Tak Lagi Sekadar Pemukiman, Kawasan Transmigrasi Berpotensi Jadi Sentra Ekonomi
Selasa, 28 Jul 2026, 21:30 WIBJAKARTA â Pengembangan kawasan transmigrasi tidak lagi sekadar berorientasi pada pemerataan penduduk, tetapi juga diarahkan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang terintegrasi dengan potensi unggulan daerah.
Keberhasilannya bergantung pada ketersediaan infrastruktur, akses pasar, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta kepastian investasi.
Dengan pendekatan tersebut, kawasan transmigrasi dapat menjadi penggerak pembangunan wilayah sekaligus mengurangi kesenjangan ekonomi antardaerah.
Direktur Program Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Eisha Maghfiruha mengatakan kawasan transmigrasi dapat berpotensi menjadi sentra pertumbuhan ekonomi baru di luar Pulau Jawa jika didukung dengan kebijakan berbasis riset dan pemetaan berbasis karakteristik daerah.
Ia menyebut potensi kawasan transmigrasi untuk berkembang menjadi sentra pertumbuhan ekonomi cukup besar, namun diperlukan pemetaan terkait dengan karakter, potensi dan kapasitas masing-masing daerah kawasan transmigrasi yang dituju untuk mendorong potensi tersebut.
â âIni perlu pilot study case by case karena setiap daerah punya keunikan dan keunggulan masing-masing dan perlu pemetaan,â kata Eisha di Jakarta, Selasa (28/7).
Ia mengatakan program Transmigrasi Patriot yang digagas Kementerian Transmigrasi dengan menempatkan akademisi dapat meningkatkan efektivitas pembangunan selama disesuaikan dengan kebutuhan daerah. Kehadiran akademisi diharapkan mampu membantu pemerintah memetakan potensi sumber daya, mengidentifikasi keunggulan wilayah, serta merancang strategi pengembangan yang sesuai dengan kondisi setempat.
Eisha juga menekankan bahwa hasil riset akademisi perlu diterjemahkan ke dalam kebijakan pemerintah daerah agar memberikan manfaat ekonomi yang nyata. Oleh karena itu, diperlukan studi lanjutan untuk memastikan rekomendasi penelitian dapat diimplementasikan dalam program pembangunan daerah
âPenempatan akademisi juga perlu disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik daerah agar daerah bisa mengoptimalkan sumber daya dan keunggulan daerah, sehingga pembangunan semakin merata,â katanya.
Ia mengatakan program berbasis riset perlu diterapkan sejak tahap perencanaan, implementasi, hingga monitoring dan evaluasi program transmigrasi agar kebijakan yang dihasilkan lebih tepat sasaran dan mampu menjawab kebutuhan setiap wilayah.
Menurut dia, pemerintah juga perlu melakukan analisis manfaat dan biaya (benefit-cost analysis) untuk mengukur efektivitas program, termasuk menilai apakah hasil riset yang menjadi dasar pengembangan kawasan telah sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
Selain itu, ia menilai monitoring dan evaluasi menjadi faktor penting dalam menentukan keberhasilan Program Transmigrasi Patriot. Evaluasi tidak hanya dilakukan setelah program selesai, tetapi harus berlangsung selama seluruh tahapan pelaksanaan sehingga berbagai kendala dapat segera diidentifikasi dan diperbaiki.
âHasil riset perlu di review apakah sudah tepat atau belum sehingga perlu ada mekanisme monitoring dan evaluasi dari program tersebut yang berjalan sepanjang program berlangsung,â katanya.
Menurut Eisha, mekanisme monitoring dan evaluasi yang dilakukan sepanjang program dapat diterjemahkan menjadi kebijakan pemerintah daerah yang dapat memberikan manfaat ekonomi nyata bagi masyarakat kawasan transmigrasi agar mampu menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di luar Jawa.
- sumber ekonomi baru
- Kawasan Transmigrasi
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Indonesia-Malaysia Perkuat Komitmen Perlindungan Satwa Liar Lintas Negara
-
Penandatanganan Nota Kesepahaman antara Kementerian Transmigrasi dan Kementerian Perindustrian
-
Dewan Keamanan Iran Mengkonfirmasi Perang akan Segera Berakhir
-
Road to Pertamina Grand Prix of Indonesia 2025
-
Rakor Strategis Program Transformasi Transmigrasi Tahun 2026
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.