Saat wisatawan mancanegara Menyatu dalam Pesona Banyuwangi Ethno Carnival

Minggu, 19 Jul 2026, 19:50 WIB

BANYUWANGI – Di tengah semarak warna dan megahnya kostum yang memenuhi jalanan Banyuwangi, puluhan wisatawan mancanegara tak sekadar menjadi penonton.

Mereka ikut melangkah dalam parade Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) 2026 bertema "Perang Bayu: The Great War of Blambangan", menyatu dengan para peserta yang menghidupkan kembali kisah heroik perjuangan rakyat Blambangan.

Ket. Foto: Gelaran Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) 2026 di Banyuwangi, Jawa Timur. Sabtu (18/7/2026). — Sumber: ANTARA/HO-Pemkab Banyuwangi

Kehadiran mereka memberi warna tersendiri, sekaligus menunjukkan bahwa BEC telah menjelma menjadi panggung budaya berkelas internasional yang mampu menarik perhatian dunia sekaligus memperkenalkan kekayaan tradisi Banyuwangi kepada khalayak global.

Wisatawan mancanegara itu berasal dari Inggris, Belgia, Amerika Serikat, Swedia, Afrika, dan berbagai negara lainnya. Keikutsertaan wisatawan asing ini menjadikan BEC tidak lagi sekadar menjadi pertunjukan budaya, tetapi juga berkembang sebagai ruang interaksi budaya yang melibatkan masyarakat dunia.

Salah seorang wisatawan asal Belgia Jerome mengaku antusias, karena kunjungan pertamanya ke Indonesia bertepatan dengan penyelenggaraan Banyuwangi Ethno Carnival.

"Saya sangat excited, dan pertama kali saya ke Indonesia dan pertama kali juga ke Banyuwangi dan bertepatan dengan digelarnya event BEC. Saya merasa sangat terhormat bisa menjadi bagian dari agenda akbar masyarakat Banyuwangi ini," katanya, Sabtu (18/7).

Sementara wisatawan asal Pakistan Murad menyampaikan keterlibatannya sebagai peserta BEC 2026 menjadi pengalaman yang tidak akan terlupakan.

Ia mengaku kagum setelah mengetahui filosofi yang terkandung dalam kostum yang dikenakannya.

"Amazing experience, pakaian yang saya kenakan ini ternyata sarat filosofi,"kata Murad.

Para peserta mancanegara tampil mengenakan kostum etnik yang terinspirasi dari kisah heroik Perang Bayu. Bersama ratusan talenta lainnya, mereka berjalan di sepanjang rute karnaval sejauh sekitar 2 kilometer mulai Taman Blambangan hingga di Ahmad Yani tersebut.

Para turis mancanegara itu mengaku terkesan dengan kekayaan budaya Banyuwangi dan menilai setiap kostum memiliki filosofi yang kuat, didukung keramahan masyarakat serta semangat gotong-royong yang mereka rasakan sejak persiapan hingga pelaksanaan acara.

Ratusan talenta juga tampil memukau mengenakan kostum etnik spektakuler yang memadukan unsur seni, sejarah dan budaya Banyuwangi hingga garis finis di Jalan Ahmad Yani.

  • turis asing
  • Banyuwangi Ethno Carnival (BEC)
  • wisatawan mancanegara

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.