Tak Sekadar Main Gim, Generasi Muda Didorong Jadi Kreator
Minggu, 19 Jul 2026, 19:40 WIBJAKARTA â Talenta menjadi fondasi utama dalam membangun daya saing industri gim nasional di tengah pesatnya pertumbuhan ekonomi digital.
Ketersediaan pengembang, desainer, seniman digital, hingga programmer yang kompeten akan menentukan kemampuan Indonesia untuk tidak hanya menjadi pasar, tetapi juga produsen gim yang mampu bersaing di tingkat global.
Karena itu, penguatan ekosistem pendidikan, pelatihan, kolaborasi dengan industri, dan dukungan terhadap studio lokal menjadi langkah strategis untuk menciptakan inovasi, meningkatkan nilai tambah ekonomi kreatif, serta membuka lapangan kerja berbasis teknologi.
Kementerian Ekonomi Kreatif/ Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) memperkuat pengembangan talenta industri gim nasional melalui dukungan terhadap National Championships Grand Finale American Spaces Indonesia Esports Development (ASIED) untuk peluang karier generasi muda di ekosistem gim dan esports.
Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mengatakan ASIED tidak hanya berfokus pada kompetisi, tetapi juga membekali peserta dengan keterampilan yang dibutuhkan industri kreatif melalui workshop, masterclass, dan pendampingan selama enam bulan.
"Yang saya sukai dari ASIED adalah program ini bukan hanya tentang kompetisi, tetapi juga tentang belajar, membangun kepercayaan diri, dan menciptakan peluang. Melalui workshop, masterclass, hingga kejuaraan ini, peserta memperoleh pengalaman dan keterampilan yang menjadi bekal untuk terus berkembang di masa depan," kata Teuku Riefky dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Minggu (19/7).
Menurut dia, industri esports kini telah berkembang menjadi bagian penting dari ekonomi kreatif karena menciptakan berbagai profesi baru di luar atlet gim. Ekosistem tersebut mencakup profesi seperti caster, content creator, pelatih, penyelenggara turnamen, hingga pengembang konten digital.
Ia menambahkan Kementerian Ekraf akan terus memperluas akses ruang belajar, ruang berkarya, serta creative hub di berbagai daerah melalui kolaborasi dengan berbagai mitra. Langkah tersebut diharapkan mampu mencetak lebih banyak talenta yang siap memasuki industri gim nasional.
Program ASIED merupakan hasil kolaborasi Kementerian Ekraf dengan Kedutaan Besar Amerika Serikat di Indonesia, American Spaces Indonesia, Pengurus Besar Esports Indonesia (PB ESI), Yayasan Odong Prestasi Indonesia, dan Akademi Garudaku. Melalui jaringan American Corner, program ini telah menjangkau lebih dari 1.200 peserta dari berbagai daerah.
Sementara itu, Acting Country Public Affairs Officer Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta Abraham Lee mengatakan ASIED dirancang untuk memperkenalkan beragam peluang karier di industri esports, mulai dari event management, game operation, broadcasting, desain grafis, content creation, hingga pemasaran.
"Esports bukan sekadar bermain gim. Melalui program ini, kami ingin menunjukkan bahwa ekosistem esports membuka berbagai peluang karier di sektor ekonomi kreatif," kata Abraham Lee.
- ekraf
- industri gim nasional
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Skor Demokrasi Jawa Tengah Naik, Kini Masuk 3 Besar Nasional
-
Kasus KSBE di FHUI, 15 Terlapor Dijatuhkan Sanksi Berkenjang
-
AKPSI Sebut Daerah Penghasil Sawit Jadi Penopang Kemandirian Energi Nasional
-
Puluhan Lampu di Jalan Pemuda Rawamangun Kembali Menyala Usai Dicuri
-
Kwarda Jateng Dorong Banyumas Jadi Percontohan Pengembangan Kepramukaan
-
Ancol Siapkan Beragam Program Spesial Sambut Liburan Sekolah 2026, Catat Tanggalnya!
-
Peringati Hari Buruh di Monas, Prabowo Lempar Topi hingga Joget di Panggung
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.