- Home
-
- Luar Negeri
-
- Suku Bunga Tak Turun, Trum...
Suku Bunga Tak Turun, Trump Siap Ambil Langkah Mengejutkan: Perdagangan Terancam Berhenti
Minggu, 06 Sep 2026, 01:11 WIBWASHINGTON - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan menghentikan perdagangan dengan negara-negara yang dapat membuat AS mengalami defisit, kecuali jika bank sentral AS Federal Reserve atau The Fed menurunkan suku bunga.
"Turunkan suku bunga atau saya akan menghentikan perdagangan dengan negara-negara yang menyebabkan kita defisit, yang telah diakui secara tegas oleh Mahkamah Agung AS dalam putusannya yang konyol dan sangat merugikan soal tarif, bahwa 'presiden' memiliki hak mutlak untuk melakukannya," kata Trump di Truth Social, platform media sosial miliknya sendiri.
Trump juga meminta jajaran dewan The Fed bertindak "Cerdas" dan sesekali bersikap sebagai patriot.
Dalam unggahan berikutnya, Trump menulis bahwa pertumbuhan ekonomi tidak menyebabkan inflasi. Menurut dia, anggapan bahwa pertumbuhan menyebabkan inflasi justru telah menghambat kemajuan perekonomian AS selama 25 tahun.
"Kita seharusnya mencapai pertumbuhan PDB sebesar 15 dan 20 persen, bukannya 2, 3, dan 4 persen; dan Amerika seharusnya bisa menjadi jauh lebih kuat secara finansial daripada saat ini. Utang kita akan lunas dan semua hal lain ini akan terwujud," kata Trump.
Dia menambahkan setiap kenaikan satu poin suku bunga malah membebani negara sebesar 650 miliar dolar AS per tahun.
Pada akhir Mei lalu, Trump mengatakan Ketua The Fed Kevin Warsh akan memimpin upaya modernisasi besar-besaran di bank sentral AS itu, dengan tetap sepenuhnya bersikap independen dalam mengambil setiap keputusan.
Sementara itu, Trump pernah sering mengkritik mantan ketua The Fed, Jerome Powell, karena dianggap terlalu lamban menurunkan suku bunga acuan.
Sebelum menjadi ketua The Fed saat ini, Kevin Warsh pernah menjabat sebagai anggota Dewan Gubernur The Fed sejak Februari 2006 hingga Maret 2011.
Warsh merupakan anggota dewan termuda, yang saat itu dia berusia 35 tahun ketika ditunjuk. Dia juga pernah menjabat sebagai penasihat kebijakan ekonomi presiden dan anggota Dewan Ekonomi Nasional Gedung Putih.
Trump mencalonkan Warsh sebagai ketua baru The Fed pada akhir Januari. Kemudian, pada 13 Mei, Senat AS menyetujui penunjukan Warsh sebagai ketua baru The Fed untuk empat tahun mendatang.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Marcellus Widiarto
Berita Terkait:
-
Gunung Semeru Lima Kali Erupsi dengan Tinggi Letusan hingga 700 meter
-
Bencana Longsor Memutus Akses Jalan di Nagano, Jepang. Ratusan Orang Terisolasi
-
Trump Izinkan Perusahaan Swasta AS Jalankan Serangan Siber terhadap Organisasi Kriminal Asing
-
FIFA Bidik Dana 68,5 Triliun Rupiah dari Investor, UEFA Lontarkan Kritik Pedas
-
KP2MI Targetkan 500 Ribu Talenta Lewat Program SMK Go Global hingga 2029
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.