langsung pada massa bangunan bertingkat serta struktur pasangan batu, memicu fenomena lantai lemah atau soft-story failure akibat beban lateral yang melampaui kapasitas elemen penopang utama," kata dia. Â
Dia menjelaskan bahwa ketidakmampuan struktur menahan simpangan antar-lantai berlanjut pada keruntuhan progresif (progressive collapse) atau keruntuhan total secara bertingkat (pancake collapse) yang melontarkan reruntuhan material beton rapuh ke area jalan raya. Â
Keruntuhan bangunan secara mendadak tersebut membangkitkan awan debu pekat (dust plume) masif yang menyelimuti pemukiman dan melumpuhkan jarak pandang, serta memicu bahaya sekunder berupa insiden kebakaran akibat kerusakan jaringan energi. Â
Secara parametrik, gempa Chocó yang mengguncang Kolombia pada 10 Agustus 2026 pukul 19.34 WIB tersebut berpusat di darat pada kedalaman menengah 110,3 km, tepatnya 5 kilometer sebelah selatan San José del Palmar, dengan dampak sementara menelan 132 korban jiwa. Â
Daryono menerangkan bahwa sumber gempa bersumber dari robeknya Lempeng Samudra Nazca atau Nazca Plate yang menunjam di bawah Lempeng Benua Amerika Selatan (intraslab earthquake) di sepanjang sistem subduksi Palung Kolombia-Ekuador-Peru-Chili, bukan dari bidang sentuh antarlempeng (megathrust). Â
Deformasi internal pada lempeng penunjam ini melepaskan gelombang seismik berfrekuensi tinggi yang merambat sangat efisien melalui material lempeng yang dingin dan padat, sehingga menghasilkan guncangan tanah di permukaan yang sangat destruktif meski tidak memicu potensi tsunami.
Rangkaian kerusakan fisik pada lingkungan terbangun di Kolombia tersebut dinilai patut menjadi pelajaran penting, bagi negara lain, termasuk Indonesia yang memiliki tatanan subduksi lempeng serupa di sepanjang Samudra Hindia hingga kawasan Indonesia timur.
"Efisiensi perambatan gelombang yang merusak bangunan non-standar hingga memicu kegagalan struktur menegaskan pentingnya audit ketat standar bangunan tahan gempa atau building code, pemetaan risiko seismik, serta penguatan kesiapsiagaan menghadapi dampak sekunder di kawasan perkotaan padat," kata Daryono menegaskan.
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Aloysius Widiyatmaka
Berita Terkait:
-
Harga Emas di Pegadaian Hari Ini Sabtu (11/4): UBS Rp2.890.000, Antam Rp2.972.000, Galeri24 Rp2.876.000 per Gram
-
960 Gempa Susulan Terjadi Pascagempa Utama Magnitudo 7,6 di Ternate
-
Matheus Cunha Sebut Michael Carrick Bawa Kembali Magis Era Alex Ferguson
-
Main Film Lagi, Cut Keke dan Diana Pungky Berperan di Film "5 cm: Revolusi Hati"
-
PWI Pusat Gelar Natal Bersama Wartawan Kristiani se-Jabodetabek
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.