Transaksi QRIS Lintas Negara Kian Bergairah, BI Kantongi Net Inbound Rp1,52 Triliun
Rabu, 22 Jul 2026, 21:45 WIBJAKARTA â Implementasi QRIS antarnegara menjadi langkah strategis dalam memperkuat integrasi sistem pembayaran regional sekaligus mendukung transaksi lintas batas yang lebih cepat, efisien, dan berbiaya rendah.
Selain memudahkan wisatawan dan pelaku usaha, khususnya UMKM, kebijakan ini juga berpotensi meningkatkan aktivitas perdagangan dan pariwisata, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam pengembangan ekosistem pembayaran digital di kawasan.
Bank Indonesia (BI) melaporkan QRIS antarnegara pada triwulan II 2026 mencatatkan transaksi inbound sebesar Rp1,85 triliun dan outbound sekitar Rp330 miliar, sehingga menghasilkan net inbound sebesar Rp1,52 triliun.
Inbound merupakan transaksi pengguna luar negeri di Indonesia, sedangkan outbound adalah transaksi pengguna Indonesia di luar negeri.
"Kondisi ini mencerminkan bahwa QRIS antarnegara memang mempermudah transaksi pembayaran lintas negara," kata Deputi Gubernur BI Filianingsih Hendarta dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI secara daring di Jakarta, Rabu (22/7).
Filianingsih menambahkan kinerja positif ini menunjukkan bahwa QRIS antarnegara digunakan oleh residen di negara lain yang datang ke Indonesia, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi secara nyata melalui sektor pariwisata, UMKM, dan sektor lainnya.
Ia mengungkapkan bahwa BI saat ini terus melanjutkan diskusi dengan India untuk kerja sama pembayaran lintas negara. Selain itu, BI juga sudah memulai diskusi secara lebih mendalam dengan Arab Saudi dan Hong Kong.
"Mudah-mudahan ini bisa segera direalisasikan, karena implementasinya tentu harus memperhatikan kesiapan dari masing-masing negara, baik kesiapan regulasi, infrastruktur, industri, maupun koordinasi dengan otoritasnya," kata Filianingsih.
Secara keseluruhan, BI mencatat bahwa transaksi ekonomi dan keuangan digital pada triwulan II 2026 tetap tumbuh didukung oleh sistem pembayaran yang aman, lancar, dan andal untuk menopang kegiatan ekonomi.
Volume transaksi pembayaran digital melalui aplikasi mobile dan internet mencapai 16,07 miliar transaksi atau tumbuh 36,88 persen secara tahunan (year on year/yoy) pada triwulan II 2026 didukung oleh perluasan akseptasi pembayaran digital.
Volume transaksi melalui internet dan aplikasi mobile masing-masing tumbuh sebesar 16,88 persen (yoy) dan 31,39 persen (yoy), termasuk transaksi QRIS yang terus tumbuh tinggi mencapai 100,12 persen (yoy) pada triwulan II 2026.
BI menyampaikan bahwa kinerja QRIS yang positif tersebut didukung oleh peningkatan jumlah pengguna dan merchant.
Dari sisi infrastruktur, volume transaksi ritel yang diproses melalui BI-FAST mencapai 1.529 juta transaksi atau tumbuh 38,09 persen (yoy) dengan nilai transaksi mencapai Rp3.777 triliun pada triwulan II 2026.
Sementara itu, volume transaksi nilai besar yang diproses melalui BI-RTGS tercatat sebanyak 2,63 juta transaksi atau tumbuh 13,03 persen (yoy), dengan nominal transaksi BI-RTGS tumbuh 12,66 persen (yoy) mencapai Rp53.492 triliun pada triwulan II 2026.
Dari sisi pengelolaan uang rupiah, uang kartal yang diedarkan (UYD) tumbuh 14,03 persen (yoy) menjadi Rp1.315 triliun pada triwulan II 2026.
- Bank Indonesia (BI)
- QRIS Antarnegara
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Christian Eriksen Kolaps, Laga Denmark Kontra Ukraina Dihentikan
-
Konate Tinggalkan Liverpool Secara Bebas Transfer, Akhiri Kebersamaan Lima Tahun di Anfield
-
Raymond/Joaquin Gagal Juara di Indonesia Open 2026
-
Pendaki AS Pecahkan Rekor Kecepatan Mendaki Gunung Everest
-
Minat Membludak! 85 Investor Incar Proyek Sampah Jadi Listrik di Semarang
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.