Awak Kapal Tenggelam di Kepulauan Anambas Berhadil dievakuasi
Minggu, 26 Jul 2026, 16:10 WIBNATUNA -- Tim SAR Gabungan di Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepulauan Riau, mengevakuasi empat awak kapal yang menjadi korban kapal tenggelam di perairan wilayah tersebut.
Kapolres Kepulauan Anambas AKBP I Gusti Ngurah Agung Budianaloka, dikonfirmasi dari Natuna, Ahad, mengatakan keempat korban meliputi satu nahkoda dan tiga anak buah kapal. Kapal bernama TB AOM 787.
Ia menjelaskan nahkoda dan ABK dievakuasi dari kapal MV Shanghai Voyager berbendera Korea Selatan. Kapal asing itu menyelamatkan para korban dari sekoci tiup (Life raft) pada Sabtu malam (25/7) di Perairan Kepulauan Anambas.
"Keempat korban ditemukan kapal asing setelah sebelumnya menyelamatkan diri menggunakan life raft dan bertahan di laut selama kurang lebih tiga jam," ucapnya.
Peristiwa itu dilaporkan oleh kapal asing kepada Tim SAR Indonesia. Laporan ditindak lanjuti oleh Tim SAR Gabungan di Kepulauan Anambas. Kapal yang dikendarai para korban tenggelam akibat cuaca ekstrem. Pada proses evakuasi Tim SAR Gabungan Kepulauan Anambas juga diterjang gelombang tinggi dan angin kencang.
Keempat korban tersebut meliputi Zulkifli selaku nahkoda kapal, serta tiga ABK yaitu Arbain, Dodi, dan Tawakal. Para korban sudah diberikan penanganan lebih lanjut di RSUD Tarempa, Kepulauan Anambas usai di evakuasi.
"Berdasarkan pemeriksaan awal, seluruh korban dalam kondisi selamat dan sehat," katanya.
Berdasarkan informasi yang didapat lanjut dia, TB AOM 787 merupakan kapal penarik tongkang (Tugboat). Kapal itu melintas di perairan Kepulauan Anambas pada Sabtu (25/7). Pada saat itu kapal menghadapi kondisi cuaca buruk berupa angin kencang disertai gelombang tinggi.
Hantaman gelombang besar membuat kapal kehilangan keseimbangan. Untuk mengantisipasi kondisi yang semakin membahayakan, awak kapal mengambil langkah memutus tali penarik (towing) yang menghubungkan kapal dengan tongkang.
Namun, beberapa saat setelah terlepas dari tongkang, kapal tetap tidak mampu bertahan, lalu terbalik (capsize), kemudian tenggelam sekitar pukul 13.00 WIB.
"Kami bersyukur seluruh kru TB AOM 787 berhasil ditemukan dan dievakuasi dalam keadaan selamat," katanya.
Kapolres mengimbau kepada masyarakat dan seluruh pengguna transportasi laut agar selalu mengutamakan keselamatan serta memperhatikan kondisi cuaca sebelum melakukan pelayaran. Adapun unsur Tim SAR Gabungan berasal dari Basarnas, BPBD, TNI, dan Polri
"Keselamatan harus menjadi prioritas utama dalam setiap aktivitas di laut. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika kondisi cuaca tidak mendukung," ujar dia.
Redaktur: Koran Jakarta
Penulis: Antara, Sujar
Berita Terkait:
-
Kapolda Sulsel Dukung Penuh Rangkaian Konferensi Imam Masjid Sedunia di Makassar.
-
Hong Kong Ajukan Dakwaan Pembunuhan dalam Tragedi Kebakaran Apartemen Paling Mematikan di Dunia
-
SAR Mataram selamatkan 45 penumpang Kapal Tenggelam di Perairan Bima
-
Kemenpar Perkuat Skill Storytelling Pelaku Wisata di Belitung dan Labuan Bajo
-
DPRD Jawa Barat Minta Pemprov Segera Selesaikan 835 Rekomendasi BPK yang Belum Tuntas
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.