Pencarian Nakhoda Speedboat di Teluk Tomini Terhambat Cuaca buruk
Senin, 27 Jul 2026, 22:57 WIBGorontalo - Operasi pencarian nakhoda speedboat yang hilang di kawasan perairan Teluk Tomini Kabupaten Tojo Una-Una, Provinsi Sulawesi Tengah, oleh tim Search and Rescue (SAR) gabungan, terkendala cuaca buruk.   Â
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Gorontalo Heriyanto di Gorontalo, Senin mengatakan dalam operasi hari keempat itu, tim SAR gabungan menyisir sekitar lokasi insiden tenggelamnya speedboat. Â
"Dalam proses pencarian, tim SAR gabungan terkendala tingginya gelombang yang mencapai 2 sampai 2,5 meter," kata Heriyanto.
Selain gelombang laut yang tinggi, kendala lainnya yaitu hembusan angin yang cukup kencang diperkirakan 20 sampai 30 knot.
Seluruh tim yang diturunkan, terus mengoptimalkan pencarian dengan memperluas area penyisiran, mulai dari titik tenggelamnya speedboat, hingga di lokasi-lokasi yang berpotensi bisa menemukan keberadaan korban.
Meskipun telah mengoptimalkan pencarian, operasi yang berlangsung sejak pagi sampai sore hari itu masih belum membuahkan hasil.
Rencananya operasi kembali akan dilanjutkan Selasa (28/7) pagi, dengan mengerahkan kapal SAR yang akan diberangkatkan dari Gorontalo, mengingat kondisi cuaca kurang memungkinkan untuk dilakukan pencarian menggunakan kapal motor berukuran kecil. Â
Ia juga mengimbau kepada masyarakat khususnya nelayan yang melakukan aktivitas di laut untuk segera menginformasikan kepada aparat berwenang terdekat, apa bila menemui tanda-tanda keberadaan korban. Â
Apa bila ada yang menemukan keberadaan korban, diimbau untuk melakukan evakuasi, namun jika terkendala, sebaiknya segera menginformasikan kepada tim SAR agar cepat tertangani. Â
Ia mengatakan, berkaitan dengan edaran dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) terkait kondisi cuaca buruk yang sedang terjadi di wilayah perairan Teluk Tomini, masyarakat khususnya nelayan diimbau untuk menunda aktivitas di laut.
Sementara itu terkait dengan informasi bahwa Basarnas memungut biaya dalam pelaksanaan operasi SAR, maka ia menegaskan informasi tersebut tidak benar, melainkan hal itu adalah perbuatan oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab yang ingin memanfaatkan situasi.
"Kami menegaskan, seluruh operasi Basarnas ini gratis, kami tidak meminta sumbangan atau membebankan biaya kepada pihak manapun, terutama korban maupun keluarga korban. Kami tetap fokus menemukan Ferdiansyah dengan selamat," imbuhnya.
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
KAI Daop 6 Yogyakarta Pastikan Perjalanan KA Aman Pascagempa
-
Game of Thrones: Children of the Forest Resmi Hadir 29 Juli, Gim Strategi yang Ungkap Asal White Walkers
-
Pemprov Kepri Ingatkan Pentingnya Keamanan Objek Wisata Selama Libur Sekolah
-
SAR Mataram selamatkan 45 penumpang Kapal Tenggelam di Perairan Bima
-
Menhub dan Gubernur Jakarta Resmikan Stasiun JIS
-
Harga Cabai Rawit Rp55.150 Per Kg, Telur Ayam Rp29.600 Per Kg
-
Blok M Diharapkan Menjadi Kawasan Percontohan Udara Bersih
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.