15 Daerah Jadi Percontohan Kapitalisasi Bonus Demografi

Rabu, 15 Jul 2026, 03:13 WIB

KABUPATEN BOGOR - Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga)/Kepala BKKBN Wihaji menjadikan 15 kabupaten dan kota sebagai daerah percontohan penerapan Peta Jalan Pembangunan Kependudukan (PJPK) untuk mengoptimalkan bonus demografi.

“Hari ini kami mengundang 15 kabupaten/kota dalam rangka sinergisitas antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah untuk program PJPK, yakni Peta Jalan Pembangunan Kependudukan, yang merupakan bagian dari langkah pemerintah pusat untuk menata agar ke depan masing-masing kabupaten/kota semakin baik,” kata Wihaji di Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, kemarin.

Ket. Foto: Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga)/Kepala BKKBN Wihaji dalam kegiatan Sinergitas Pemerintah Pusat dan Daerah dalam rangka Peta Jalan Pembangunan Kependudukan (PJPK) di Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin — Sumber: Antara

Ia menjelaskan, 15 daerah tersebut dipilih sebagai contoh dalam penerapan sekitar 30 indikator prioritas pembangunan kependudukan yang nantinya dapat menjadi rujukan bagi daerah lain di Indonesia.

Daerah tersebut meliputi Kota Balikpapan, Kota Padang, Kabupaten Lima Puluh Kota, Kota Tangerang Selatan, Kabupaten Pandeglang, Kota Bandung, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Sumedang, Kabupaten Sragen, Kota Pekalongan, Kota Surabaya, Kota Kediri, Kabupaten Lumajang, Kabupaten Sidoarjo, dan Kota Makassar.

Selain 15 kabupaten/kota tersebut, Ibu Kota Nusantara (IKN) juga turut menjadi peserta dalam kegiatan Sinergitas Pemerintah Pusat dan Daerah mengenai PJPK, kapitalisasi bonus demografi, serta percepatan pencegahan dan penurunan stunting yang berlangsung selama lima hari di Cibinong.

Wihaji mengatakan PJPK dirancang agar setiap pemerintah daerah memiliki arah pembangunan kependudukan yang sesuai dengan karakteristik dan kondisi penduduk di wilayah masing-masing.

“Misalnya jumlah penduduk sekian, maka yang dikerjakan adalah A, B, C. Biar nanti dalam mendesain di masing-masing kabupaten/kota ini semakin baik,” ujarnya.

Menurut dia, pelaksanaan indikator pembangunan kependudukan tersebut diharapkan mampu meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), yang antara lain tercermin dari peningkatan rata-rata lama sekolah, angka harapan hidup, dan pendapatan per kapita.

“Kalau mereka mengerjakan 30 indikator itu, maka nanti secara otomatis IPM-nya naik, angka harapan hidupnya naik, angka lama sekolahnya naik, kemudian Indeks Pembangunan Keluarganya juga naik,” kata Wihaji.

Ia menekankan bahwa pembangunan kependudukan memiliki tantangan tersendiri karena hasilnya tidak dapat terlihat secara langsung seperti pembangunan infrastruktur fisik. “Kita ini, dalam tanda petik, manusia yang kita bangun supaya lebih berkualitas, tambah sehat, pendidikannya semakin tinggi. Jadi salah satu tantangannya adalah kita perlu menjelaskan secara utuh,” ujarnya.

Selain pemahaman mengenai pentingnya pembangunan kependudukan dalam jangka menengah dan panjang, Wihaji menyebut dukungan pembiayaan menjadi tantangan lain yang perlu diatasi.

Karena itu, Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga bekerja sama dengan Kementerian Keuangan dan Kementerian Dalam Negeri untuk mendukung implementasi PJPK di daerah. “Kami juga kerja sama dengan Kemendagri untuk memberikan insentif kepada pemerintah daerah apabila mengerjakan indikator yang kita sampaikan kepada Kemendagri,” kata Wihaji.

Siapkan Insentif

Kemendukbangga saat ini insentif bagi daerah yang berhasil menjalankan Peta Jalan Pembangunan Kependudukan (PJPK) dengan capaian baik.

Sekretaris Kementerian/Sekretaris Utama Kemendukbangga/BKKBN Budi Setiyono mengatakan pemberian insentif tersebut dibahas bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). “Nanti kalau mereka kita evaluasi memiliki capaian prestasi yang baik, kita akan mengupayakan insentif berikutnya. Kita sudah sepakat dengan Kemendagri. Jumlahnya masih kita diskusikan,” kata Budi.

Ia menjelaskan insentif tersebut direncanakan diberikan pada 2027, dengan mekanisme dan besaran yang masih dalam pembahasan bersama Kemendagri.

Menurut dia, sebanyak 15 kabupaten/kota yang menjadi daerah percontohan PJPK telah mendapatkan alokasi Bantuan Operasional Keluarga Berencana (BOKB) pada 2026 dan diprioritaskan kembali untuk memperoleh bantuan tersebut pada 2027.

Budi menyebut Kemendukbangga sebelumnya menghadapi pembatasan alokasi BOKB pada 2027. Namun, pihaknya memperjuangkan agar 15 daerah percontohan tetap diprioritaskan menerima bantuan untuk mendukung operasionalisasi PJPK.

Selain alokasi dasar BOKB, pemerintah akan mengevaluasi capaian masing-masing daerah sebagai dasar untuk mengupayakan tambahan insentif. “Yang tambahan insentifnya nanti menunggu kesepakatan dengan Kemendagri,” kata Budi.

Ia menjelaskan PJPK merupakan instrumen tata kelola kependudukan untuk memastikan setiap warga negara mendapatkan pelayanan yang terencana sejak lahir hingga lanjut usia. Ant/S-2

Redaktur: Sriyono

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Cetak Sejarah di Paris! AG.AL Juara Club Champion EWC 2026, Kantongi Hadiah Rp110 Miliar

Paket Pernikahan Elegan di Pusat Jakarta! Mangkuluhur ARTOTEL Suites Buka Harga Mulai Rp25 Juta

Agrowisata Petik Anggur Kini Jadi Tren Wisata Baru di Kepulauan Riau

Mendagri: Korban Gempa NTT Bisa Cetak Ulang Dokumen KTP, KK, hingga BPKB Secara Gratis

BMKG: 6.409 Gempa Bumi Susulan Guncang Flores

DPR Dorong Pemerintah Buka Potensi Wajib Pajak Baru

KPK Tekankan Pentingnya Penguatan Integritas Kampus usai OTT di Unsoed

Kemenbud Fokus Pulihkan Warisan Budaya dari Desa Adat Sade Pasca Kebakaran 

Ada Apa dengan Rekening Dana Aliansi Masyarakat Pati Bersatu? Polda Metro Jaya Jelaskan

Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank

Parkir Rp60.000 per Jam Bikin Geger, Ini Respons Pramono

Udara Jakarta Terancam Polusi, Pramono Minta Masyarakat Hentikan Kebiasaan Bakar Sampah

Karhutla Makin Serius! Kemenhub Terbitkan 35 Izin Pesawat Asing Bantu Atasi Kebakaran

Bukan Sekadar Diskon! Subsidi Motor Listrik Disebut Bisa Pacu Industri Nasional

Gerak Cepat Atasi Karhutla! Operasi Modifikasi Cuaca Berlanjut, BMKG Kini Bergerak ke Berau

Nasib 193 Pedagang Ikan Kramat Jati Terungkap, Bakal Dipindah ke Lokbin

Bukan Sekadar Kebakaran! Presiden Minta Usut Dugaan Koneksi Pembakar Lahan dan Korporasi

613 PKL Kramat Jati Bakal Dipindahkan, Ini 4 Lokasi yang Disiapkan Pasar Jaya

Coco Gauff Juara Cincinnati Open 2026! Tampil Perkasa dan Ukir Prestasi Gemilang

Pedagang Ikan Pasar Kramat Jati Bakal Direlokasi, Ini Persiapannya

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.