Kembali Terulang! Harga Tomat Anjlok Saat Produksi Berlimpah, Petani Gigit Jari

Rabu, 29 Jul 2026, 00:00 WIB

JAKARTA – Harga tomat di tingkat petani mengalami koreksi tajam dalam beberapa pekan terakhir, imbas dari lonjakan produksi. Penurunan harga sekitar 10 persen tersebut membuat petani kian merugi.

Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, mengatakan koreksi harga ini harus segera direspons agar petani tidak merugi. "Pekan ini, harga tomat petani sedang terkoreksi. Yang biasanya sekitar 12.000 rupiah, sekarang hampir 1.000 sampai 1.600 rupiah per kilogram (kg). Karena itu, kami punya program aksi bela beli tomat petani," ujar Ketut pada Rapat Koordinasi Inflasi di Kemendagri di Jakarta, Senin (27/7).

Ket. Foto: GUSTI KETUT ASTAWA Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas - Pekan ini, harga tomat petani sedang terkoreksi. Yang biasanya sekitar 12.000 rupiah, sekarang hampir 1.000 sampai 1.600 rupiah per kilogram. — Sumber: antara

Dia juga mengajak kepala daerah untuk ikut menggerakkan aksi serupa. "Kami mengajak bapak dan ibu gubernur, bupati, maupun wali kota untuk menggerakkan dinas terkait agar ikut mendukung aksi ini. Dengan aksi bela beli, diharapkan petani menjadi lebih tenang karena pemerintah hadir ketika harga sedang turun," tambahnya.

Merespons kondisi tersebut, Badan Pangan Nasional (Bapanas)mengambil langkah cepat dengan memperkuat penyerapan hasil panen melalui Aksi Bela Beli Tomat Petani. Kegiatan ini digelar di Kantor Bapanas, Jakarta, Senin (27/7), dengan membeli tomat hasil panen petani asal Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, seharga 6.500 rupiah per kg.

Dalam aksi ini, Bapanas memfasilitasi pemasaran tomat segar yang dipasok dari Desa Cipendawa, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur. Kelompok tani setempat memasok sekitar 3,3 ton ke Jakarta dan 4 ton ke Bogor.

Respons Petani

Petani tomat Cianjur, Nana Ariatna mengaku program ini sangat membantu di tengah tantangan musim kemarau panjang yang membuat produksi tidak optimal. "Untuk petani sendiri ini sangat membantu. Kemarau yang cukup panjang membuat banyak tanaman tidak tumbuh optimal. Dengan kondisi harga yang sekarang lebih baik, tentu sangat membantu kami para petani," ujarnya.

Nana berharap kegiatan seperti ini bisa lebih sering dilakukan. "Kadang harga naik sangat tinggi, tetapi ketika turun juga langsung drastis. Terima kasih kepada Bapanas yang sudah membantu kami memasarkan hasil panen," katanya.

Salah satu pembeli, Ida, mengaku bisa mendapatkan tomat dengan harga jauh lebih murah dibanding pasar. "Sangat membantu. Harganya jauh lebih murah dibandingkan di pasar. Harapannya bukan hanya tomat, tetapi kebutuhan pokok lainnya juga semakin terjangkau," ujarnya.

Bapanas menegaskan penguatan penyerapan hasil panen akan terus dilakukan untuk menjaga keseimbangan antara kepentingan produsen dan konsumen, sekaligus memastikan stabilitas pangan nasional tetap terjaga.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.