- Home
-
- Megapolitan
-
- Gubernur Pramono Targetkan...
Gubernur Pramono Targetkan Stunting Jakarta Turun Jadi 14 Persen dalam Dua Tahun
Jumat, 11 Sep 2026, 11:45 WIBJAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menargetkan angka stunting di Jakarta yang saat ini berada di kisaran 17 persen dapat turun menjadi 14 persen dalam dua tahun mendatang. Target tersebut didukung dengan penguatan layanan Posyandu, termasuk penerapan Smart Posyandu yang kini telah mencapai sekitar 70 persen.
Hal tersebut disampaikan Pramono saat menghadiri Pemberian Apresiasi Kader pada Jambore Kader Posyandu Bidang Kesehatan Tingkat Provinsi DKI Jakarta Tahun 2026 di The Tavia Heritage, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Jumat (11/9). Menurutnya, transformasi layanan Posyandu menjadi salah satu bagian penting dalam memperkuat pelayanan kesehatan masyarakat di Jakarta.
âSmart Posyandu kita sudah 70 persen. Kalau perubahan ini terus dapat dijalankan dengan baik, maka Posyandu tidak hanya mengurus kesehatan ibu dan anak, tetapi bisa menjadi lembaga menyeluruh tentang kesehatan warga,â terang Pramono.
Pramono menilai Posyandu memiliki posisi strategis dalam upaya menekan angka stunting di Jakarta. Peran tersebut dilakukan melalui pemantauan tumbuh kembang anak, pemberian edukasi mengenai gizi, pelaksanaan imunisasi, hingga pendampingan bagi keluarga.
Ia meminta Dinas Kesehatan bersama para kader Posyandu memperkuat langkah pencegahan dan penanganan stunting di seluruh wilayah Jakarta. Upaya tersebut dinilai perlu dilakukan secara berkelanjutan agar masalah kesehatan anak dapat dideteksi dan ditangani sejak dini.
Menurut Pramono, kader Posyandu menjadi bagian penting karena berinteraksi langsung dengan masyarakat dan keluarga. Mereka berperan mengajak warga menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, mengingatkan jadwal imunisasi, memberikan pemahaman mengenai gizi, serta mendorong masyarakat melakukan pemeriksaan kesehatan.
âPenghargaan ini merupakan pengakuan atas peran penting kader dalam membangun masyarakat Jakarta yang lebih sehat,â katanya.
Pramono mengatakan kontribusi Posyandu tidak hanya terlihat dalam upaya menjaga kesehatan ibu dan anak, tetapi juga dalam peningkatan kualitas kesehatan masyarakat di tingkat wilayah. Ia mencontohkan penurunan jumlah RW kumuh di Jakarta yang sebelumnya mencapai 445 RW dan kini menjadi 211 RW.
âIni adalah prestasi yang luar biasa. Salah satu faktornya adalah peran Posyandu terutama untuk kesehatan anak dan ibu,â ujarnya.
Karena itu, Pramono berharap Jambore Kader Posyandu tidak hanya menjadi kegiatan perlombaan antarkader. Menurutnya, kegiatan tersebut juga harus menjadi ruang untuk bertukar pengetahuan dan berbagi praktik baik yang dapat diterapkan oleh kader Posyandu di berbagai wilayah Jakarta.
âKader kuat, Posyandu aktif, tenaga kesehatan responsif, pemerintah hadir, dan masyarakat bergerak bersama. Itulah yang menjadikan Jakarta tidak hanya maju secara ekonomi, tetapi juga sehat, tangguh, dan berkualitas manusianya,â tegasnya.
Sementara itu, Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi DKI Jakarta Hani Pramono Anung mengatakan peningkatan kapasitas kader menjadi salah satu kunci dalam memperkuat pelayanan kesehatan masyarakat. Penguatan tersebut diharapkan membuat layanan kesehatan semakin dekat sekaligus mudah diakses oleh warga.
âKader tidak hanya menjadi pelaksana kegiatan, tetapi juga penggerak yang membantu keluarga membangun kebiasaan hidup sehat,â ujar Hani.
Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Ani Ruspitawati mengatakan penerapan Smart Posyandu saat ini telah mencakup 3.148 dari total 4.469 Posyandu di Jakarta. Dengan demikian, sekitar 70,44 persen Posyandu di Ibu Kota telah menggunakan konsep layanan tersebut.
âSmart Posyandu mendorong layanan yang lebih terintegrasi berbasis data dan teknologi, sehingga deteksi dini, pemantauan, edukasi, serta tindak lanjut masalah kesehatan dapat dilakukan secara lebih cepat dan tepat,â kata Ani.
Penerapan Smart Posyandu diharapkan semakin memperkuat kemampuan kader dalam memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat. Integrasi data dan teknologi juga dapat membantu proses pemantauan kondisi kesehatan warga sehingga berbagai persoalan dapat ditindaklanjuti secara lebih efektif.
Dengan penguatan Posyandu dan peningkatan kapasitas kader, Pemprov DKI Jakarta menargetkan penurunan stunting dapat berjalan lebih optimal dalam dua tahun ke depan. Kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, kader, dan keluarga menjadi bagian penting untuk mencapai target tersebut sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Jakarta.
- Kesehatan Masyarakat
- Dinkes DKI Jakarta
- Pemprov DKI Jakarta
- Cegah Stunting
- Gizi Anak
- Gubernur DKI Pramono Anung
- Posyandu
- Penurunan Stunting
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
-
Batal Rilis 26 Agustus, Ini Rincian Rute LRT Kelapa Gading-Manggarai yang Disempurnakan
-
Lantik 1.500 Pengurus FUHAB, Gubernur Pramono Tekankan Pentingnya Toleransi
-
Youth Today, Leaders Tomorrow: BI dan Pemprov DKI Bentuk 500 Pemimpin Muda Jakarta
-
Kalahkan Manchester City 3-0, Arteta Sangat Bahagia Arsenal Juara Community Shield
-
Mengagetkan! Koops TNI Habema Amankan Senjata Diduga Milik OPM di Ugimba
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.