Prancis vs Inggris di Perebutan Tempat Ketiga Piala Dunia 2026, Golden Boot Ikut Dipertaruhkan

Jumat, 17 Jul 2026, 06:00 WIB

Jakarta – Timnas Prancis akan menghadapi Inggris dalam laga perebutan peringkat ketiga atau "bronze final" Piala Dunia 2026 pada Sabtu (18/7) waktu setempat, setelah kedua tim gagal melaju ke final usai kalah di babak semifinal.

Meski banyak pemain dan suporter dari tim yang tersingkir lebih memilih segera mengakhiri turnamen, sebagian tim tetap menganggap laga perebutan posisi ketiga sebagai kesempatan meraih pencapaian bergengsi sekaligus menutup turnamen dengan hasil positif.

Ket. Foto: Seorang pria berdiri di samping mural legenda sepak bola Argentina, Diego Maradona, yang menggambarkan momen ikonik pada Piala Dunia Meksiko 1986 saat menghadapi Inggris, di Villa Fiorito, pinggiran Buenos Aires. — Sumber: AFP

Selain itu, pertandingan ini juga berpotensi memengaruhi persaingan perebutan Sepatu Emas (Golden Boot).

Mengapa ada laga perebutan peringkat ketiga?

Laga ini memberikan kesempatan bagi salah satu tim untuk finis di posisi ketiga dunia atau meraih "medali perunggu" secara simbolis. Pertandingan tersebut juga menjadi ajang mempertemukan dua tim papan atas yang gagal mencapai final.

Bagi FIFA, laga ini turut memberikan nilai ekonomi melalui penjualan tiket, hak siar, dan aktivitas komersial di kota tuan rumah, sekaligus mengisi jeda antara semifinal dan final.

Sejak kapan laga perebutan tempat ketiga digelar?

Pertandingan perebutan posisi ketiga pertama kali digelar pada Piala Dunia 1934. Saat itu, Jerman mengalahkan Austria dengan skor 3-2 untuk merebut posisi ketiga.

Laga serupa kembali dimainkan pada edisi 1938, namun sempat ditiadakan pada Piala Dunia 1950 setelah Perang Dunia II. Sejak 1954, pertandingan perebutan peringkat ketiga kembali menjadi bagian tetap dalam setiap edisi Piala Dunia.

Berpengaruh terhadap perebutan Golden Boot

Gol yang dicetak dalam laga perebutan tempat ketiga tetap dihitung dalam klasemen pencetak gol terbanyak Piala Dunia karena pertandingan tersebut merupakan laga resmi FIFA.

Rekor terbanyak masih dipegang legenda Prancis Just Fontaine, yang mencetak empat gol saat Prancis menang 6-3 atas Jerman Barat pada perebutan tempat ketiga Piala Dunia 1958. Total 13 gol Fontaine dalam satu edisi Piala Dunia hingga kini belum terpecahkan.

Pada Piala Dunia 2026, Lionel Messi memimpin daftar pencetak gol dengan delapan gol dan empat assist. Di belakangnya ada Kylian Mbappe yang juga mengoleksi delapan gol namun hanya tiga assist, sedangkan Harry Kane dan Jude Bellingham masing-masing telah mencetak enam gol.

Apakah ada trofi?

Tidak ada trofi khusus bagi pemenang perebutan tempat ketiga. Namun, tim peringkat ketiga memperoleh hadiah uang sebesar US$2 juta lebih banyak dibanding tim yang finis di posisi keempat.

Rekam jejak Prancis dan Inggris

Prancis memiliki catatan cukup baik di laga perebutan posisi ketiga. Les Bleus memenangkan dua dari tiga pertandingan perebutan tempat ketiga, yakni mengalahkan Jerman Barat pada 1958 dan Belgia 4-2 setelah perpanjangan waktu pada 1986.

Satu-satunya kekalahan Prancis terjadi pada 1982 saat takluk dari Polandia, setelah pelatih mengistirahatkan sejumlah pemain utama, termasuk Michel Platini, usai kekalahan dramatis di semifinal.

Sebaliknya, Inggris belum pernah memenangi laga perebutan tempat ketiga. The Three Lions kalah 1-2 dari Italia pada 1990 dan kembali takluk 0-2 dari Belgia pada Piala Dunia 2018.

Sementara itu, Jerman menjadi negara yang paling sering finis di posisi ketiga Piala Dunia dengan total empat kali.

Jadwal pertandingan

Laga perebutan tempat ketiga Piala Dunia 2026 akan berlangsung di Miami Stadium, Florida, Amerika Serikat, pada Sabtu (18/7) pukul 17.00 waktu setempat atau 21.00 GMT.

Komentar kedua pelatih

Pelatih Prancis Didier Deschamps menegaskan timnya tetap membidik kemenangan meski gagal mencapai final.

"Masih ada posisi ketiga yang harus diperjuangkan dan kami akan melakukan segalanya untuk meraihnya. Kami memang tidak berada di posisi yang kami inginkan, tetapi kami harus menerimanya."

Sementara itu, pelatih Inggris Thomas Tuchel mengakui laga tersebut bukan pertandingan yang diinginkan para pemain.

"Tidak ada pemain Inggris maupun Prancis yang ingin bermain di laga ini. Mereka semua ingin tampil di final. Kami sudah memberikan segalanya untuk mencapai final. Semua tim datang untuk menjadi juara dunia, tetapi inilah kenyataannya."

  • Piala Dunia 2026

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Andes

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.