Mengajak Anak-anak Aceh Melestarikan Permainan Tradisional

Sabtu, 25 Jul 2026, 23:45 WIB

Banda Aceh - Ketua TP PKK Aceh Marlina Muzakir menginginkan anak-anak Aceh terus melestarikan berbagai permainan tradisional sebagai bagian dari menjaga warisan indatu dan memupuk semangat berkompetisi serta menjalin kekompakan.

“Permainan tradisional cenderung dimainkan oleh kelompok dan penuh dengan gerakan-gerakan. Hal ini tentu sangat baik dalam menjaga kebugaran anak, memupuk semangat kompetisi, menjaga kekompakan, serta menjunjung tinggi sportifitas,” kata Marlina Muzakir, di Banda Aceh, Sabtu.

Ket. Foto: Ketua TP PKK Aceh Marlina Muzakir saat menyapa anak-anak pada peringatan Hari Anak Nasional, di Banda Aceh, Sabtu (25/7/2026). — Sumber: Antara

Pernyataan itu disampaikan Marlina Muzakir saat menghadiri puncak peringatan Hari Anak Nasional tahun 2026, di halaman parkir Stadion Harapan Bangsa Lhong Raya, Banda Aceh.

Pada kegiatan itu, booth Forum Anak Kota Banda Aceh menyediakan sejumlah permainan tradisional, mulai dari engklek, egrang kayu, egrang batok, bakiak, ular tangga, lompat tali, dan holahop.

Selain itu, booth ini juga menyediakan pohon harapan. Setiap anak yang menulis dan menempelkan harapannya di pohon tersebut akan mendapatkan bingkisan menarik.

Dalam kesempatan itu, Marlina menyarankan para orang tua agar anak lebih banyak berkumpul bersama teman sebaya dan bermain permainan tradisional.

"Dengan demikian, kekompakan dan semangat berkompetisi akan terjalin semakin baik. Badan kita akan menjadi sehat karena terus beraktivitas selama bermain,” ujarnya.

Dalam peringatan Hari Anak Nasional yang mengusung tema "Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan" ini TP PKK Aceh menegaskan bahwa selama ini Pemerintah Aceh terus berupaya merumuskan program pembangunan yang ramah anak serta memberi ruang yang luas bagi anak untuk berkreasi dan mengembangkan bakat.

"Sesuai dengan upaya pemerintah untuk mewujudkan Generasi Indonesia Emas 2045, Pemerintah Aceh menjalankan program pembangunan yang ramah anak, termasuk penanganan stunting, sosialisasi stop kekerasan pada anak, pernikahan usia anak dan bullying, serta sejumlah program lainnya,” demikian Marlina.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.