Menekraf Teuku Riefky Berkomitmen Dukung Komersialisasi Berkelanjutan Pelaku Seni Budaya dan UMKM

Selasa, 21 Jul 2026, 18:59 WIB

JAKARTA - Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menegaskan pentingnya penguatan ekosistem dan komersialisasi bagi para pegiat seni budaya agar mampu berkembang secara berkelanjutan.

Ia menilai seni dan budaya tidak hanya menjadi warisan bangsa yang harus dilestarikan, tetapi juga memiliki potensi besar sebagai penggerak ekonomi kreatif yang mampu menciptakan nilai tambah, membuka lapangan usaha, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Ket. Foto: Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, saat menghadiri Festival Seni dan Bazaar (FSB) Mitra Seni Indonesia (MSI) 2026 bertema "Harmony Budaya Indonesia", di Graha Jalapuspita Bendungan Hilir Jakarta, Selasa (21/7). — Sumber: ANTARA/HO Mitra Seni Indonesia

“Kementerian Ekonomi Kreatif berkomitmen penuh mendukung perkembangan berbagai sektor ekonomi kreatif, namun yang paling utama adalah penguatan ekosistemnya, agar para pelaku seni dan UMKM (usaha mikro, kecil dan menengah) ini bisa berkelanjutan (sustain) dari sisi komersialisasi,” kata Riefky dalam keterangan yang diterima, Selasa (21/7).

Ia mengatakan melalui Festival Seni dan Bazaar (FSB) Mitra Seni Indonesia (MSI) 2026 bertema "Harmoni Budaya Indonesia", menjadi salah satu ruang yang mempertemukan pelaku seni budaya, komunitas, UMKM, dan masyarakat dalam satu ekosistem kreatif.

Selain menampilkan pertunjukan seni budaya Nusantara, festival ini juga menghadirkan sekitar 90 stan pameran produk UMKM sebagai sarana akselerator dalam promosi, pemasaran, dan perluasan jejaring usaha.

“Festival ini melibatkan berbagai kegiatan pelatihan yang dimiliki MSI serta UMKM di bidang fesyen, kuliner hingga kerajinan tangan yang dikelola oleh anggota MSI. Kegiatan ini menjadi akselerator penting bagi para pegiat ekraf, termasuk dalam sektor musik tradisional, cerita anak, hingga bincang budaya dan ekonomi, ” ujar Riefky.

Ketua Dewan Pengawas Mitra Seni Indonesia, Sri Harmoko, mengatakan festival ini merupakan agenda rutin MSI untuk memberikan ruang ekspresi sekaligus pengembangan kapasitas bagi para peserta pelatihan di bawah naungan organisasi tersebut.

Selain membina para pelaku seni, MSI juga mengajak UMKM dan berbagai komunitas, termasuk anak-anak berkebutuhan khusus yang memiliki bakat seni, untuk tampil dan berkembang bersama.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Ketua Umum Mitra Seni Indonesia, Hesti Kresnarini, menjelaskan bahwa festival yang berlangsung pada 21–23 Juli 2026 ini mengangkat subtema "Rampak Melayu" sebagai simbol persatuan dalam keberagaman budaya Indonesia.

Menurut Hesti, MSI terus berupaya membangun wadah yang mempertemukan pelestarian budaya dengan pengembangan ekonomi kreatif berbasis identitas bangsa.

"Melalui sub tema ini, kami juga mengangkat Bincang Budaya Serumpun Malayu sebagai salah satu akar budaya Nusantara yang memberikan pengaruh besar terhadap perkembangan bahasa, seni, sastra, busana, adat hingga arsitektur di Indonesia,” papar Hesti.

Selain menjadi ajang apresiasi seni budaya, Festival Seni dan Bazaar MSI 2026 juga memperkuat kolaborasi antara komunitas seni secara inklusif, pelaku UMKM, pemerintah, dan dunia usaha untuk bergerak bersama sebagai motor penggerak seni dan budaya bangsa dalam membangun industri kreatif yang berkelanjutan. Ant

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Opik

Berita Terbaru

BPBD Jabar Berangkatkan 20 Personel Bantu Korban Gempa NTT

Tekan Emisi, Gubernur Pramono Targetkan 10.000 Bus Elektrik Sudah Broperasi di Jakarta pada 2030

Tradisi Mulud Adat Bayan Pertama Kalinya Masuk Kalender KEN

Trump Ancam Hukuman Ekonomi ke Negara Mana pun yang Bantu Iran

Gibran Tinjau Dampak Gempa di NTT, Pastikan Keselamatan dan Kebutuhan Dasar Warga Jadi Prioritas

Mesin Ekonomi Baru di Pesisir! KNMP Konawe Suplai 8 Ton Ikan Kualitas Ekspor ke Luar Kota

Komisi X DPR Minta BPK NTT Laporkan Kondisi Situs Budaya yang Terdampak Gempa

Kejar Target Bebas Emisi, Pemprov DKI Jakarta Bakal Operasikan 10 Ribu Bus Listrik

Andrea Bocelli Gelar Konser di Borobudur dan Jakarta, Cek Harga Tiket dan Jadwalnya

Pestani Rawit Groo Festival: PT Petrokimia Gresik Dorong Petani Tingkatkan Produktivitas Cabai

Kemenbud, BRWA, dan AMAN Integrasikan Data 3.857 Komunitas Adat untuk Percepat Pengakuan Hak

MinyaKita Dijual Rp31 Ribu, Mobil GASING Keliling Batam Tekan Harga Sembako

Jakarta Jadi Kota dengan Udara Terburuk Kedua di Dunia, Data Real-time IQAir Catat AQI 161

Fantastis! Sindikat Pemalsuan Materai di Lima Provinsi Rugikan Negara Rp1,03 Triliun

BUMN Tak Cukup Andalkan Aset, Menperin Minta Perkuat Hilirisasi dan Rantai Pasok Industri

Polda dan 22 Ormas se-Banten Gelar Apel Kamtibmas

Airlangga: Indonesia Prioritaskan Transformasi Industri Berbasis Tenaga Surya

Review Harusnya Horror: Hantu Wibu, Komedi, dan Kreator Konten dalam 106 Menit

Kapasitas Terpasang Panas Bumi Baru 11,6%, Bahlil: Jangan Tahan Konsesi!

Komisi XIII DPR Buka Peluang Bentuk Badan Khusus soal TPPO

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.