Korlantas Polri Ingatkan Tak Tutupi Pelat Nomor, Bisa Didenda Rp500 Ribu!

Rabu, 22 Jul 2026, 13:25 WIB

JAKARTA - Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri mengingatkan masyarakat agar tidak menutup maupun memodifikasi pelat nomor kendaraan bermotor. Tindakan tersebut dinilai melanggar ketentuan lalu lintas karena dapat menghambat proses identifikasi kendaraan, baik oleh petugas kepolisian maupun melalui sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE).

Berdasarkan informasi yang disampaikan melalui laman resmi Korlantas Polri, Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) merupakan identitas resmi setiap kendaraan yang wajib dipasang sesuai ketentuan. Pelat nomor harus terlihat jelas selama kendaraan digunakan di jalan raya agar dapat mendukung pengawasan lalu lintas serta proses penegakan hukum.

Ket. Foto: Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri mengingatkan masyarakat agar tidak menutup maupun memodifikasi pelat nomor kendaraan bermotor. Tindakan tersebut dinilai melanggar ketentuan lalu lintas karena dapat menghambat proses identifikasi kendaraan, baik oleh petugas kepolisian maupun melalui sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE). — Sumber: Humas Polri

Korlantas menjelaskan setiap pemilik kendaraan dilarang melakukan berbagai bentuk modifikasi yang dapat menyamarkan identitas kendaraan. Larangan tersebut meliputi pemasangan penutup pelat nomor, mengubah bentuk huruf maupun angka, melipat pelat, mengecat ulang sehingga sulit dibaca, hingga memasang aksesori yang menghalangi TNKB terlihat dengan jelas.

Penggunaan pelat nomor yang sengaja disamarkan juga dapat mengganggu sistem pengawasan lalu lintas berbasis kamera ETLE. Selain itu, tindakan tersebut menyulitkan petugas dalam mengidentifikasi kendaraan apabila terjadi pelanggaran lalu lintas, tindak pidana, maupun kecelakaan di jalan raya.

Ketentuan mengenai penggunaan pelat nomor kendaraan telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ). Dalam aturan tersebut disebutkan pelat nomor kendaraan tidak boleh dimodifikasi dengan mengubah warna, bentuk, tulisan, maupun menambahkan stiker atau benda lain yang mengubah identitas kendaraan.

Pengendara yang menggunakan TNKB tidak sesuai ketentuan dapat dikenakan sanksi sebagaimana diatur dalam Pasal 280 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang LLAJ. Aturan tersebut mengatur sanksi bagi setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor tanpa menggunakan Tanda Nomor Kendaraan Bermotor yang ditetapkan oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia.

"Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan yang tidak dipasangi Tanda Nomor Kendaraan Bermotor yang ditetapkan oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Pasal 68 ayat (1) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 bulan atau denda paling banyak Rp500.000."

Melalui imbauan tersebut, Korlantas Polri meminta masyarakat selalu menggunakan kendaraan sesuai ketentuan yang berlaku. Kepatuhan terhadap aturan pemasangan TNKB dinilai menjadi bagian penting dalam menciptakan sistem penegakan hukum yang efektif, transparan, dan akuntabel.

Selain menghindari sanksi tilang, penggunaan pelat nomor yang sesuai aturan juga menjadi bentuk tanggung jawab setiap pengguna jalan dalam mendukung keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas. Korlantas menegaskan budaya tertib berlalu lintas dimulai dari kepatuhan terhadap aturan dasar, termasuk memastikan pelat nomor kendaraan selalu terpasang dengan benar dan dapat terbaca dengan jelas.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Paundra Zakirulloh

Berita Terbaru

Rodri Tinggalkan Manchester City, Gabung Barcelona dengan Nilai Transfer Rp1,2 Triliun

Jepang Tegaskan Pentingnya Kerja Sama dengan AS dan Korsel

Bukan Cuma Ubah Pola Pikir! Kepala BNPT Bongkar Ukuran Asli Keberhasilan Deradikalisasi!

Russia Tegur Dubes Jepang Terkait Pulau Sengketa

Peringati HUT Ke-81 RI, Wagub Bengkulu Ajak Masyarakat Teladani Perjuangan Ibu Fatmawati

PBB: Hanya 40% Faskes di Dunia yang Penuhi Standar Sanitasi Dasar

Menembus Samudra! Ribuan Mil dari Jakarta, Gemuruh HUT Ke-81 RI Pecah di San Francisco!

Ibu di Pamekasan Diduga Tusuk Anak hingga Tewas, Polisi Dalami Kejiwaan

Bahaya Judol Mengintai Anak Sekolah, OJK Tasikmalaya Langsung Turun Tangan!

Menangi Laga Debut di Kejuaraan Dunia BWF 2026, Bimo/Arlya Selamat dari 4 "Match Point"

Ancaman Karhutla Makin Mencekam! Pemprov Kalsel Guyur Hutan Lindung Siang Malam!

Bukan Cuma Sekadar Naikkan Bendera! Wagub Sumut Ungkap Masa Depan 74 Anggota Paskibraka!

Proyek IKN Makin Ngebut! Alokasi Rp5,3 Triliun Diguyur di RAPBN 2027, Ini Target Selesainya!

Indonesia Siaga! 3 Gunung Api Aktif Mendadak Meletus Beruntun dalam Semalam!

Kegiatan Kaum Muda dalam Medsos Mesti Berlanjut ke Lapangan

Pembangunan Tangerang Mulai Sesuaikan dengan Jalur MRT

Gunung Semeru Erupsi Disertai Awan Panas Guguran Selasa Malam, Status Level III Siaga

Desentralisasi Hanya Berjalan Secara Administratif Tapi Lemah Secara Fiskal

Hati-hati, Pemerintah Jangan Terjebak Beban Cicilan Utang yang Beratkan APBN

Nyaris Tersingkir! Bimo/Arlya Selamatkan 4 Match Point Sebelum Buat Keajaiban di BWF World Championships 2026!

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.