Demo Pelajar Prancis Berujung Kericuhan, Ratusan Sekolah Ditutup

Rabu, 07 Okt 2026, 04:43 WIB

PARIS - Dua minggu setelah aksi blokade sekolah menengah dimulai di Prancis, kegiatan di 413 sekolah di seluruh negeri terganggu pada hari Selasa (6/10), menurut Kementerian Pendidikan Nasional Prancis.

Kementerian mencatat angka tersebut turun 27 persen dari 564 sekolah pada hari Jumat (2/10) dan 32 persen dari 610 sekolah pada hari Kamis (1/10).

Ket. Foto: — Sumber: AFP

Di wilayah Paris, sekitar 160 sekolah menengah atas ditutup hingga Senin (5/10) siang waktu setempat, demikian dilaporkan surat kabar Prancis, Le Monde. Sementara itu, pintu masuk Sekolah Menengah Atas Vauquelin di arondisemen ke-13 Paris dibakar pada Senin (5/10), di tengah berlangsungnya aksi protes pelajar, menurut laporan sejumlah media Prancis.

Sejumlah kampus universitas negeri di Paris juga turut bergabung dalam aksi tersebut sebagai bentuk solidaritas terhadap para murid SMA yang menuntut peningkatan pendanaan untuk pendidikan dan kesetaraan yang lebih besar.

Meskipun situasinya tampak lebih tenang, sejumlah organisasi siswa SMA dan perguruan tinggi menyerukan aksi demonstrasi besar-besaran di seluruh negeri pada Selasa (6/10). Koalisi serikat pekerja di sektor pendidikan tingkat nasional juga mengimbau anggotanya untuk turut serta.

"Besok, akan terjadi gejolak nasional di kalangan murid SMA dan mahasiswa. Ya, saya mengkhawatirkannya, sama seperti semua orang. Saya terus memantau situasinya dengan saksama," ujar Menteri Pendidikan Tinggi Prancis Philippe Baptiste kepada Sud Radio.

Sejak gerakan itu dimulai, sekitar 5.000 orang telah ditangkap dalam insiden yang terjadi di sekitar aksi unjuk rasa, dengan sekitar 85 persen di antaranya merupakan anak di bawah umur, menurut otoritas Prancis. Ant

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Deri Henriawan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.