Face Recognition KAI Makin Diminati, 685 Ribu Penumpang Daop 8 Surabaya Sudah Beralih

Rabu, 29 Jul 2026, 03:00 WIB

Surabaya - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 8 Surabaya mencatat sebanyak 685.021 pelanggan kereta api jarak jauh memanfaatkan layanan face recognition boarding gate selama Semester I 2026.

Manajer Humas KAI Daop 8 Surabaya Mahendro Trang Bawono di Surabaya, Jawa Timur, Selasa (28/7), mengatakan jumlah tersebut meningkat 36.296 pelanggan atau 5,6 persen dibandingkan Semester II 2025 yang tercatat sebanyak 648.725 pelanggan.

Ket. Foto: Seorang calon penumpang menggunakan Face Recognition Boarding Gate di Stasiun Gubeng Surabaya, Selasa (28/7). — Sumber: Antara

"Peningkatan penggunaan layanan ini menunjukkan semakin tingginya kepercayaan masyarakat terhadap inovasi digital yang dihadirkan KAI untuk memberikan pengalaman perjalanan yang lebih praktis, cepat, aman, dan nyaman," kata Mahendro.

Ia menjelaskan layanan face recognition boarding gate merupakan bagian dari transformasi digital KAI yang berorientasi pada kebutuhan pelanggan sekaligus menghadirkan layanan transportasi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Melalui layanan tersebut, pelanggan tidak lagi perlu menunjukkan tiket fisik maupun kartu identitas saat proses boarding karena verifikasi dilakukan menggunakan pengenalan wajah. Dengan demikian, akses menuju area keberangkatan menjadi lebih cepat, praktis, dan aman.

Di wilayah KAI Daop 8 Surabaya, layanan tersebut tersedia di Stasiun Surabaya Pasarturi, Stasiun Surabaya Gubeng, dan Stasiun Malang.

Berdasarkan data Semester I 2026, Stasiun Surabaya Pasarturi menjadi stasiun dengan jumlah pengguna layanan terbanyak, yakni 327.434 pelanggan.

Posisi berikutnya ditempati Stasiun Surabaya Gubeng dengan 269.552 pelanggan dan Stasiun Malang sebanyak 88.035 pelanggan.

Mahendro mengatakan layanan tersebut tidak hanya mempermudah proses boarding, tetapi juga mendukung operasional yang lebih ramah lingkungan melalui pengurangan penggunaan tiket cetak.

Selain itu, layanan tersebut membantu memperlancar arus pelanggan, terutama pada periode dengan volume perjalanan yang tinggi.

"Kami berharap semakin banyak masyarakat memanfaatkan face recognition boarding gate sebagai bagian dari pengalaman baru menggunakan kereta api yang lebih modern dan praktis," ujarnya.

Sementara itu, pelanggan KAI asal Bandung Riana Setiawan mengatakan layanan tersebut mempermudah akses menuju peron karena pelanggan tidak perlu lagi menunjukkan kartu identitas saat boarding.

"Saya sering tiba di stasiun menjelang keberangkatan kereta, jadi kalau menggunakan face recognition boarding gate proses masuknya lebih cepat," katanya.

Menurut Riana, inovasi yang terus dikembangkan KAI memberikan kemudahan sekaligus meningkatkan kenyamanan pelanggan selama menggunakan transportasi kereta api.

Ia berharap KAI terus menghadirkan berbagai inovasi layanan untuk meningkatkan kenyamanan, kelancaran, dan keamanan pelanggan.

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.