Fantastis! HUT Dekranas-HKG Dongkrak Perputaran Ekonomi

Senin, 13 Jul 2026, 14:35 WIB

MAKASSAR – Sektor kerajinan memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif karena menggabungkan nilai budaya, keterampilan, dan potensi pasar.

Selain menyerap tenaga kerja, industri kerajinan juga berkontribusi dalam menjaga warisan budaya sekaligus menciptakan produk bernilai tambah yang berdaya saing.

Ket. Foto: Ketua Umum Dekranas Pusat, Selvi Gibran Rakabuming (kiri) di peringatan HUT ke-46 Dekranas dan Pameran Kriya dan Wastra Dekranasda se-Indonesia di Makassar, Jumat (10/7/2026). — Sumber: ANTARA/Pemprov NTB.

Ke depan, penguatan inovasi desain, digitalisasi pemasaran, peningkatan kualitas produk, serta perluasan akses pembiayaan dan pasar menjadi faktor penting agar sektor kerajinan mampu berkembang secara berkelanjutan di tengah persaingan global.

Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Makassar Melinda Aksa mengatakan selama pelaksanaan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 dan Hari Ulang Tahun (HUT) Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) ke-46 Tahun 2026, berhasil mencatatkan perputaran ekonomi hingga Rp100 miliar.

Melinda Aksa yang juga Ketua PKK Makassar, Senin (13/7), mengatakan, Pemerintah Kota Makassar melalui Dekranasda memberikan dukungan penuh terhadap seluruh rangkaian kegiatan yang dipusatkan di Kota Makassar.

"Secara keseluruhan, perputaran ekonomi yang dihasilkan dari penyelenggaraan HKG PKK ke-54 dan HUT Dekranas ke-46 di Kota Makassar, diperkirakan mencapai lebih dari Rp100 miliar," ujarnya.

Melinda menerangkan, penyelenggaraan HKG dan HUT Dekranas tidak hanya mampu mengembangkan sektor kerajinan dan UMKM, tetapi juga terhadap perputaran ekonomi dan juga menyasar sektor pariwisata, kuliner dan okupansi hotel di kota Makassar.

Selama rangkaian kegiatan yang berlangsung pada 8–12 Juli 2026 untuk agenda Sulawesi Selatan dan 9–12 Juli 2026 untuk agenda nasional Dekranas, Makassar menjadi pusat aktivitas ribuan peserta dari seluruh Indonesia.

Dari sisi transaksi, hasil yang dicapai juga sangat menggembirakan. Hingga 11 Juli 2026, total transaksi seluruh stan pameran telah mencapai Rp4,1 miliar lebih.

"Untuk stan peserta asal Sulawesi Selatan mencatat transaksi sebesar Rp1,012 miliar atau sekitar 24,3 persen dari total transaksi nasional, hingga penutupan, total transaksi keseluruhan diperkirakan akan mencapai sekitar Rp5 miliar," katanya.

Melinda menjelaskan, dukungan tersebut diwujudkan melalui partisipasi aktif Dekranasda Kota Makassar dalam berbagai rangkaian kegiatan, mulai dari pameran kerajinan, festival kuliner, hingga promosi produk unggulan UMKM binaan.

Pada pameran Dekranas yang berlangsung di Trans Studio Mall (TSM) Makassar, booth Dekranasda Kota Makassar menjadi salah satu daya tarik pengunjung.

Berbagai produk unggulan hasil karya pelaku UMKM dipamerkan, mulai dari kain tenun Lagosi, baju bodo, tas anyaman, perhiasan handmade, aksesori, bando, hingga beragam kerajinan tangan khas Makassar.

Salah satu produk yang paling diminati pengunjung adalah minyak gosok tradisional khas Makassar yang mencatat penjualan cukup tinggi selama pameran berlangsung.

Tidak hanya itu, Dekranasda Kota Makassar juga mengambil bagian dalam Festival Kuliner "Satu Kota 1000 Rasa" yang digelar di Lapangan Hasanuddin sebagai bagian dari rangkaian HUT Dekranas ke-46 dan HKG PKK ke-54.

Festival tersebut melibatkan 115 pelaku UMKM Kota Makassar yang menyajikan beragam kuliner khas daerah sekaligus menjadi ruang promosi produk makanan dan minuman lokal kepada ribuan pengunjung dari berbagai daerah di Indonesia.

"Kami ingin ke depan semakin banyak lagi kreativitas maupun produk-produk kreatif lokal dan pengrajin binaan dari Dekranasda Kota Makassar bisa dipasarkan lebih luas," ucapnya.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.