Fantastis! Perputaran Uang Sektor Ikan Tawar Pandeglang Tembus Rp1,2 Triliun

Selasa, 21 Jul 2026, 18:35 WIB

PANDEGLANG – Budi daya ikan tawar memiliki peran strategis dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Tingginya permintaan pasar terhadap komoditas seperti lele, nila, dan patin membuka peluang usaha yang menjanjikan, terutama jika didukung penerapan teknologi budi daya, efisiensi pakan, serta pengelolaan kualitas air yang baik.

Ket. Foto: Ilustrasi - Warga memberi makan ikan di keramba ikan mas di Sungai Cimadur, Citorek Timur, Lebak, Banten. — Sumber: ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas.

Ke depan, peningkatan produktivitas sektor ini akan bergantung pada kemampuan pembudidaya menekan biaya produksi, menjaga keberlanjutan lingkungan, dan memperluas akses pasar sehingga mampu meningkatkan daya saing perikanan air tawar nasional.

‎Perputaran uang dari budi daya ikan tawar di Kabupaten Pandeglang, Banten, pada 2025 mencapai lebih dari Rp1,2 triliun dengan produksi sebanyak 27.557 ton, kata ‎Kepala Bidang Pengelolaan Pembudidayaan Ikan pada Dinas Perikanan Kabupaten Pandeglang Iik.

Dalam keterangan tertulis yang diterima di Pandeglang, Selasa (21/7), Iik mengatakan bahwa pemerintah daerah terus mendorong agar produksi pembudidaya ikan tawar di daerah tersebut menjadi andalan ekonomi masyarakat.

‎Ia mengatakan produksi ikan tawar di Kabupaten Pandeglang pada 2025 mencapai sebanyak 27.557 ton, terdiri dari jenis ikan mas 1.641 ton, ikan nila 5.645 ton, ikan patin 8 ton, ikan gurame 4.859 ton, ikan bandeng 351 ton dan udang vannamei 14.646 ton.

‎Produksi ikan tersebut jika harga di pasaran mulai Rp20-65 ribu per kilogram, sehingga bisa menggulirkan perputaran uang menembus Rp1,2 triliun.

‎"Kami meyakini usaha pembudidaya ikan itu dipastikan mampu menyerap ribuan tenaga kerja juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat," kata perempuan lulusan Institut Pertanian Bogor (IPB).

‎Menurut dia, saat ini jumlah pembudidaya ikan tawar di Kabupaten Pandeglang mencapai sekitar 1.900 orang atau 200 kelompok tersebar di 35 kecamatan.

‎Masyarakat Pandegelang untuk kebutuhan ikan tangkap dan ikan budidaya konsumsi ikan masyarakat (KIM) rata-rata mencapai 25.26 kilogram per kapita per tahun dari penduduk 1,4 juta jiwa, sehingga masih dipasok dari luar daerah.

‎Oleh karena itu, ia mengatakan pemerintah daerah mengoptimalkan pengembangan kapasitas pembudidaya ikan kecil dengan memberikan pelatihan dan bimbingan teknis (Bimtek) di antaranya bioplok, obat-obat herbal hingga pakan ikan alternatif.

‎Selain itu juga, lanjutnya, penjaminan ketersediaan sarana prasarana pembudidaya ikan dengan mendapatkan dana hibah dari Dana Alokasi Khusus (DAK) baik pembenihan maupun pembesaran.

‎Begitu juga pengembangan kelembagaan kelompok pembudidaya ikan bagaimana mereka mampu membudidayakan ikan melalui program kolam miniras.

Program kolam miniras dikelola oleh pemerintah desa agar mampu memenuhi kebutuhan protein hewani ikan untuk kebutuhan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

‎Kegiatan yang dilakukan pemerintah daerah ini guna menggenjot produksi ikan tawar, sehingga ke depannya kebutuhan ikan dipasok dari pembudidaya lokal dan tidak mendatangkan dari luar daerah.

‎"Kami berharap produksi ikan tawar meningkat dan menjadi unggulan daerah, sehingga dapat mewujudkan kesejahteraan masyarakat," katanya menjelaskan.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Saluran Irigasi Tertutup Longsor! PU Kebut Penanganan Air Bersih Pasca Gempa Flores

Pemprov Jabar Bersama TNI-Polri dan Masyarakat Bertekad Perkuat Komitmen Keamanan

BMKG Catat 235 Gempa Susulan di Flores

Penumpang Rasakan Mobilitas Bandung-Bali Makin Praktis Berkat Reaktivasi Bandara Internasional Husein Sastranegara 

UOB Perkuat Segmen Nasabah Premium dengan Peningkatan Manfaat Kartu Visa

Maskapai Garuda Indonesia Kembali Layani Penerbangan dari Bandara Internasional Husein Sastranegara Bandung

DPRD Kota Bandung: Semangat Kemerdekaan Jadi Energi Hadapi Berbagai Tantangan

Sungguh Mengenaskan Kabar Duka Ini! Hingga Sabtu Sore, 38 Orang Meninggal Dunia akibat Gempa M 7,7 di NTT

Terus Bertambah! Gempa Dahsyat Flores akibatkan 33 Orang Meninggal

Warga Prancis Dievakuasi dari Jalur Pendakian Gunung Rinjani

Merah Putih Sepanjang 2.026 Meter bakal Dibentangkan di Gunung Dempo

Ratusan Pendaki Bakal Rayakan HUT ke-81 RI di Puncak Gunung Kerinci

Tim SAR Evakuasi Tiga Korban Reruntuhan Bangunan Akibat Gempa NTT

HUT RI, Masuk Ancol Gratis Tanggal 17 Agustus 2026, Buruan Reservasi, Kuota Terbatas!

Penumpang KM Bukit Siguntang Ditemukan Tewas di Perairan Balikpapan

Kodam Udayana Bantu Evakuasi Warga NTT Terdampak Gempa M7,7

Gempa M7,7 Guncang Flores, Polda NTT Bentuk Command Center & Kerahkan Personel

Badan Geologi: Gempa M7,7 di Timur Laut Nagekeo Dipicu Sesar Naik Busur Belakang Flores

BTS Makin Populer di Amerika, Capai Rekor Tertinggi 46% Menurut Survei

PU Kerahkan Alat Berat, Pastikan Akses Jalan NTT Tetap Terbuka Pasca Gempa 7,7 Magnitudo

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.