Empat Juta Bibit Arabica Gayo 3 Digelontorkan, Kementan Pacu Kebangkitan Perkebunan Aceh Pascabencana

Rabu, 08 Jul 2026, 16:15 WIB

BANDA ACEH – Pemulihan sektor perkebunan pascabencana menjadi langkah penting untuk mengembalikan produktivitas lahan, menjaga keberlanjutan mata pencaharian petani, serta memulihkan aktivitas ekonomi di wilayah terdampak.

Upaya ini tidak cukup hanya berfokus pada rehabilitasi tanaman dan infrastruktur, tetapi juga perlu didukung penyediaan benih unggul, akses pembiayaan, serta pendampingan teknis agar proses pemulihan berlangsung lebih cepat dan mampu meningkatkan ketahanan sektor perkebunan terhadap risiko bencana di masa mendatang.

Ket. Foto: Bupati Aceh Tengah Haili Yoga kunjungan ke lokasi penangkaran pembibitan kopi Arabika Gayo 3 di SMK Negeri 2 Aceh Tengah, Kampung Kala Nareh, Kecamatan Pegasing, Rabu (8/7). — Sumber: ANTARA/HO-Humas Aceh Tengah

Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian (Kementan) memproduksi sebanyak empat juta bibit Kopi Arabica Gayo 3 di Takengon yang dipersiapkan untuk mendukung pemulihan sektor perkebunan pascabencana hidrometeorologi di Kabupaten Aceh Tengah, Provinsi Aceh.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada Menteri Pertanian beserta seluruh jajaran Kementerian Pertanian dan pihak pelaksana yang telah mendukung pengembangan kopi Arabika Gayo di Aceh Tengah,” kata Bupati Aceh Tengah Haili Yoga di Takengon, Rabu (8/7).

Pernyataan itu disampaikan Bupati Aceh Tengah di sela kunjungan ke lokasi penangkaran pembibitan kopi Arabika Gayo 3 di SMK Negeri 2 Aceh Tengah, Kampung Kala Nareh, Kecamatan Pegasing.

Ia menjelaskan, kunjungan yang turut dihadiri Tim Kementerian Pertanian serta perwakilan Dinas Perkebunan Provinsi Aceh dalam rangka melihat langsung progres pekerjaan produksi benih Kopi Arabika dalam lanjutan pascasemai.

“Alhamdulillah, hasil pekerjaan menunjukkan pertumbuhan vegetatif bibit yang sangat baik. Bibit Arabika Gayo 3 telah memenuhi kondisi yang siap untuk ditanam di lapangan,” katanya.

Ia menambahkan, jumlah bibit yang diproduksi mencapai empat juta batang tersebut saat ini menunggu proses sertifikasi dari Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih (BPSB) Provinsi Aceh sebelum didistribusikan kepada masyarakat.

Bupati menegaskan bahwa proses penyaluran dilakukan tepat sasaran kepada petani yang telah terdata dan tergabung dalam kelompok tani penerima manfaat sesuai ketentuan program.

“Hal tersebut penting untuk memastikan bantuan pemerintah benar-benar diterima oleh masyarakat yang terdampak bencana dan membutuhkan dukungan rehabilitasi kebun kopi,” katanya.

Menurut dia, kebutuhan bibit kopi di Dataran Tinggi Gayo sangat tinggi setiap tahunnya. Program tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan Aceh Tengah sebagai salah satu sentra penghasil kopi Arabika terbaik di dunia.

Sementara itu, Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Aceh Tengah, Sabrin, menjelaskan bahwa proses penyaluran bibit direncanakan mulai dilaksanakan pada bulan Agustus 2026 setelah sertifikasi benih selesai diterbitkan oleh BPSB Provinsi Aceh.

"Bibit akan disalurkan kepada petani yang terdampak bencana sesuai usulan yang telah diverifikasi melalui kelompok tani, sehingga penyaluran tepat sasaran dan sesuai dengan ketentuan program,” kata Sabrin.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Simbol Hubungan Akrab, Sultan Brunei-Anwar Ibrahim Gelar Pertemuan di Istana Nurul Iman

LG Borong 17 Penghargaan IDEA 2026, Perkuat Prestasi Triple Crown di Ajang Desain Global

Trump Sumringah, Mahkamah Agung AS Izinkan Kembali Pembangunan Ballroom Gedung Putih

Uniqlo Fall/Winter 2026 Hadirkan Gaya Urban Fleksibel, Temani Aktivitas dari Kerja hingga Traveling

Terisolasi Usai Gempa M 7,7! Kemen ESDM Beberkan Kondisi Listrik dan BBM di Manggarai!

Ramaikan GBK, Lebih dari 5.000 Peserta Tumpah Ruah di BrookFarm Almond Run 2026

Siap Duduk Satu Meja? Pertemuan Putin dan Donald Trump di KTT APEC Tinggal Menunggu Waktu!

Mencekam! Lahan Gambut Pinggir Jalan Tol Mendadak Terbakar, Petugas Bertarung Tengah Malam!

Harga Bahan Pokok Lebak Merangkak Naik, Ada Apa dengan Pasar?

Tinggalkan Cara Lama! UMKM Papua Dipaksa Naik Kelas Lewat Jurus Digital BI!

Ekspedisi Patriot Gebrak di Kawasan Transmigrasi Simeulue, Budi Daya Ikan Dibidik Jadi Mesin Ekonomi

Omzet UMKM di KKI 2026 Tembus Rp144,2 Miliar, Produk Lokal Makin Menggigit

TP PKK dan Pemkab Banjar Buka Akses Layanan Operasi Bibir Sumbing Berkelanjutan

Bangkit dari Cedera Langsung Juara Dunia! Keajaiban An Se-young Hancurkan Mimpi Rekor Akane!

Magetan Tak Mau Ketinggalan, Peta Jalan Ekraf 2027 Disiapkan untuk Gebrak Ekonomi Kreatif

Jalan-Jalan Makin Nyaman, Bogor Siapkan Bus Listrik untuk Rute Wisata

Bukan Kaleng-Kaleng! KOI Bongkar Alasan Kejurnas Hoki 2026 Lebih Bergengsi dari SEA Games!

Pemkot Ambon Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.