Gavi Minta FIFA Tak Hukum Paredes Usai Keributan Final Piala Dunia 2026

Rabu, 22 Jul 2026, 13:45 WIB

JAKARTA - Keributan mewarnai berakhirnya final Piala Dunia FIFA 2026 antara Spanyol dan Argentina di New York. Bentrokan yang melibatkan pemain dari kedua tim terjadi sesaat setelah peluit panjang dibunyikan, dengan Leandro Paredes menjadi salah satu sosok yang paling disorot.

Dalam insiden tersebut, Paredes disebut terlibat konfrontasi dengan Eric Garcia sebelum situasi semakin memanas. Gelandang Argentina itu juga dilaporkan mencekik Garcia dan menjatuhkan Gavi hingga memicu keributan yang melibatkan pemain, staf pelatih, serta pemain cadangan dari kedua kubu.

Ket. Foto: Keributan mewarnai berakhirnya final Piala Dunia FIFA 2026 antara Spanyol dan Argentina di New York. Bentrokan yang melibatkan pemain dari kedua tim terjadi sesaat setelah peluit panjang dibunyikan, dengan Leandro Paredes menjadi salah satu sosok yang paling disorot. — Sumber: NDTV

Meski menjadi korban dalam insiden tersebut, Gavi justru meminta FIFA tidak memberikan hukuman tambahan kepada Paredes. Menurut gelandang muda Spanyol itu, tindakan pengusiran saat pertandingan sudah cukup tanpa perlu menjatuhkan sanksi lanjutan.

"Tidak, sungguh? Saya rasa dia (Leandro Paredes) tidak seharusnya diskors. Saya mengerti itu bukan citra yang baik untuk anak-anak, tetapi sepak bola juga memiliki sisi yang lebih fisik dan agresif. Hal yang logis adalah mengusirnya selama pertandingan, dan itu saja," kata Gavi kepada El Partidazo de COPE.

Gavi menilai insiden seperti itu merupakan bagian dari tensi pertandingan besar. Ia berharap sepak bola tetap dipandang sebagai olahraga yang penuh emosi tanpa harus selalu berujung pada hukuman berat setelah laga berakhir.

"Pada akhirnya, ini sepak bola, dan saya pikir seharusnya selalu tetap seperti itu," lanjut Gavi.

Final Piala Dunia 2026 sendiri dimenangkan Spanyol dengan skor tipis 1-0 atas Argentina melalui gol Ferran Torres pada menit ke-106 babak perpanjangan waktu. Kemenangan tersebut memastikan La Roja meraih gelar Piala Dunia kedua sepanjang sejarah setelah terakhir kali menjadi juara pada 2010.

Sebelum pertandingan berakhir, Argentina harus bermain dengan 10 pemain setelah Enzo Fernandez menerima kartu merah akibat pelanggaran terhadap Pau Cubarsi. Tim asuhan Lionel Scaloni juga mengoleksi enam kartu kuning sepanjang pertandingan karena tingginya tensi duel di lapangan.

Ketegangan berlanjut setelah peluit akhir ketika Paredes terlibat adu mulut dengan Eric Garcia dan Gavi. Situasi kemudian berubah menjadi perkelahian massal sebelum akhirnya berhasil diredam oleh wasit Slavko Vincic bersama sejumlah pemain dari kedua tim.

Sempat beredar informasi bahwa Paredes menerima kartu merah usai pertandingan. Namun, FIFA kemudian menjelaskan bahwa informasi tersebut muncul akibat kesalahan pada sistem informasi pertandingan dan langsung diperbaiki.

FIFA juga menegaskan tidak ada kartu merah yang diberikan kepada Paredes setelah laga usai. Hingga kini, badan sepak bola dunia tersebut belum mengumumkan adanya sanksi disiplin terhadap para pemain yang terlibat dalam keributan pasca final.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.