Kekeringan Makin Parah, Kagama Banjarnegara Salurkan Air Bersih untuk Warga

Sabtu, 12 Sep 2026, 12:56 WIB

BANJARNEGARA - Keluarga Alumni Gadjah Mada (Kagama) Banjarnegara menyalurkan bantuan air bersih sebanyak 10 tangki yang setara dengan 50.000 liter kepada warga terdampak kekeringan pada musim kemarau di Desa Jalatunda, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah.

Bantuan tersebut disalurkan dalam kegiatan bakti sosial yang juga diisi dengan pemeriksaan kesehatan warga, pemeriksaan kesehatan hewan, serta penyerahan bibit pohon aren kepada masyarakat di Desa Jalatunda, Kecamatan Mandiraja, Banjarnegara, Sabtu.

Ket. Foto: Kagama Banjarnegara menyalurkan bantuan air bersih untuk warga terdampak kekeringan di Desa Jalatunda, Kecamatan Mandiraja, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, Sabtu (12/9). — Sumber: Antara foto/HO-Kagama Banjarnegara

Ketua Kagama Banjarnegara Singgih Haryono mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian alumni Universitas Gadjah Mada (UGM) terhadap masyarakat yang menghadapi kelangkaan air.

"Penyerahan pohon aren ini sebagai akad awal. Penanamannya akan kami laksanakan bersama di awal musim hujan nanti," katanya.

Ia mengharapkan bantuan air bersih tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan warga yang terdampak kelangkaan air di sejumlah wilayah Banjarnegara.

"Harapan kami dapat membantu warga Banjarnegara yang mengalami kelangkaan air," katanya menegaskan.

Ia mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya diarahkan untuk membantu warga menghadapi dampak kekeringan dalam jangka pendek, juga mendorong upaya menjaga ketersediaan air dan kelestarian lingkungan dalam jangka panjang.

Oleh karena itu, pihaknya menyerahkan bibit pohon aren yang nantinya akan ditanam bersama masyarakat pada awal musim hujan.

Menurut dia, pohon aren dinilai memiliki manfaat dalam menjaga lingkungan dan membantu mempertahankan ketersediaan air.

"Kami percaya, bila lingkungan hidup terjaga dengan baik, air akan tercukupi," kata Singgih.

Kepala Desa Jalatunda Satam menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kagama Banjarnegara yang telah memberikan perhatian kepada warga setempat.

Menurut dia, Pemerintah Kabupaten Banjarnegara juga menyiapkan upaya untuk menambah sumber air guna mengurangi dampak kekeringan yang dialami masyarakat.

"Pemerintah Kabupaten Banjarnegara berencana membuat sumur gali di dekat Kali Sapi, sementara BNPB akan membangun sumur bor," katanya.

Ia mengharapkan keberadaan sumber air baru tersebut dapat memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus mengurangi ketergantungan warga terhadap bantuan air bersih selama musim kemarau.

"Dengan adanya sumber air ini, harapan kami masalah kekeringan akan berkurang bahkan tidak lagi dihadapi warga Jalatunda," kata Satam.

Dalam kesempatan terpisah, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjarnegara Aji Piluroso mengatakan distribusi air bersih untuk masyarakat terdampak kekeringan terus dilakukan di sejumlah wilayah.

Berdasarkan data per 11 September 2026 pukul 19.30 WIB, kata dia, BPBD Banjarnegara telah menyalurkan 1.778 ritase air bersih dengan total volume mencapai 7.329.300 liter.

“Bantuan tersebut telah menjangkau 9.862 keluarga atau 33.379 jiwa yang tersebar di 46 desa dan delapan kelurahan pada 13 kecamatan,” katanya.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Marcellus Widiarto

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.