Bantu Petani, Pertamina Optimalkan EBT untuk Pertanian Berkelanjutan di Cilacap
Sabtu, 12 Sep 2026, 11:40 WIBJAKARTA - PT Pertamina Patra Niaga mengoptimalkan pemanfaatan energi baru dan terbarukan (EBT) untuk pengembangan pertanian berkelanjutan di Kalijaran, Cilacap, Jawa Tengah.
VP Community Involvement Development Pertamina Patra Niaga Dian Hapsari Firasati, dalam keterangannya di Jakarta, Jumat, mengatakan pihaknya terus mendorong pemanfaatan EBT, yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) bertajuk "Masyarakat Pengelola Pertanian Berkelanjutan" atau Mapan di Kalijaran, Cilacap, yang mengintegrasikan energi terbarukan dengan pengembangan pertanian berkelanjutan dari hulu hingga hilir.
Program Mapan dikembangkan untuk menjawab tantangan masyarakat, khususnya keterbatasan irigasi, minimnya modernisasi, dan diversifikasi usaha tani, serta ancaman perubahan iklim terhadap produktivitas pertanian.
Salah satu inovasi utama yang diterapkan adalah sistem irigasi pertanian berbasis energi hibrida yang memanfaatkan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dan pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB).
Dian mengatakan pemanfaatan EBT dalam program Mapan dirancang agar tidak hanya menghasilkan energi yang lebih ramah lingkungan, tetapi juga memperkuat produktivitas dan kemandirian ekonomi masyarakat.
"Kami ingin pemanfaatan energi terbarukan memberikan manfaat yang nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat. Di Kalijaran, energi terbarukan kami integrasikan dengan kebutuhan pertanian, mulai dari irigasi, produksi pangan, pengelolaan limbah, hingga pengembangan usaha masyarakat. Dengan pendekatan ini, masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan program," ujar Dian.
Melalui konsep integrasi hulu hingga hilir untuk pertanian berbasis EBT, energi yang dihasilkan dimanfaatkan untuk mendukung irigasi lahan persawahan dan hortikultura.
Rangkaian kegiatan kemudian terhubung dengan produksi padi, pengolahan gabah menjadi beras, pemanfaatan dedak sebagai pakan dan pupuk, pengelolaan limbah pertanian menjadi pupuk, hingga pengembangan hortikultura, perikanan, dan budi daya bebek.
Di sisi hilir, masyarakat juga didorong melakukan diversifikasi produk pertanian, antara lain keripik, telur asin, beras, dan produk makanan pendamping air susu ibu (MPASI).
Implementasi sistem EBT di Kalijaran memiliki total kapasitas 15.250 Wp.
Pemanfaatan tersebut menghasilkan rata-rata 150.000 liter debit air per hari serta berkontribusi terhadap pengurangan emisi sebesar 2.860 kg setara CO2 per tahun.
Program juga memberikan efisiensi ekonomi melalui penghematan penggunaan pompa diesel yang mencapai Rp9 juta per dua kali siklus tanam.
Dari sisi pemberdayaan, program Mapan telah memberikan manfaat kepada 233 orang, yang terdiri atas petani gurem, petani perempuan, buruh tani harian, anak-anak/balita, serta masyarakat miskin.
Program ini melibatkan sejumlah kelompok masyarakat, antara lain Gapoktan Margo Sugih, Kelompok Ternak Mintih Mulia, Kelompok Wanita Tani (KWT) Tandur Makmur, dan KWT Mekar Jaya Lestari.
"Keberlanjutan menjadi bagian penting dari program ini. Karena itu, kami mendorong penguatan kapasitas kelompok dan kolaborasi dengan berbagai pihak agar inovasi yang sudah berjalan dapat terus dikembangkan dan direplikasikan. Harapannya, Kalijaran dapat menjadi contoh bagaimana pemanfaatan EBT dapat berjalan beriringan dengan penguatan ketahanan pangan, lingkungan, dan ekonomi masyarakat," kata Dian.
Program Mapan kini turut melibatkan pemerintah, akademisi, komunitas masyarakat, serta sejumlah pihak lain dalam pengembangan pertanian dan inovasi.
Hingga saat ini, program telah melibatkan delapan stakeholder, melahirkan dua kelompok baru, serta mendorong replikasi pertanian hortikultura di tiga area lahan.
Inisiatif tersebut sejalan dengan semangat Pertamina Patra Niaga dalam mendorong kemandirian masyarakat melalui penguatan ketahanan pangan, energi, dan ekonomi hijau, sekaligus membangun dari desa dan memperluas pemerataan ekonomi.
"Melalui pemanfaatan EBT yang terintegrasi dengan pemberdayaan masyarakat, Pertamina Patra Niaga terus berupaya menghadirkan manfaat berkelanjutan yang mendukung ketahanan pangan, kelestarian lingkungan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat," ujar Dian pula.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Dukung EBT Nasional, Barata Indonesia Kirim Reaktor B100 ke Kalsel
-
Manufaktur Diperkuat, Keyakinan Konsumen Dibangun
-
Jangan Asal Bicara! Sandrica Sampaikan Pesan Adab Bertutur Lewat Lagu Berjudul Seribu Kata Positif
-
ITS Ubah Limbah Peternakan dan Pertanian di Papua Barat Jadi Energi
-
Tanggul Jebol di Tapanuli Tengah, Ratusan Warga Terpaksa Mengungsi
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.