Energi Baru Terbarukan  Menjadi Andalan Daya Tarik Investasi Sulawesi Barat

Kamis, 23 Jul 2026, 12:24 WIB

MAMUJU – Guna menarik para pemilik modal, sektor enerdi baru terbarukan (EBT) menjadi andalan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat. Pemprov saat ini terus memperkuat upaya menarik investasi sektor energi baru terbarukan (EBT) dengan membuka peluang pengembangan pembangkit listrik berkapasitas sekitar 1.700 megawatt (MW), sebagai langkah mendukung transisi energi sekaligus menciptakan sumber pertumbuhan ekonomi baru di kawasan timur Indonesia.

Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Barat Junda Maulana di Mamuju, Rabu, mengatakan komitmen tersebut ditunjukkan melalui pertemuan dengan manajemen Limes Renewable Energy yang membahas peluang investasi pembangkit listrik berbasis energi terbarukan di daerah itu.

Ket. Foto: energi baru — Sumber: ist

"Pertemuan ini sejalan dengan komitmen Pemerintah Provinsi Sulbar untuk membuka diri terhadap investasi yang masuk guna mengelola potensi energi daerah, khususnya pembangunan pembangkit listrik," kata Junda.

Ia mengatakan pemerintah daerah akan mengoptimalkan kewenangan yang dimiliki untuk mempermudah masuknya investasi strategis, mengingat Sulbar memiliki sumber daya energi terbarukan yang beragam dan belum dimanfaatkan secara optimal.

Menurut dia, Sulbar memiliki sedikitnya 11 alur sungai besar yang berpotensi dikembangkan menjadi Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA), Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM), maupun Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH).

Selain itu, posisi geografis yang berada dekat garis khatulistiwa memberikan potensi besar bagi pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), sedangkan kawasan Kabupaten Majene dinilai memiliki potensi energi angin untuk Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB).

Junda menyampaikan minat investor terhadap sektor EBT di Sulbar terus meningkat. Potensi pembangkit sekitar 1.700 MW yang tersebar di berbagai lokasi dinilai menjadi daya tarik bagi pengembangan investasi yang dapat mendukung peningkatan pasokan listrik sekaligus mendorong aktivitas ekonomi daerah.

"Minat investasi yang besar ini menunjukkan bahwa Sulbar memiliki daya tarik yang kuat bagi investor di sektor energi terbarukan," ujarnya.

Ia berharap investasi EBT tidak hanya menghasilkan tambahan kapasitas pembangkit listrik, tetapi juga memberikan efek berganda melalui penyerapan tenaga kerja, peningkatan aktivitas usaha lokal, dan penguatan infrastruktur pendukung pembangunan daerah.

Business Development Director Limes Renewable Energy William Runturambi mengatakan perusahaannya yang berbasis di Italia memiliki pengalaman mengembangkan proyek energi terbarukan di berbagai negara dengan fokus pada PLTS dan PLTB.

Untuk kawasan Asia, perusahaan tersebut telah mengembangkan investasi di Indonesia dan Vietnam, sementara di Indonesia mulai membangun proyek PLTS sejak 2023 di Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Menurut William, pengalaman pembangunan PLTS di NTT menunjukkan kolaborasi antara pemerintah daerah dan investor dapat memberikan manfaat ekonomi sekaligus memperkuat penyediaan energi bersih di daerah.

Ia menjelaskan berdasarkan pengalaman perusahaan, pembangunan PLTS membutuhkan lahan sekitar 1,2 hektare untuk setiap kapasitas satu MW.

William menambahkan Limes telah memiliki nota kesepahaman dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk pengembangan pembangkit listrik di kawasan Indonesia Timur.

"Dalam skema tersebut pemerintah daerah menyiapkan lahan, sedangkan perusahaan membangun infrastruktur pembangkit listriknya," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas ESDM Provinsi Sulawesi Barat Bujaeramy Hassan mengatakan terdapat sejumlah lokasi yang telah masuk dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) sehingga berpotensi menjadi prioritas pengembangan investasi PLTS, di antaranya Kabupaten Mamuju Tengah dan Kabupaten Polewali Mandar.

Salah satu lokasi yang dinilai prospektif adalah Bendungan Budong-Budong di Kabupaten Mamuju Tengah. Dengan luas waduk sekitar 369 hektare, bendungan tersebut memiliki potensi pengembangan PLTS terapung berkapasitas sekitar 73,83 MW yang telah tercantum dalam RUPTL.

Selain itu, bendungan tersebut juga memiliki potensi pengembangan pembangkit listrik tenaga minihidro sekitar 1,63 MW yang masih memerlukan kajian teknis lebih lanjut.

Menurut Bujaeramy, pemanfaatan bendungan untuk PLTS terapung dapat menjadi alternatif optimalisasi aset infrastruktur sekaligus mempercepat pemanfaatan energi bersih di Sulbar.

"Pengembangan PLTS terapung di Bendungan Budong-Budong dapat diusulkan kepada Kementerian Pekerjaan Umum sebagai pengelola bendungan untuk mendukung pemanfaatan potensi energi terbarukan di daerah," katanya.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka

Berita Terbaru

Pascakebakaran, 120 Bangunan di Desa Adat Sade Lombok Hangus Terbakar

Bupati Bogor Beri Kejutan! Tim Angklung HUT RI Diboyong Jalan-Jalan ke Taman Safari

Bikin Anak Pengungsi Tersenyum, Polri Gelar Trauma Healing Pascagempa Manggarai

Jonatan Nomor Satu Dunia Tunggal Putra Bulu Tangkis

Tebing Gunung Gajah, Menantang dan Keras Kepala tetapi Luar Biasa Indah

PSG Nyaris Tumbang, Dua Gol Ferran Torres Bawa Pulang Poin dari Rennes

Karhutla dan Asap Jadi Ancaman, Wamenko Dorong Penanganan yang Lindungi Kesehatan

Gagal Juara Bukan Akhir! Timo Apresiasi Mental Tangguh Timnya

Ratu Tisha Ungkap Mimpi Besar Timnas Indonesia: Harus Punya Mental Baja!

Tiongkok Mendadak Tunda Misi Bulan Chang’e-7, Ada Masalah Usai Roket Meledak

Antisipasi Gempa Susulan, Misa Digelar di Halaman Gereja

ISPA Jadi Keluhan Terbanyak di Pengungsian Gempa NTT, Posko Kesehatan Disiagakan

Kemarau Panjang, Debit Situ Cileunca Menyusut dan Ganggu Pasokan Air Bersih Bandung Raya

Jangan Lupa Kenakan Masker! Kualitas Udara Jakarta Senin Pagi Tak Sehat, Warga Diminta Waspada

Luar Biasa Barcelona Bantai Elche 5-0! Raphinha dan Fermin Sama-Sama Cetak Brace

Motor Pedagang di Kelapa Gading Hilang Akibat Ditipu, Modusnya Bikin Kaget

Kabar Besar untuk Warga Bogor Barat, Pemkab Bocorkan Rancang 6 Stasiun Baru

Drama 4 Gol dan Kartu Merah! Atletico Madrid Gagal Menang atas Villarreal

Hobi Unik Febry Arnold, Diaspora Indonesia yang Gemar Taklukkan Maraton

Juventus Start Sempurna Raih Tiga Poin! Frosinone Jadi Korban di Pekan Pertama Serie A

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.