BUMN dan BUMD Diajak Menjadi Orang Tua Asuh untuk Cegah Stunting di Jayapura

Minggu, 09 Agu 2026, 00:40 WIB

JAYAPURA - Pemerintah Kota Jayapura, Papua melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) mengajak seluruh instansi baik BUMN maupun BUMD bersama-sama menjadi orang tua asuh untuk mencegah stunting.

Kepala DP3AKB Kota Jayapura Betty Puy di Jayapura, Sabtu, mengatakan pihaknya mendapat target dari pemerintah pusat untuk menghadirkan sebanyak 181 orang tua asuh bagi keluarga sasaran dalam program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting).

Ket. Foto: Foto bersama setelah kegiatan advokasi program bangga pokja advokasi kepada para pemangku kepentingan dan mitra kerja melalui penguatan gerakan orang tua asuh cegah stunting yang dilaksanakan DP3AKB Kota Jayapura. — Sumber: Antara foto/HO-Humas Pemkot Jayapura

"Dari target tersebut, sebanyak 50 sasaran telah mendapatkan dukungan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) Bank Rakyat Indonesia termasuk bantuan pembangunan tiga unit jamban bagi keluarga yang membutuhkan," katanya.

Menurut Betty, pihaknya telah melaksanakan kegiatan advokasi program bangga pokja advokasi kepada para pemangku kepentingan dan mitra kerja melalui penguatan gerakan orang tua asuh cegah stunting yang bertujuan memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam upaya percepatan penurunan angka stunting di Kota Jayapura dengan melibatkan instansi pemerintah, BUMN, BUMD, dunia usaha, organisasi keagamaan hingga berbagai elemen masyarakat.

"Terkait itu, kami mengajak seluruh instansi untuk bersama-sama menjadi orang tua asuh sehingga target 181 sasaran dapat terpenuhi. Pendampingan akan dilakukan selama tiga bulan dan hasilnya dipantau setiap bulan melalui posyandu," ujarnya.

Dia menjelaskan kehadiran ibu hamil, bayi, dan balita di posyandu menjadi indikator penting dalam memantau pertumbuhan, perkembangan, serta status gizi anak sehingga intervensi dapat dilakukan secara tepat waktu.

"Sepanjang 2025 terdapat 14.425 keluarga yang menjadi sasaran pendampingan program keluarga berisiko stunting di Kota Jayapura. Oleh karena itu, gerakan membawa anak ke posyandu harus terus digalakkan agar pelayanan kesehatan dasar dapat menjangkau seluruh keluarga," katanya lagi.

Dia menambahkan pihaknya berharap sinergi lintas sektor semakin kuat sehingga target penurunan angka stunting dapat tercapai dan kualitas kesehatan anak-anak di Kota Jayapura terus meningkat.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Marcellus Widiarto

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.