- Home
-
- Luar Negeri
-
- Alternatif Selat Hormuz, I...
Alternatif Selat Hormuz, Irak dan Suriah Kompak Pulihkan Jalur Pipa Minyak Mediterania
Minggu, 19 Jul 2026, 19:27 WIBBEIRUT - Suriah dan Irak telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk memulihkan kembali jalur pipa minyak Kirkuk-Baniyas menuju wilayah Mediterania yang telah lama tidak beroperasi.
"Kami menandatangani nota kesepahaman dengan negara sahabat kami, Republik Irak, untuk merestorasi pipa Kirkuk-Baniyas," ujar Menteri Energi Suriah Muhammad al-Bashir, seperti dikutip dalam pernyataan Kementerian Energi Suriah.
Ia menyebut kesepakatan tersebut sebagai sebuah langkah strategis untuk kembali mengoperasikan salah satu rute transit minyak utama di kawasan tersebut. Langkah tersebut juga diyakini akan memperkuat peran Suriah sebagai koridor energi regional.
Kementerian Energi Suriah menuturkan bahwa perjanjian tersebut ditandatangani di Amerika Serikat (AS), di sela-sela pertemuan antara Perdana Menteri Irak Ali al-Zaidi, Menteri Energi AS Chris Wright, serta sejumlah pejabat tinggi lainnya.
Selain kesepakatan antarpemerintah, perusahaan minyak milik negara asal Suriah, Syrian Petroleum Company, juga menandatangani dua nota kesepahaman secara terpisah.
Kesepakatan pertama dijalin dengan perusahaan minyak negara milik Irak, Basra Oil Company, guna memulihkan ruas pipa Haditha-Baniyas. Proyek tersebut bertujuan untuk melanjutkan kembali pasokan minyak Irak ke pelabuhan-pelabuhan Suriah di kawasan Mediterania.
MoU kedua disepakati dengan sebuah konsorsium internasional yang terdiri dari dua perusahaan asal AS, Chevron dan Capital TI, serta UCC Holding asal Qatar. Konsorsium tersebut akan bertugas menyusun studi teknis dan finansial untuk proyek restorasi jalur pipa tersebut.
Restorasi tersebut diproyeksikan akan meningkatkan kapasitas jalur pipa itu menjadi sekitar 2 juta barel minyak per hari (barrel per day/bpd).
Pipa minyak Kirkuk-Baniyas pertama kali beroperasi pada tahun 1952. Sepanjang sejarahnya, operasional pipa tersebut sempat beberapa kali dihentikan, terutama saat terjadi sabotase selama masa Krisis Suez atau Perang Arab-Israel Kedua pada 1956.
Selanjutnya, Irak melakukan penutupan sepihak jalur pipa tersebut antara 1982-2000 karena dukungan Suriah terhadap Iran selama perang Irak-Iran.
Jalur pipa tersebut pada akhirnya sama sekali tidak dapat beroperasi setelah hancur akibat serangan udara AS pada masa invasi ke Irak pada 2003.
- Harga Minyak
- Bahan Bakar Minyak
- laut mediterania
Redaktur: Koran Jakarta
Penulis: Deri Henriawan
Berita Terkait:
-
Beras SPHP Dipastikan Tak Naik, Namun Pembelian Dibatasi
-
Tradisi Labuhan Sarangan di Magetan
-
Hajar Chelsea, Manchester City Raih Juara Piala FA
-
Rupiah Melemah, Konflik Timur Tengah hingga Lonjakan Harga Minyak Guncang Ekonomi Indonesia
-
Pemprov Bengkulu Gandeng TNI, Program Gotong Royong Digenjot untuk Perkuat Ekonomi dan Infrastruktur
-
Manchester United vs Manchester City: Derby Panas di Old Trafford:
-
PWI Banten Sebut Kemah Budaya HPN Sarana bagi Wartawan Belajar Kearifan Suku Badui
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.