Dukung Pemprov DKI, Astra Luncurkan Kampanye Ayo Naik Transum Jakarta

Jumat, 05 Jun 2026, 19:15 WIB

JAKARTA – PT Astra International Tbk mulai menggerakkan ribuan karyawannya untuk beralih menggunakan transportasi umum melalui kampanye "Ayo Naik Transum Jakarta". Program yang diluncurkan pada Juni 2026 itu menjadi bentuk dukungan sektor swasta terhadap upaya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengurangi kemacetan dan polusi udara.

Peluncuran kampanye tersebut dilakukan dalam Kick-Off Ceremony Kampanye Insan Astra di Menara Astra, Jakarta Pusat, Jumat (5/6). Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung turut hadir dan mengapresiasi keterlibatan dunia usaha dalam mendorong perubahan perilaku mobilitas masyarakat.

Ket. Foto: PT Astra International Tbk mulai menggerakkan ribuan karyawannya untuk beralih menggunakan transportasi umum melalui kampanye "Ayo Naik Transum Jakarta". Program yang diluncurkan pada Juni 2026 itu menjadi bentuk dukungan sektor swasta terhadap upaya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengurangi kemacetan dan polusi udara. — Sumber: Pemprov DKI Jakarta

Menurut Pramono, persoalan kemacetan, polusi udara, dan perubahan iklim tidak dapat diselesaikan pemerintah sendirian. Diperlukan kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat untuk meningkatkan penggunaan transportasi publik.

"Saya mengapresiasi Kampanye Insan Astra Ayo Naik Transum Jakarta. Upaya mengatasi kemacetan, polusi udara, dan perubahan iklim membutuhkan kolaborasi pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat," ujar Pramono.

Presiden Direktur PT Astra International Tbk, Rudy, mengatakan kampanye tersebut mulai diterapkan kepada seluruh karyawan Astra sejak Juni 2026. Perusahaan juga menyiapkan berbagai program internal untuk meningkatkan partisipasi pegawai menggunakan transportasi umum.

Salah satu cara yang dilakukan adalah melalui kegiatan interaktif dan pemberian apresiasi kepada karyawan yang aktif membagikan pengalaman menggunakan transportasi publik. Program tersebut diharapkan dapat membangun budaya baru dalam mobilitas sehari-hari.

"Nanti akan ada games bagi karyawan yang berpartisipasi, termasuk yang membagikan pengalaman atau posting terkait penggunaan transportasi umum," kata Rudy.

Di sisi lain, Pemprov DKI Jakarta terus memperkuat layanan transportasi publik untuk mendukung peralihan masyarakat dari kendaraan pribadi ke angkutan umum. Hingga 2026, Transjakarta telah mengoperasikan sekitar 4.792 armada, termasuk 500 bus listrik.

Layanan transportasi terintegrasi Jakarta juga didukung sekitar 2.968 armada Mikrotrans melalui sistem JakLingko. Selain itu, pemerintah terus memperluas jaringan MRT, LRT, dan layanan Transjabodetabek untuk meningkatkan aksesibilitas masyarakat.

Pramono menjelaskan bahwa penggunaan kendaraan listrik dalam armada Transjakarta merupakan bagian dari target elektrifikasi penuh yang ditetapkan pada 2030. Langkah tersebut sekaligus mendukung pengurangan emisi karbon di Jakarta.

Pemprov DKI juga memberikan layanan gratis MRT, LRT, dan Transjakarta bagi 15 golongan masyarakat. Kebijakan Hari Rabu Bertransportasi Umum bagi aparatur sipil negara (ASN) Jakarta turut diterapkan untuk meningkatkan penggunaan angkutan massal.

Menurut Pramono, berbagai langkah tersebut menjadi fondasi penting untuk memperkuat sistem transportasi Jakarta yang saat ini telah mendapat pengakuan internasional. Ia menyebut sistem transportasi umum Jakarta menempati peringkat ke-17 terbaik dunia versi Time Out 2025.

"Kami berharap Jakarta dapat menjadi kota global yang modern, berkelanjutan, dan masuk jajaran Top 50 Global City pada 2030," tutupnya.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.