Kulon Progo: Mengatasi Stunting tak Boleh Setengah-setengah, Harus Menyeluruh

Jumat, 03 Okt 2025, 11:20 WIB

KULON PROGO – Penanganan stunting harus dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya melalui pemberian makanan tambahan, tetapi juga memperhatikan kondisi kesehatan, psikologi, serta kesejahteraan keluarga. Penegasan ini disampaikan Bupati Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, Agung Setyawan.

"Stunting bukan hanya persoalan gizi, tetapi juga terkait kesiapan orang tua dalam mendukung tumbuh kembang anak sejak dalam kandungan," katanya. Dia mengatakan ini dalam acara penyaluran multivitamin dan makanan tambahan serta program pemulihan gizi untuk balita di Kulon Progo, Kamis.

Ket. Foto: mencegah stunting — Sumber: ist

Menurut dia, upaya pencegahan stunting harus dilakukan secara komprehensif mulai dari kesehatan ibu hamil, kondisi psikologis, hingga pola asuh yang baik serta pemberdayaan ekonomi keluarga. "Pemerintah Kabupaten Kulon Progo berkomitmen terus bekerja sama dengan berbagai pihak agar generasi mendatang tumbuh sehat dan berdaya saing," katanya.

Meski demikian pihaknya juga mendorong adanya program pemberdayaan masyarakat, seperti menanam tanaman pangan dan beternak secara mandiri, sehingga keluarga dapat memenuhi kebutuhan gizi sekaligus meningkatkan kesejahteraan. "Jika tingkat kesejahteraan naik, tingkat stres masyarakat juga turun, sehingga anak-anak tumbuh dengan lebih baik," katanya.

Kegiatan pemulihan gizi balita ini merupakan inisiatif Yogyakarta International Airport (InJourney Airports) sebagai bentuk kepedulian perusahaan dalam mendukung upaya pemerintah daerah menekan angka stunting sekaligus meningkatkan status gizi anak.

Pemerintah daerah berharap, melalui sinergi antara pemerintah dengan dunia usaha ini diharapkan dapat memberikan asupan gizi seimbang yang menunjang tumbuh kembang optimal balita di Kabupaten Kulon Progo.

"Semoga niat baik dari CSR (tanggung jawab sosial perusahaan) ini membawa manfaat dan keberkahan bagi masyarakat Kulon Progo, serta menjadi langkah nyata menuju kemandirian," katanya.

Branch Communication dan CSR Dept Head PT Angkasa Pura Indonesia Anita Herawati mengatakan, program PMT 2025 meliputi pemberian makanan tambahan bagi 300 balita sebanyak 1.200 paket, makanan tambahan pemulihan bagi 40 balita kurang gizi selama 60 hari, multivitamin 300 paket untuk tumbuh kembang balita.

"Program ini merupakan kelanjutan dari pelaksanaan tahun 2024. Kami berharap dapat memberikan dampak lebih luas, berkelanjutan, serta membantu meningkatkan kualitas kesehatan balita di wilayah Kulon Progo," katanya.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.