Miliki Potensi Besar, Magelang Dibidik Jadi Kekuatan Baru Industri Kopi Nasional

Rabu, 10 Jun 2026, 22:05 WIB

MAGELANG – Pengembangan komoditas kopi memiliki nilai strategis karena tidak hanya meningkatkan pendapatan petani, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu produsen kopi utama dunia.

Upaya peningkatan produktivitas, kualitas, dan hilirisasi menjadi kunci untuk menciptakan nilai tambah yang lebih besar di dalam negeri.

Ket. Foto: Ilustrasi-Petani memanen biji kopi Robusta saat masa akhir musim panen. — Sumber: ANTARA/ Harviyan Perdana Putra.

Di tengah meningkatnya permintaan kopi spesialti dan produk berkelanjutan di pasar global, pengembangan sektor kopi juga berpotensi mendorong ekspor, membuka lapangan kerja, serta menggerakkan ekonomi daerah berbasis perkebunan.

Namun, keberhasilannya sangat bergantung pada perbaikan budidaya, akses pembiayaan, serta adaptasi terhadap perubahan iklim yang dapat memengaruhi produksi dan kualitas hasil panen.

Bupati Magelang Grengseng Pamuji menyampaikan Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, memiliki potensi besar dalam pengembangan komoditas kopi didukung dengan letak geografis yang menunjang.

Ia menuturkan di Magelang, Rabu (10/6), secara geografis wilayah ini berada di kawasan dataran tinggi dengan ketinggian antara 800 hingga 1.200 meter di atas permukaan laut, didukung tanah vulkanik yang subur, curah hujan yang memadai, serta ekosistem yang ideal bagi pertumbuhan kopi berkualitas, baik jenis arabika maupun robusta.

Ia menyampaikan hal tersebut pada Sosialisasi dan Edukasi Perlindungan Kekayaan Intelektual serta Diseminasi Teknologi BRIN Goes to Society bagi pelaku kopi di Ruang Bina Karya, Kompleks Setda Kabupaten Magelang.

"Pada tahun 2025, luas lahan kopi robusta di Kabupaten Magelang mencapai 2.305,15 hektare, sementara kopi arabika seluas 1.075,64 hektare dengan produktivitas mencapai 6,7 ton per hektare untuk red cherry ," katanya.

Menurut dia, kondisi tersebut menunjukkan kopi menjadi komoditas strategis yang berperan penting dalam menopang perekonomian masyarakat, khususnya petani dan pelaku UMKM dari hulu hingga hilir.

Bahkan, kopi telah ditetapkan sebagai salah satu produk unggulan daerah dalam dokumen Rencana Induk dan Peta Jalan Pemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi di Daerah (RIPJ PID) Kabupaten Magelang Tahun 2025 - 2029.

"Pengembangan kopi dinilai memiliki peluang besar untuk diintegrasikan dengan sektor pariwisata melalui konsep agrowisata dan wisata kuliner, serta sektor industri berbasis agroindustri," katanya.

Ia menuturkan, kopi arabika Magelang telah memperoleh pengakuan berupa sertifikat Indikasi Geografis (IG) dengan branding Kopi Arabika Merapi Merbabu sejak tahun 2022. Sementara itu, kopi robusta tengah disiapkan untuk didaftarkan sebagai produk IG pada Juni 2026.

Namun demikian, katanya, pengembangan industri kopi di Magelang masih menghadapi sejumlah tantangan. Mulai dari aspek budidaya, produktivitas, hingga penerapan teknik agronomi yang belum merata. Bahkan, di beberapa sentra kopi arabika ditemukan tingkat kematian tanaman yang cukup tinggi, yang berdampak pada penurunan produktivitas dan peningkatan biaya peremajaan.

Di sisi pascapanen, katanya, keterbatasan fasilitas pengeringan, peralatan pengolahan, serta akses infrastruktur menjadi kendala dalam menghasilkan produk berkualitas tinggi. Sementara pada sektor hilir, pemanfaatan kopi masih didominasi dalam bentuk bahan mentah atau produk sederhana, sehingga nilai tambah yang dihasilkan belum optimal.

" Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Magelang berharap terbangun sinergi pentahelix antara pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, dan media dalam mengembangkan kopi sebagai komoditas unggulan yang berdaya saing tinggi, " katanya.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

Berita Terbaru

NTT Terus Diguncang Gempa Susulan, Sulteng Diterpa Lindu 5,4

Tradisi Pasar Jajan, Kearifan Lokal Pekalongan Cermin Semangat Gotong Royong

Rantai Makanan Rusak, Harimau Terancam Masuk Permukiman dan Kehilangan Mangsa

Fantastis! Ribuan Robot Humanoid Bakal Adu Kemampuan di World Humanoid Robot Games

Piala Super Jerman Jatuh ke Tangan Muenchen

Hati-hati! Sindikat Pemalsuan Uang di Tangsel Hendak Edarkan ke Bank, Ini Modusnya

UMKM Tegal Punya Harapan Baru, OJK Perkuat Akses Pembiayaan

Awal yang Baik bagi Madrid Bersama Mourinho Usai Tundukkan Espanyol

Program-program Unggulan Gorontalo akan Menuju Laut

Banjarmasin 5 Abad, Festival Tari Jadi Cara Rawat Tradisi Banjar

NU Menegaskan akan Menolak Penggunaan Uang dalam Muktamar. Politik Uang Itu Moral Bobrok

Jangan Tertipu! BP3MI Sulsel Ingatkan Warga Pilih Jalur Resmi Kerja di Luar Negeri

Awal yang Cantik di Periode Kedua, Mourinho bawa Madrid Kalahkan Espanyol 2-1

Lima Mahasiswa UI Bikin Gebrakan di AS, Jadi Satu-satunya Tim S-1 di Program Geosains Dunia

Mandi di Pantai Tuturuga Berujung Petaka, 4 Orang Terseret Ombak

Niat Awal Ingin Inspeksi, GM Pelindo Maumere Justru Berjibaku Selamatkan Korban Gempa Jatuh ke Laut

Hebat Prestasi Mendunia! Lima Mahasiswa UI Tembus Program Geosains di Houston

Jalan Layang Bomang Buka Akses Warga Bojonggede dan Parung Langsung ke Cibinong

Pemkot Pariaman dan KKP Koordinasi Realisasikan Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih

Beras Indonesia Surplus 3,67 Juta Ton, Kok Harga di Daerah Masih Bisa Rp30 Ribu?

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.