Pintu Masuk Negara Dijaga Barantin, Tapi Fasilitasnya Masih Kurang! DPR Angkat Bicara
Minggu, 19 Jul 2026, 19:38 WIBJAKARTA - Anggota Komisi IV DPR RI Rina Sa'adah mendorong penguatan Badan Karantina Indonesia (Barantin) dari sisi kelembagaan, anggaran, hingga sarana dan prasarana. Menurutnya, langkah tersebut diperlukan agar Barantin mampu menjalankan fungsi pengawasan secara optimal di pintu masuk dan keluar negara sekaligus mendukung peningkatan daya saing komoditas ekspor Indonesia.
"Kami melihat semangat dari teman-teman kami di karantina untuk menjaga pintu masuk dan pintu keluar Komoditi. Kalau dilihat ya dari perlengkapan sarpras dan juga perlengkapannya perlu masih ditingkatkan,â ujat Rina usai Kunjungan Kerja Spesifik Komisi IV DPR RI ke Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Banten, Satuan Pelayanan Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Banten, Jumat (17/7) dikutip dari laman resmi DPR RI.
Menurut politisi Fraksi PKB itu, keberadaan laboratorium yang tersertifikasi dan didukung peralatan yang memadai menjadi faktor penting untuk memastikan komoditas yang masuk ke Indonesia aman dikonsumsi masyarakat, sekaligus menjamin produk ekspor nasional memenuhi persyaratan negara tujuan. Karena itu, penguatan fasilitas dan kerja sama internasional perlu terus didorong.
"Kami mendukung (badan) karantina yang baru, badan yang baru berdiri ini didukung dari sisi anggaran supaya mereka bisa meningkatkan kualitas lab-nya, perlengkapannya dan juga menjalin kerjasama-kerjasama dengan negara lain."
Senada dengan itu, Anggota Komisi IV DPR RI Darori Wonodipuro menilai penguatan Barantin perlu menjadi perhatian mengingat lembaga tersebut mengemban tanggung jawab besar dalam mengawasi lalu lintas komoditas di negara kepulauan seperti Indonesia yang memiliki banyak pintu masuk dan keluar.
Tingginya aktivitas pelayanan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta turut menunjukkan besarnya beban kerja Barantin. Sepanjang Januari hingga Juni 2026, Satuan Pelayanan Bandara Soekarno-Hatta menerbitkan 80.777 sertifikat untuk layanan impor, ekspor, domestik masuk, dan domestik keluar komoditas hewan, ikan, serta tumbuhan.Â
Pada periode yang sama, Laboratorium Terintegrasi Karantina Banten melaksanakan 1.562 pengujian karantina hewan, 9.324 pengujian karantina ikan, 3.924 pengujian karantina tumbuhan, serta 325 pengujian keamanan mutu pangan dan pakan, sebagai dasar pelaksanaan tindakan karantina terhadap media pembawa.
Sejalan dengan itu, Sekretaris Utama Badan Karantina Indonesia Shahandra Hanitiyo menegaskan bahwa penguatan sektor karantina merupakan investasi jangka panjang bagi perlindungan sumber daya hayati dan daya saing perdagangan Indonesia.
"Karantina merupakan elemen krusial dalam sistem biosekuriti nasional yang tidak dapat dipisahkan dari upaya melindungi sumber daya hayati Indonesia. Dukungan terhadap penguatan layanan dan infrastruktur karantina menjadi investasi penting untuk menjaga ketahanan hayati nasional sekaligus mendukung kelancaran perdagangan yang aman dan berdaya saing," tutupnya.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini
Berita Terkait:
-
Wamendag Ajak Konsumen Lebih Cerdas Berbelanja
-
Optimalkan Data Teritorial, Kodim 1710/Mimika Terima Tim Pulsaji Data Satkowil Pusterad
-
Pemkot Banjarbaru Mulai Terapkan WFH ASN
-
Masuk Usia 14 Tahun, Ini Strategi Pupuk Indonesia Jaga Ketahanan Pangan Nasional
-
Purwokerto Half Marathon 2026 Catatkan Dua Rekor Baru MURI
-
Dua Kloter JCH Gelombang Pertama Telah Tiba di Asrama Haji Surabaya
-
Pemprov Jateng Cegah Hoaks Lewat Inovasi Padhang
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.