BKKBN Bali Nilai GAMAS Selaras dengan Peran Ayah dalam Budaya Bali.
Selasa, 14 Jul 2026, 11:48 WIBKementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Perwakilan Bali menilai Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah (GAMAS) sesuai dengan peran pria dari sudut budaya di Bali
âDi Bali sendiri, nilai ini selaras dengan budaya yang menempatkan ayah sebagai sosok yang tidak hanya bertanggung jawab mencari nafkah, tetapi juga membimbing, mewariskan nilai, adat, dan dharma kepada generasi berikutnya,â kata Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Bali Ni Luh Gede Sukardiasih.
Sukardiasih di Denpasar, Senin, melihat gerakan ini juga sudah dilakukan oleh banyak ayah di Bali pada hari pertama tahun ajaran 2026 berlangsung pagi tadi.
Meski tetap banyak juga ibu yang mengantar anak, yang paling penting dari GAMAS adalah kesadaran para ayah mengasuh dan mendidik anak.
âDari pantauan kami di sejumlah sekolah dan laporan dari berbagai daerah di Bali, terlihat peningkatan keterlibatan ayah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, memang belum dapat dikatakan mendominasi, karena masih banyak ibu yang juga mengantar anak, tetapi yang menggembirakan adalah semakin banyak ayah yang hadir secara langsung,â ujarnya.
Kemendukbangga/BKKBN Bali memandang kehadiran ayah di hari pertama sekolah merupakan simbol komitmen untuk terus terlibat dalam tumbuh kembang anak, bukan hanya pada hari ini, tetapi juga dalam keseharian mereka.
Keterlibatan ayah dalam pengasuhan di Bali banyak berkontribusi terhadap perkembangan emosional, prestasi belajar, hingga pembentukan karakter anak.
Oleh karena itu, investasi waktu beberapa saat di pagi hari merupakan investasi yang sangat bernilai bagi masa depan anak sekaligus mendukung terwujudnya keluarga yang berkualitas.
âSemangat budaya inilah yang ingin terus kita hidupkan melalui GAMAS,â ucapnya.
Disinggung soal terbenturnya waktu kerja seorang ayah dengan jam sekolah anak di pagi hari, Kemendukbangga/BKKBN Bali memandang bahwa keduanya tidak perlu dipertentangkan.Â
Justru yang dibutuhkan adalah keseimbangan antara tanggung jawab sebagai pekerja dan sebagai orang tua.
Untuk itu Sukardiasih senang karena Surat Edaran Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN tentang Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah (GAMAS), kemudian diperkuat dan diterjemahkan pemerintah daerah dengan Surat Edaran Sekretaris Daerah Provinsi Bali mengenai fleksibilitas jam kerja ASN pada hari pertama sekolah.
Hari ini banyak instansi memberikan ruang bagi para ayah untuk menjalankan peran pengasuhan tanpa mengabaikan tugas kedinasannya.
Kebijakan ini menunjukkan bahwa pengasuhan anak bukan hanya urusan keluarga, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun sumber daya manusia yang berkualitas.
âFleksibilitas yang diberikan bukan berarti mengurangi produktivitas ASN, melainkan memberi kesempatan kepada orang tua, khususnya ayah, hadir pada momen yang sangat penting bagi perkembangan emosional anak,â ujarnya.
Karena itu, GAMAS tidak mendorong orang tua meninggalkan pekerjaan, melainkan mengajak institusi memberikan ruang melalui pengaturan kerja yang lebih fleksibel pada momen-momen penting keluarga.Â
- Gerakan Ayah Mengantar Anak Sekolah (GAMAS).
Redaktur: Yebdi Trismar
Penulis: Yebdi Trismar
Berita Terkait:
-
Akhir Penantian Jepang: Kapal Tanker Pertama Sukses Tembus Selat Hormuz
-
Pemerintah Kabupaten Bintan Buka Beasiswa Dokter Spesialis 2026 untuk PNS.
-
Harga Emas Antam Naik Rp30.000 Jadi Rp2,803 Juta/Gr pada Senin Ini
-
Liverpool Ditahan Brentford 1-1 di Laga Perpisahan Mohamed Salah dan Robertson
-
Harga Pangan Siang Ini, Cabai Rawit Merah Rp80.000/Kg, Telur Ayam Rp30.550/Kg
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.