Asah Kreativitas, Pemda DIY Perkuat Ekosistem UMKM untuk Tingkatkan Daya Saing
Minggu, 09 Agu 2026, 00:37 WIBYOGYAKARTA - Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) terus memperkuat ekosistem usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) guna meningkatkan kualitas produk dan saya saing pelaku ekonomi kreatif itu.
"Dinas Koperasi dan UKM DIY terus berkomitmen memperkuat ekosistem UMKM melalui pemberdayaan, pendampingan, promosi, peningkatan kualitas produk, serta perluasan akses pasar agar UMKM semakin maju, berdaya saing, dan naik kelas," kata Kepala Dinas Koperasi dan UKM DIY Agus Mulyono di Yogyakarta, Sabtu.
Penguatan ekosistem UMKM salah satunya juga melalui pameran bertajuk SiBakul Creative Local Market pada 7-9 Agustus, ajang yang digelar dalam rangka Gebyar Hari UKM 2026 tersebut menjadi ajang promosi sekaligus perluasan akses pasar pelaku UMKM binaan SiBakul Jogja.
Menurut dia, pameran produk UMKM ini merupakan wujud kolaborasi nyata dalam memperkuat pengembangan UMKM, memperluas akses pasar, meningkatkan transaksi, serta mendorong pertumbuhan ekonomi.
Terdapat sebanyak 94 UKM Mitra SiBakul Jogja yang dihadirkan dalam pameran untuk menawarkan berbagai produk unggulan, mulai dari kuliner, fesyen, kriya, hingga produk kreatif lainnya.
"Apresiasi kepada seluruh UMKM yang terus berinovasi, beradaptasi, dan menjadi penggerak utama perekonomian Daerah Istimewa Yogyakarta," katanya.
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X mengatakan perubahan perilaku konsumen, selera pasar yang terus bergerak, persaingan yang makin terbuka, serta perkembangan teknologi menjadi peluang sekaligus tuntutan baru bagi pelaku usaha untuk terus beradaptasi.
Oleh karena itu, selain produk berkualitas, kemampuan memasarkan produk secara digital, menjaga mutu, memperbaiki kemasan, mengurus perizinan, hingga membangun kepercayaan pelanggan juga menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan usaha.
Karena itu, Pemda DIY terus memperkuat ekosistem UMKM melalui berbagai dukungan, mulai dari peningkatan kapasitas usaha, digitalisasi pemasaran melalui SiBakul, fasilitasi pembiayaan, hingga pendampingan sertifikasi dan standardisasi produk.
Meski demikian, Sri Sultan menekankan agar berbagai dukungan tersebut tidak berhenti pada pelaksanaan program, ukuran keberhasilannya harus terlihat dari manfaat yang dirasakan langsung oleh pelaku usaha.
"Pelatihan harus membantu pelaku usaha mengambil keputusan lebih baik. Digitalisasi, harus membuka pasar lebih luas. Pembiayaan harus meringankan, bukan memberatkan. Sertifikasi dan standardisasi harus menjadi jalan, agar produk UMKM makin dipercaya," katanya.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Marcellus Widiarto
Berita Terkait:
-
Pertumbuhan Jumlah Penduduk Indonesia
-
Khofifah Ajak Perkuat Regenerasi dan Ekosistem Reog Ponorogo
-
inDrive Siap Patuhi Perpres Perlindungan Ojol, Andalkan Kebijakan Komisi Rendah 12 Persen
-
Guru Madrasah dan Harapan PPPK, Bukan Sekadar Status tapi Pengakuan Negara Atas Pengabdian Panjang
-
Kawasan Teluk Bergejolak: Drone Iran Sasar Kapal Tanker Kuwait
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.